
Setelah menghabiskan semua makanan Dimas dan keluarganya kembali ke kontrakan,Dimas sama sekali tidak membawa apa pun untuk Safira apalagi anaknya.Safira membuka pintu wajahnya langsung berubah saat tidak melihat Dimas tidak membawa apa pun untuknya.
"Mas...Mana makanan untukku,kamu tidak membawa makanan untuk ku,kalau tidak ada sini uangnya biar aku beli saja untukku." Ucap Safira dengan nada ketus.Kali ini dia benar-benar kesal melihat suaminya yang hannya membawa mertua dan adik iparnya makan di luar.
"Ehh... Safira harusnya kamu sadar diri introspeksi diri,dulu kamu tidak sadar suamimu sangat marah saat kamu bersikap tidak sopan terhadap mertua mu,enak saja kamu mau minta enak." Ucap Maya sambil berkacak pinggang di hadapan Safira.
"Bu...Aku tidak ngomong sama ibu ya,aku ngomong sama suami ku,terserah aku dong mau minta apa sama suamiku karena itu adalah hak ku sebagai istri." Ucap Safira.
Tidak pernah lewat sehari pun Safira dan mertuanya berantem keduanya sama-sama keras tidak ada yang mau mengalah.
"Bagaimana kamu meminta hak sama suami kamu sementara sikap kamu sangat jahat begitu sama mertua kamu,kalau saja kamu tidak hamil mungkin aku sudah menyuruh Dimas untuk menceraikan kamu...Selain jahat kamu juga tidak ada gunanya di keluarga ini_
"Cerai....Cerai...Suruh saja anak mu menceraikan aku,dasar orang tua tidak punya rasa malu,orang tua macam apa kamu yang selalu ikut campur urusan anak sama menantu,senang banget kamu anakmu bolak balik nikah." Safira terus melawan mertuanya yang tidak mau kalah hingga membuat Dimas semakin kesal dengan Safira.
"Branggg.....Kalian tidak bisa diam,Safira bagaimana kamu menghormati mertua mu,begini caranya kamu menghormati mertua kamu." Dimas melempar satu gelas ke dinding hingga berantakan membuat Safira kaget bahkan dia ketakutan.
"Wanita mana pun yang kami nikahi mas tidak akan tahan jika sikap kamu seperti ini,kenapa kamu tidak menikah sama ibu kamu,dia saja teman kamu tidur dasar laki-laki biadap kamu.." Ucap Safira lalu dia masuk ke dalam kamar dan mengunci kamar.
"Om...Kamu jahat banget sama ibuku,aku benci sama kalian semua."
"Eeehh...Bocah tengil,pergi kamu jangan membuat keributan disini." Ucap Maya.Kali ini dia sangat puas melihat Safira dibentak oleh Dimas bahkan dia tidak berkutik sedikit pun.
__ADS_1
"Ternyata Dimas lebih menyayangiku dari pada istrinya yang ******..." Ucapnya dalam hati dengan senyuman jahatnya.
"Pokoknya Dimas kamu harus menemui Amira,dan bawa dia kembali,sudah cukup dia merantau dan aku rasa dia juga sudah punya banyak uang,uangnya sudah bisa kalian gunakan untuk buka usaha apa pun itu,Amira kan pintar masak lebih baik dia buka warung makan saja nanti,Amira jauh lebih baik dari pada Safira yang tidak berguna itu." Ucap maya tidak tau malu.
"Iya Bu,semoga saja dia masih mau menerima Dimas." Ucapnya sambil menghela napas berat.
****
Tiga hari kemudian Dimas berangkat menuju rumah majikan Amira,hari ini dia sudah memutuskan untuk memaksa Amira ikut bersamanya dan tinggal kembali bersamanya,ada rasa rindu dihatinya setelah beberapa bulan mereka tidak berhubungan lagi.
Sementara itu di rumah Adam Sanjaya,Jane dan Aaron selalu mencari masalah,Jane beberapa kali berusaha untuk menembus masuk ke kamar Adam tapi dia larang oleh penjaga rumah,bahkan Jane sangat di awasi di rumah itu,tapi dengan wajah tebalnya dia tidak peduli apa pun di rumah itu.
Jane keluar dari kamar,dia menaiki anak tangga,kali ini dia ingin menemui Adam dan meminta uang untuk belanja kebutuhan Aaron,tapi pada saat dia sampai di depan kamar Adam seorang penjaga langsung mencegatnya.
Jane menarik napas dalam-dalam lalu menghela panjang,ini sudah beberapa kali terjadi dengannya tapi dia tidak putus asa sama sekali karena menurutnya itu hak dari Aaron.
"Aku hannya ingin bertemu dengan suamiku dan aku ingin minta uang untuk kebutuhan anakku apa itu salah." Ucap Jane tidak tau malu.
"Aku hannya menjalankan perintah,dan perintah dari tuan anda dilarang menemuinya apalagi menyapa tuan adam karena bagi dia anda bukan siapa-siapa sebelum tuan benar-benar membuang anda dari rumah ini ikutlah peraturan rumah ini." Ucap Penjaga dengan wajah datar.
Lagi-lagi Jane membuang napas berat,dia takut kalau sampai Adam benar-benar membuangnya itu artinya anaknya tidak akan memiliki masa depan yang baik.
__ADS_1
Pada saat Jane ingin turun ke lantai bawah tiba-tiba dia dikejutkan kedatangan Tomi asisten suaminya yang tetap setia sampai saat ini.Dia tampa rasa malu mendekati Tomi yang melewatinya tampa menyapa.
"Tomi....Katakan kepada Adam,aku menunggu diluar sebagai seorang suami dia tidak boleh lupa tanggung jawabnya sebagai seorang pria kepada anaknya." Ucap Jane dengan tidak tau malunya.
Tomi mendengus kesal,dia sangat kesal mendengar kata-kata Jane yang sangat keterlaluan menurutnya.
"Kamu memang wanita yang benar-benar tidak tau malu,atau urat malu mu memang sudah hilang? tanggung jawab kamu bilang,kamu lupa atas semua perbuatan mu beberapa tahun yang lalu,tidak memenjarakan kamu saja seharunya kamu sudah bersyukur,setelah semua perbuatan mu,kamu datang kembali dan membawa anak mu kesini,kami tidak tau kamu membawa anak siapa ke rumah ini." Ucap Tomi dengan nada sinis dan wajah datar.
Dia saja tidak mengalami itu sangat emosi melihat Jane yang tidak tau malu,bagaimana dengan tuannya harga dirinya sebagai laki-laki sudah hilang akibat perbuatan Jane.
Pada saat itu Amira juga menaiki anak tangga,lama sekali dia berdiri bahkan dia mendengar semua kata-kata Tomi,sekarang dia semakin percaya kalau dia tidak bersalah kalau pun dia menerima lamaran dari Adam Sanjaya.
Penampilan Amira sudah sangat berbeda,penampilannya sudah cocok berdampingan dengan Adam walaupun dia terlihat sederhana tapi terlihat sangat elegan.
Jane menatap Amira dengan tatapan ingin memakan,dia mendekati Amira yang juga datang menghampiri mereka.
"Hei...Kamu wanita yang ingin dinikahi suami saya,kamu tidak tau malu ya...Jelas-jelas kamu melihat aku dan anakku ada disini bagaimana bisa kamu ingin menerima suami ku,kamu berharap ya menjadi nyonya Sanjaya,aku rasa kamu juga seorang wanita aku harap kamu mengerti bagaimana posisiku saat ini." Ucap Jane mempengaruhi pikiran Amira.
"Nona Jane...Tolong jangan mempengaruhi nyonya Amira,anda sebagai seorang wanita yang seharunya sadar akan semua sikap buruk anda." Ucap Tomi.
"Oohhh...Tidak aku masih istri sah dari Adam Sanjaya...Aku tidak mengijinkan dia menikah lagi dengan wanita mana pun."
__ADS_1
πππbersambung πππ