Dia Arrogan

Dia Arrogan
Hari terakhir


__ADS_3

"Lebih baik lo cuci muka dulu, rapikan rambut, kalau perlu langsung bersih-bersih," saran John, masih untung makanan Pria itu telah habis jika tidak, entah hal apa yang terjadi jika melihat wanita berantakan di hadapannya


'Tunggu dulu, itu kan suara Kak Jo ..,' batinnya benar-benar yakin karena Andi tidak mungkin memberi saran seperti itu kecuali John, wanita itu seketika membuka mata lebar-lebar dan ternyata yang dilihatnya John, ia membulatkan mata terkejut sembari meneguk ludah


"Ya ampun itu benar Kak John," gumamnya dengan mata yang masih membulat disertai tanpa eksperesi, tanpa aba-aba Susi segera berlari secepat mungkin meninggalkan tenda mencari sungai jernih, walaupun ada sungai di dekat tempatnya tapi ia tak ingin John memperhatikan wajah kusamnya


"Heh ..., Susi , Susi," ucap John senyum miring mengeleng kepala menatap Susi yang berlari seperti dikejar induk ayam


Di dekat semak-semak Rara kemudian menyalakan handphone-nya dan ternyata yang menelpon adalah Fino tak biasanya


Via telepon on


"Halo kenapa Bang?"


"Enggak, gue hanya tanya keadaan lo bagaimana sekarang,"


"Gue baik-baik aja,"


"Apa perlu gue susul kesana,"


"E-e-enggak, enggak usah Bang, Rara baik-baik aja,"


"Gimana dengan keadaan Abang,"


"Dah gue sehat, yaudah kalau gitu jaga diri baik-baik. Ingat! Kalau ada apa-apa calling Abang,"


"Oke Bang,"


Via telepon off


"Abang kenapa yah, biasanya tuh orang telepon isengin gue, ini malah peduli, hmmm ..., kayaknya ada yang disembunyiin," ucapnya bergumam dengan mata melirik kanan kiri dan salah satu telunjuk tangan mengelus dagu

__ADS_1


"Telepon dari siapa Ra," tanya John saat Rara sudah di berada di dekat tenda


"Biasa Abang gue Kak," jawabnya


"Ouh," balasnya berdiri dari tempat dimana ia duduk untuk mengecek dua manusia itu apakah sudah bangun atau belum


Dan ternyata masih belum bangun juga pukul sudah menunjukkan 11:11. Tak ada cara lain John harus mengambil strategis yang seharusnya tidak dilakukan


"Ekhm ..., " dehemnya memegang leher untuk mengecek suaranya ternyata masih normal ini saatnya ia bereaksi. "Oke ini yang terakhir John nanti jangan lagi, please jangan! Huh ..., kita mulai,"


"Maling ...,"


"Maling ...,"


"Maling ...," teriak John untuk kedua kalinya disertai cengir tak jelas, kedua manusia itu terkejut tak karuan dan berteriak seperti ayam berkotek


"Maling mana maling!" teriak Andi langsung berdiri bergaya seperti avatar yang akan menyerbu lawannya bersama bambu yang ada di dekatnya


Sedangkan disisi lain Rara sebenarnya ikut terkejut dengan teriakan John tapi saat dirinya ingin berteriak suaranya tertahan melihat John cengir cengar tak jelas ke arah tenda disitulah Rara berpikiran ada sesuatu yang dilakukan John tapi Rara tak ingin tahu itu


"Haha ..., astaga ya Allah," tawa terbahak-bahak dari John sampai tersentak turun ke tanah menggeser-geserkan kakinya karena gaya mereka sangat lucu, Rara yang melihat tingkah John hanya bergeleng, tampan-tampan gitu tapi kayak orang gila


Dan akhirnya rencana John untuk membangunkan 2 sejoli itu berhasil


"Ekhm ..., baik harus tenang John seperti biasa beribawa, jangan seperti orang pasaran," ucapnya berdiri memperbaiki eksperesi seperti orang yang beribawa dan membersihkan beberapa kotoran yang menempel di bajunya


"Mana maling mana?" tanya Andi gelisah disertai anggukan dari Steven


"Enggak ada, malingnya tuh lari disungai sono. Mendingan kalian ambil handuk, peralatan mandi, lalu susul malingnya di sungai kalau ketemu baku aduh deh, biar badan dengan hati kalian sama-sama bersih," jelas John menunjuk jalan ke sungai padahal lelaki itu juga belum mandi


"Halah, si John gue kira bener ada maling." ketus Steven kesal dan benar-benar mengambil beberapa peralatan mandi lalu keluar dari tenda disusul oleh Andi

__ADS_1


"Kak John, masih untung tampan kalau enggak dari tadi ditabok," gumam Andi berada di belakang Steven berjalan keluar tenda


"Apa?" tanya John memastikan apa yang dikatakan Andi itu benar-benar mengejeknya


"Enggak, Kak John Tampan," pujinya tidak ikhlas


"Lebih tampanan gue kali," gumamnya tak berdosa berlari meninggalkan tenda "Apa lo bilang," teriak John agar Andi mendengarnya "Enggak ada Kak," teriaknya sudah berada jauh dari tenda


"Yaudah gue mau mandi, gue tahu lo juga belum mandi kan," kode Steven membalas permainan John tadi. Yang dikatakan Steven memang benar lelaki itu belum mandi sedari tadi


Saat Steven sudah berjalan beberapa senti dari tenda, John memanggilnya "Steven!" Pria itu berbalik ia menyangka John akan benar-benar menahannya agar pergi bersama


"Tunggu gue," pintahnya masuk ke dalam tenda mengambil peratan mandi


***


"Baik kenapa gue, kumpulkan kalian disini. Itu karena ada pemberitahuan dari Pak Budi katanya hari ini adalah hari terakhir kita berkemah, jadi beliau ingin agar setiap tim mempersembahkan sesuatu sebentar malam," jelasnya dimana tim 15 yang menjadi bagian di dalamnya Rara, Susi, Andi, Steven, Fariz dan tentunya John duduk melingkar dimana cuaca saat itu matahari sudah tidak nampak bisa dikatakan pukul menunjukkan 16:55 berarti telah sore


Tim 15 duduk melingkar, dengan lingkaran sedang sedangkan John duduk ditengah-tengah mereka menjelaskan apa yang dipersembahkan sebentar malam.


"Jadi ada usulan?" tanya John


"Gue Kak," ucap Andi mengajukan tangan


"Silahkan Andi,"


Andi pun menjelaskan beberapa persembahan disertai Rara yang menambahkan sedikit nuangsa musik dan Fariz yang mengusulkan agar diberi kata-kata motivasi agar para audiance tertarik


Susi saat itu hanya mengusulkan ada tambahan hip-hop agar para audiance juga tidak bosan katanya. Lain halnya dengan Steven yang hanya mengatakan agar setiap persembahan baik itu musik, hip-hop maupun kata motivasi agar disertai gerakan untuk memperindah penampilan


"Baik terima kasih atas usulannya semua sebagai kesimpulan kita persembahkan sesuai dengan usulan kalian masing-masing." jelas John "Waktu kita tidak banyak hanya berkisar 1 jam dari sekarang," penjelasan dari John dibalas anggukan semangat juang oleh tim 15 karena hari ini merupakan hari yang patut di kenang bagi tim 15.

__ADS_1


Karena tidak ada lagi canda tawa, kebersamaan, pertengakaran, kekeluargaan, begitu banyak kenangan indah dimasa camping selama 5 hari ini. Mungkin hari ini akan menjadi suatu hal yang harus dinikmati tim 15 untuk mengenang masa perpisahan besok


__ADS_2