
Dengan perasaan masih kesal Fariz masih bisa mengontrol eksperesinya untuk tetap tenang ia kemudian kembali ke kamar berjalan menyusuri tangga
"Telepon dari siapa?" tanya John dimana saat itu Fariz sudah berada ditangga
"Kepo lo," ketusnya
"Terserah,"
Fariz kembali melanjutkan hentakan kakinya dan akhirnya tiba
Drrt ....,
Via massege on
Pesan dari Rara : See you next time calon pacar
Via message off
"Arggghhhh," ringisnya mengacak-acak puncak kepala
"Lama-lama gue gila," gumamnya merebahkan badan di kasur
***
Drrt ...,
Mendengar suara dering dari handphone Rara segera mengaktifkan benda itu
Pesan dari Susi :
Ra besok bareng sekolah yah kata Pak Budi besok sekolah adain camping, gue jemput
"Yah gue kira pesan dari Tuan Es,"
__ADS_1
"Tunggu camping? Perasaan gue enggak dapet info Ah mungkin gue kesiangan kali datangnya." ucapnya bergumam
***
"Assalamualaikum Rara?" salam Susi berada diluar pintu. Pagi-pagi Susi sudah datang dengan koper berwarna biru tua, gadis itu sangat bersemangat saat sd jika berbicara tentang camping Susi selalu berada digaris depan karena hobinya memang berpetualang
"Wa'alaikumsalam eh Adek Susi, masuk!" sapa balik Fino yang selalu lebih awal berada dimeja makan sebelum ke sekolah
"Disini aja Ka, Rara ada?" tanyanya lagi melihat disekiling ruangan ada tidak sosok yang dicarinya
"Susi? Cepet amat datangnya ...," teriak Rara yang tiba-tiba berjalan menuruni tangga membawa koper, kopernya lebih besar dari yang dibawah Susi, saking beratnya itu koper Rara sangat memerlukan tenaga extra. Fino yang melihat gadis itu dengan wajah penuh beban mengiring kopernya turun terlihat kewalahan. Pria itu tidak tega melihat adik kecilnya seperti itu ia datang dan membantunya "Sini biar Abang saja yang bawa lo naik duluan dimobil Susi,"
Lagi-lagi ucapan Fino mengejutkan Rara mengapa Kakaknya seperti itu, biasanya Fino mengejek atau bahkan mengusili Rara, sejak kecil Fino tak pernah mau mengalah dengan Rara apapun yang dimiliki Rara maka tak dimilikinya ia akan marah dan memberontak tapi kali ini beda ada apa dengan Fino akhir-akhir ini
"Makasih Bang,"
"Ra?" panggilnya saat Rara sudah berada diluar pintu ia berbalik mendengar panggilan dari Fino " Hmm ...,"
"Katanya dalam waktu 1 minggu ini Papi enggak pulang, ada meeting di Amerika,"
"Oh gitu, gue pergi dulu Bang,"
"Kalau ada apa-apa jangan lupa calling gue."
***
"Ka Fino berubah Ra, ah makin love-love jadinya," ucap Susi saat mereka sudah berada di atas mobil, sifat Susi saat bertemu Fino tak pernah berubah sejak Rara dengannya menjalin persahabatan, wanita satu ini sangat fans dengan Kakak Rara entah apa yang membuat gadis itu menyukainya sampai segitu
"Ah biasa aja." balasnya tapi Rara merasa yang dikatakan Susi juga ada benarnya, akhir-akhir ini Fino berubah
***
Waktu menunjukkan pukul 07.00 seluruh Siswa SMA Nuangsa berbaris sesuai jurusan dan kelas masing-masing disisi sebelah kanan deretan untuk kelas X sampai deretan tengah dan kiri untuk kelas XI, dan kelas XII sedangkan di depan dekat mimbar deretan Guru berjejer membentuk barisan panjang
__ADS_1
Terlihat kumpulan siswa-siswi itu tak lagi memakai seragam sekolah tapi berpakaian sehari-hari untuk melaksanakan kegiatan camping selama 5 hari
"Pagi semua!" teriak Pak Budi dengan mic yang dipegangnya sehingga suaranya begitu keras disertai ayunan tangan ke kiri, masih untung Pak Budi bagaimana jika Pak Tomi yang berada diposisi pria itu
"Pagi Pak," balas dari Siswa serentak dengan penuh semangat yang bergairah dan keyakinan penuh
"Baik terima kasih, telah Bapak jelaskan kemarin kita akan camping di perhutanan dekat kota, maka dari itu sebelum kita berangkat alangkah baiknya Bapak bagi 15 kelompok campuran untuk kelas X, XI, dan XII." Mendengar penjelasan Pak Budi membuat kebahagiaan siswa Sekolah Nuangsa lebih mengembang mereka senang disatukan kelompok dengan kelas lain, itu karena beberapa dari mereka memiliki pasangan ada yang ttm, pacar, selingkuh, mantan terindah dan hal lainnya
"Eits jangan terlalu senang dulu, kali ini kita kedatangan murid baru namanya John michael edward, dia pindahan dari sekolah asal Prancis ia akan menempati kelas XII MIPA 3,"
Mendengar hal tersebut Fariz membulatkan mata mengernyitkan kening sembari terkejut tiba-tiba dengan perkataan Pak Budi di atas mimbar, Fariz sebenarnya tidak tahu bahwa Kakak kandungnya John akan pindah sekolah tiba-tiba seperti ini tanpa memberi kabar pada Fariz.
Pria itu hanya mengira seorang John datang ke Indonesia karena merindukan keluarga kecilnya, tapi ini tidak sesuai dengan perkiraannya, sebenarnya Pria berkulit putih susu itu tak tahu jika Ayahnya menyuruh John kembali itu karena ia ingin agar Fariz juga seperti lelaki normal diluar sana yang memiliki pacar
"Hai semua gue John michael edward, bisa dipanggil John," jelasnya setelah Pak Budi turun dari mimbar digantikan oleh Pria bertubuh kekar itu, ternyata ketampanan John tak terkalahkan juga semua mata terarah pada Pria itu teriakan sorak para wanita merajalela
"Yuhuyy Abang John,"
"Hay Hay Kak John,"
"Yess ternyata ini yang akan menjadi murid baru kelas XII MIPA 3, wajib jadi pacar gue enggak boleh sunnah."
Setelah memperkenalkan diri John turun dari mimbar yang masih menjadi pertanyaan darimana Pria itu muncul tiba-tiba berjalan ke atas mimbar sungguh mengesankan
Selanjutnya kini Pak Budi yang mengambil posisi John tadi, ia mengumumkan anggota-anggota kelompok yang akan menjadi bagian dari setiap kelompok, dari penyebutan nama anggota dari setiap tim nama Rara dan Fariz belum terdengar sama sekali Rara sangat berharap ia bisa satu kelompok dengan Fariz
"Selanjutnya kita mengarah pada tim 13 dengan nama anggota Resa adrian maulana, Sisi hidayanti, Fariz fahreza kusuma."
Mendengar nama Fariz namanya sama sekali tak ikut moodnya seketika turun padahal ia sangat berharap bisa satu kelompok dengan Rara tapi itu mustahil
"Hufftt ...," desisnya menghela napas berat tak ada lagi harapan selanjutnya ia merasa putus asa
Kini selanjutnya Pak Budi akan mengumumkan anggota dari tim terakhir
__ADS_1
"Selanjutnya Tim terakhir yang sedikit spektakuler dan familiar diisi oleh John michael edward, Susi preety beaty, Aira Syahrini putri, Steven william bruky, dan Fariz aldrick edwar,"