
Bianca melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Airin setelah ia mengatakan hal itu pada Billy yang berada tepat di belakangnya, dirinya sungguh sangat kesal dan tak dapat melupakan kejadian kemarin malam di toko bunga itu, meski bukan dirinya yang diselingkuhi namun ia bisa merasakan rasa sakitnya, Bianca meninggalkan Billy begitu saja tanpa basa basi lagi. Sesampainya didalam rumah Bianca langsung disambut oleh ibu Airin dengan ramah.
“Bi, kamu datang? Airin di kamarnya, langsung saja naik ya”, sapa ibu Airin pada Bianca sambil tersenyum. Bianca naik seperti biasanya dan masuk ke kamar Airin, ia mendapati sahabatnya itu terseyum dengan bahagia sambil melihat bunga tulip merah juga boneka teddy bear yang berada dalam dekapannya.
“Bi, kamu datang? kamu tak pergi bekerja?”, sapa Airin yang melihat sahabatnya datang menjenguknya disaat ia harus bekerja. Bianca hanya menggelengkan kepalanya dan dan meletakkan kotak bekal di meja samping tempat Airin berbaring.
“Makanlah, itu mochi dari mama untukmu”, ucap Bianca sambil meletakkannya di meja sebelah Airin, lalu ia duduk untuk menemaninya. Wajah Airin yang terlihat sangat bahagia lagi lagi membuat Bianca tak tega untuk mengatakannya. Namun kali ini mau tak mau ia harus melakukannya, meski ia tak tega, Airin berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungannya dengan Billy selama ini.
“Sanggupkah aku melihat senyumannya luntur dari wajah sahabatku? Namun aku tak punya pilihan lain lagi, jika aku terus menyembunyikannya apakah aku sahabat yang baik baginya?”, gumamnya dalam hati. Bianca merogoh ponsel dalam saku celananya dan membuka sebuah galeri yang ada Billy didalamnya bersama seorang wanita yang tak ia kenal.
__ADS_1
“Rin, masih ingat tidak aku pernah mengatakan bahwa Billy berselingkuh?”, tanya Bianca sambil mencoba memberikan Airin bukti nyatanya. Namun tangan Bianca dihempaskan begitu saja dari wajah Airin, bagaimanapun juga Airin masih tetap tak percaya dengan semua ucapan Bianca yang mengatakan bahwa kekasihnya berselingkuh.
“Tidakkah kamu lihat hubungan kami baik baik saja? Ia selalu ingat padaku, bahkan Billy selalu datang tiap aku membutuhkannya. Ku mohon hentikan semua omong kosong ini Bianca, aku tak tahu apa yang terjadi padamu sebenarnya”, ucap Airin mematahkan seluruh apa yang hendak dikatakan oleh Bianca padanya, namun Bianca tak juga menyerah, seratus kali Airin menolak, seribu kali ia akan membuktikannya, sampai Airin percaya padanya.
“Sungguhkah hubungan kalian baik baik saja? Lantas, pria dalam foto ini siapa? Mengapa ia bercumbu dengan wanita lain?”. Tanya Bianca dengan memaksa Airin melihat foto yang ia berikan.
“Bi, pernahkah kamu melihat aku menangis karena Billy? Pernahkah kamu melihat Billy menyakitiku? Pernahkan kamu melihat Billy berbuat kasar padaku? Ia bahkan mengorbankan waktunya untukku, ia juga rela meninggalkan pekerjaannya dan mengabaikan kesehatannya untukku. Kini pantaskah aku mengabaikan seluruh yang dilakukannya padaku hanya karena satu foto darimu yang mungkin terlihat cukup meyakinkan itu?”, tanya Airin.
__ADS_1
Bianca terdiam mendengar jawaban dari Airin padanya, seluruh yang dikatakan Airin benar adanya, ia tak pernah sekalipun melihat Billy menyakiti Airin, segala yang dilakukan Billy adalah hal baik yang selalu berhasil membuat Airin bahagia. Namun, foto ini bukanlah suatu kebohongan, apa yang ia lihat kemarin malam bukanlah suatu kesalahan, baginya Billy telah berselingkuh dari Airin, hanya saja ia tak tahu bagaimana caranya agar Airin mempercayainya.
“Jika kamu menjadi diriku, akankah kamu mempercayai foto foto ini? Atau kamu akan sepertiku yang lebih mempercayai Billy?”, sambung Airin kembali ketika ia melihat Bianca mulai melunak dihadapannya.
“Aku tahu Billy terlihat sangat baik dimatamu Rin, begitupula dimataku. Namun apa yang ku lihat semalam bukanlah suatu kebohongan. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Billy bermesraan dengan wanita lain bahkan bercumbu dengannya, mengapa kamu tak bisa pahami itu Rin?”, geram Bianca melihat sahabtnya masih saja keras kepala dan lebih membela kekasihnya ketika dihadapannya telah terlihat bukti nyata perselingkuhan Billy.
“Jadi kamu tetap pada pendirianmu untuk percaya pada Billy ketika semua bukti yang sudah kamu lihat?”, tanya Bianca yang sudah kehabisan kata kata untuk menyadarkan Airin bahwa Billy sudah mengkhianatinya. Airin tak merespon pertanyaan Bianca dan memalingkan wajahnya dari sahabatnya itu. Sungguh, Bianca tak ingin Airin sakit hati ketika ia harus mengetahui perselingkuhan kekasihnya itu namun sebelum segalanya terlambat dan Airin lebih sakit dari ini, Bianca mencoba mencegahnya dan mengatakan segala yang ia ketahui. Sayangnya, sekeras apapun usahanya dalam memberi tahu Airin kebenarannya, segalanya terasa sia sia, Airin memilih percaya pada kekasihnya dari pada seluruh bukti nyata yang diberikan Bianca padanya.
“Baiklah, aku pulang. Hubungi aku jika terjadi sesuatu padamu Rin”, ucap Bianca lalu ia meninggalkan Airin begitu saja setelah semua usaha terbaiknya telah ia lakukan.
__ADS_1
Airin menatap layar ponselnya, Bianca mengirim foto itu ke ponsel Airin. Sama seperti Bianca yang susah payah meyakinkan Airin, Airin pun sulit menerima semua kegilaan ini, foto itu sangat terlihat nyata dan Airin sangat yakin bahwa pria dalam foto itu adalah Billy. Kini ia merasakan sebuah dilema yang sangat hebat dalam hatinya, disatu sisi ia sangat mempercayai Billy namun disisi lain tak mudah baginya untuk mengabaikan ucapan Bianca padanya bersama seluruh bukti yang diberikannya.
“Percayalah Bi, ini pun tak mudah untukku”, lirihnya bersama air mata yang keluar saat ia terus memandangi foto yang menyakitkan itu.