Dia Bukan Untukku

Dia Bukan Untukku
BAB 28 | Terbakar Api Cemburu


__ADS_3

Tiinngg!!


Ponsel Airin tiba tiba berbunyi ketika ia dan Bianca sedang menghabiskan waktu bersama di sebuah kafe, pesan masuk dari Billy rupanya. Kedua orang tua Billy ingin sekali bertemu dengan Airin setelah beberapa lama mereka tak pernah bertemu. Pernikahan mereka yang sudah ditetapkan tanggalnya membuat sang ibu dari Billy ingin terus dekat dengan Airin, canlon menantunya.


“Sepertinya aku tak bisa berlama lama, kedua orang tua Billy ingin bertemu denganku, sudah lama kita tak pernah bertemu,” ucap Airin dengan perasaan bahagia. Segera ia menghabiskan minumannya dan meninggalkan Bianca seorang diri di kafe itu.


“Dasar anak itu, sudah tahu kekasihnya berselingkuh darinya, tetapi masih saja di pertahankan,” ucapnya hanya bisa menggerutu dan membiarkan Airin pergi begitu saja meninggalkannya.


Tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di rumah Billy, Airin memarkirkan mobilnya dan membenarkan wajahnya yang sedikit berantakan karena kopi dan beberapa camilan, “Aku harus terlihat sempurna di mata calon mertuaku,” ucapnya sembari merapikan wajah dan tatanan rambutnya.


Airin tak turun dengan tangan kosong, ia membawa beberapa bahan masakkan bersamanya lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Akan tetapi, seperti tak ada siapapun didalamnya, “Sayang,” panggilnya karena ia melihat mobil Billy terpakir di luar rumah.

__ADS_1


Dari lantai atas terdengar suara seseorang sedang berbicara dan bersendagurau, Airin yang tengah duduk di ruang tamu melihat dua orang menuruni anak tangga sambil tertawa, pria itu bahkan merangkulnya sambil berjalan turun. Deg!!. Hatinya kembali sakit melihat Billy merangkul pinggul wanita yang pernah ia lihat kala itu sedang bercumbu dengannya.


“Ia bahkan mengajaknya ke rumah? Sejauh apa hubungan mereka berdua?” ucapnya dalam hati. Airin mencoba menguasai dirinya agar emosinya tak meledak dihadapan Billy kala itu.


“Sayang,” panggil Airin sekali lagi sambil menatap mereka berdua yang terlihat cukup mesrah di mata Airin, “Siapa dia?” Tanyanya. Dengan cepat Billy melepaskan pelukannya dari Yuki dan memberi jarak antara dirinya dan Yuki, wajahnya terlihat cukup gugup bak sedang tertangkap basah sedang berselingkuh di hadapan kekasihnya.


“Ah.. Ehh.. Dia.. Di – dia rekan bisnisku, tadi kami berempat sayang, tetapi yang lain sudah pulang terlebih dahulu,” jawabnya dnegan sedikit gagap. Airin masih berusaha mengendalikan dirinya melihat wanita di samping kekasihnya tersenyum seperti tak terjadi apa apa antara dirinya dan Billy.


“Kekasihmu sangat cantik. Pantas saja kamu jatuh hati padanya,” ucap Yuki dengan nada lembut sambil mengamati Airin dari atas sampai bawah. “ Baiklah kalau begitu, aku pulang. Mari kita bertemu di lain waktu,” tambahnya sambil tersenyum manis pada Billy seperti sedang menggodanya dihadapan Airin.


“Penerbangan mama sedang delay, bukankah aku sudah memberitahukannya padamu lewat pesan?” Tanya Billy bingung karena Airin ada di rumahnya tanpa, ia merogoh ponsel dalam kantung celananya lalu memeriksanya. Namun, ternyata Billy lupa menekan tombol kirim dan berakhirlah Airin berada di rumah Billy juga melihat Yuki yang sedang bersama dengannya.

__ADS_1


Airin menatap kekasihnya itu dengan cukup tajam, maksud hati tak ingin mengungkitnya, tetapi tak mungkin rasanya Airin tak bereaksi terhadap apa yang dilakukan Billy, hatinya sangat pedih bak luka yang diberi cuka. Banyak pertanyaan yang ada di benak Airin, tetapi ia memilih untuk diam dan tak menggubrisnya karena tak ingin memulai pertengkaran dengan Billy.


“Sudah makan? Mari makan berssamaku, beberapa hari ini kita jarang makan siang bersama bukan?” Tanya Billy sambil merangkul kekasihnya, tetapi Airin menghindar dan tak ingin dekat dengan Billy rasanya.


“Dia merangkul wanita itu tepat di hadapanku dan dengan tangan yang sama ia ingin merangkulku?” Geram Airin, ia berjalan tanpa menghiraukan ajakan Billy, setidaknya hanya itu yang bisa ia lakukan untuk menghindari dari Billy saat ini. “Aku sepertinya harus pulanh, aku meninggalkan Bianca seorang diri di kafe karena pesan darimu tadi. Namun, ibumu tak bisa datang hari ini,” jawabnya ketus.


Billy menyadari kondisi hati Airin yang sedang tidak baik baik saja, ia mencoba mendekati Airin dengan perlahan dan mengenggam tangannya, tetapi Airin masih berusaha menghindar dan menepiskan tangan Billy begitu saja. “Ada apa denganmu? Kamu tak mau dekat denganku? Kamu menghindari pelukanku dan sekarang aku tak boleh menyentuhmu?” Tanya Billy bingung bercampur kesal.


“Sudah ku bilang aku harus segera kembali, Bianca menungguku!” Seru Airin yang tak mau kalah dari Billy, dengan segera ia keluar dan meninggalkan rumah Billy.


“Apa Bianca lebih penting dariku?!” Seru Billy semakin kesal di buatnya. Namun Airin tak memperdulikannya, ia terus berjalan dan tak menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Brakk!!


Airin membanting pintu mobilnya dengan kasar setelah ia masuk di dalamnya, hatinya di bakar api cemburu dan perasaannya sungguh kesal. “Dia sampai membawa selingkuhannya ke dalam rumah? Sebenarnya sejauh apa hubungan mereka berdua? Atau mungkin mereka sudah tidur bersama? Aku takkan melepaskanmu, Billy. Kamu milikku dan hanya akan menikahiku!” Seru Airin kesal.


__ADS_2