
"Ya, tapi rapikan kembali. Aku mau mandi dulu." jawab Dinda dan berlalu ke kamar Mandi.
Adinda yang sudah selesai membersihkan tubuhnya, melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Dilihatnya, Baju yang akan ia kenakan besok berantakan di atas ranjang miliknya. Sementara, Kimberly tengah asik memainkan ponselnya, bersender ke tepian ranjang dan meletakkan kaki kiri nya di atas kaki kanan.
"Kim!!!" teriak Adinda membuat Kimberly kaget.
"Eh Adinda, sudah selesai, ya?" tanyanya tak bersalah.
"Rapikan kembali bajuku!" ujar Adinda kesal.
"Maaf, ada chat masuk barusan. Aku akan merapikannya, tenanglah." ujar Kim memberikan alasan.
"Baik, aku akan kebawah mengambil snack. Jika tidak bersih kau tidak boleh datang ke pertunanganku besok." pungkas Adinda meninggalkan Kim.
Adinda pun berjalan menuruni anak tangga menuju arah dapur, menggunakan handuk kimononya.
"Nona, sedang apa?" tanya Bi Mona melihat Adinda membuka lemari es miliknya.
"Hanya mengambil snack untuk Kim." jawab Adinda.
"Sini saya bantu Nona." ujar Bi Mona menawarkan bantuan.
"Tidak usah, siapkan makan malam saja, ya Bi." ujar Adinda berlalu menuju kamarnya.
"Ini, makanlah!" ujar Adinda menyodorkan beberapa snack.
"Baik, terima kasih!" ujar Kim menyambar makanan di tangan Adinda.
"Eh Adinda, coba kau pakai kebaya itu! aku belum lihat." ujar Kim pada Adinda.
"Besok saja, aku sangat lelah." ujar Adinda mengembalikan baju kebaya ketempatnya.
"Kalau begitu ayo kita main permainan, aku bosan!" ujar Kim.
"Ayo, ular tangga saja!" ujar Adinda.
"Baik!" ujar Kim menyetujui.
Adinda pun meraih papan permainan ular tangga dibawah meja dismping ranjangnya. Kemudian, mereka pun membuat aturan dalam permainan dan memulai permainannya.
Tok tok tok
"Tunggu" ujar ibu Hamzah.
Kemudian ia pun berjalan ke arah pintu dan membukakannya. Didapatinya sosok pemuda yang seumuran dengan Hamzah. Namun, ia malah mengernyitkan dahinya, berpikir siapakan pemuda ini. Tak menemukannya, Ibu Hamzah pun bertanya pada pemuda itu.
"Hello, Tante." sapa pemuda itu.
"Iya, Hello. Maaf ini siapa, ya?" tanya Ibu Hamzah.
"Masa Tante bisa lupa, ini Delon tante teman Hamzah waktu kecil." ujar Delon menjelaskan.
"Delon anaknya Zea, bukan?" tanyanya lagi.
"Ia, Tante. Ini Delon anaknya Zea sahabat tante." ujarnya lagi.
"Ayo masuk! maaf tante lupa wajahmu, kau sudah besar saja!" ujar Ibu Hamzah merangkulnya masuk.
"Eh Delon, kau disini rupanya." ujar Putra Ayah Hamzah.
"Iya, om Delon disini. Masa teman mau tunangan Delon ngak datang, Om." ujar Delon
Putra merangkul Delon untuk duduk dan mengobrol. Sementara, Ibu Hamzah mengambilkn minum untuk suaminya dan Delon.
Tok tok tok
"Assalamu'alaikum." ujar Hamzah masuk.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam." jawab Ayah.
"Katanya kau mau ke pesantren?" ujar Delon.
"Tidak jadi, jalannya sangat macet. Apalagi besokkan acara pertunanganku." jelas Hamzah sambil mendudukkan tubuhnya di sofa Ruang tamu.
"Bagaimana pertunanganmu besok? Apa sudah siap?" tanya Ayah.
"Sudah, Ayah! besok tinggal berangkat." ujar Hamzah sambil meminum jus jeruk yang dibawa ibunya.
"Itu punya Delon loh, Nak!" ujar Ibu.
"Maaf, aku haus sekali!" ujar Hamzah sembari tersenyum. Sedangkan Delon dan Ayahnya hanya mengelengkan kepala.
"Ayah Ibu, Hamzah ke kamar dulu, ya. Mau mandi." ujarnya berdiri.
"Aku juga mau ikut!" ujar Delon.
"Kau di kamar tamu saja!" ujar Hamzah meninggalkan Delon dan orang tuannya.
"Kau istirahatlah di ruang tamu, Nak! Kau pasti lelah." ujar Ibu Hamzah.
"Iya, Nak. Om juga ada kerjaan!"
"Baiklah, Om Tante. Delon ke kamar dulu." ujarnya sambip meninggalkan orang tua Hamzah di ruang tamu.
Aisyah romantisnya cintamu dengan nabi
dengan baginda kau pernah main lari lari
selalu bersama hingga ujung nyawa
kau disamping Rasulullah.
"Astagfirullah, kau ini kenapa nyanyi di kamar mandi, Hamzah!" gumam Hamzah sadar akan kesalahannya.
"Ah, aku lapar sekali." gumam Hamzah meraih gangang pintu. Kemudian menuruni anak tangga menuju dapur. Ia pun berselisih dengan Ibunya.
"Ibu, kenapa menatapku sepeti itu?" tanyanya heran.
"Tidak apa-apa." ujar Ibu menahan tawanya.
"Kemana celanamu?" ujar Delon yang baru saja keluar kamar.
Mendengar itu Hamzah pun menatap ke arah bawah, dia lupa mengenakan celananya. Pinggang hingga atas lututnya hanya terlilit handuk saja. Seketika, pipi Hamzah memerah dan langsung berlari ke kamarnya, karna memang Hamzah sangat malu jika pahanya terlihat. Melihat itu Delon dan Ibunya terbahak terpingkal-pingkal.
"Haha... kau tidak berubah, tetap saja polos!" ujar Delon terpingkal-pingkal.
Sementara, Ibu Hamzah hanya tertawa kecil sambil menyiapkan makanan.
"Kenapa, aku bisa lupa!" gerutu Hamzah.
Karna ia malu, ia pun tidak selera untuk makan, dan memutuskan untuk melaksanakan sholat magrib dulu.
Delon yang tengah berada diruang makan bersama orang tua Hamzah, menikmati makannannya. Diselinggi oleh sedikit obrolan-obrolan kecil. Ibu Hamzah yang menyadari bahwa Hamzah tidak ada melontarkan pertanyaannya.
"Tumben Hamzah belum ke bawah, kan ini sudah selesai sholat magrib."ujar ibu.
"Mungkin dia malu, Tante." ujar Delon.
Ayah Hamzah yang tidak mengetahui itu pun bertanya pada mereka.
"Memangnya, Hamzah kenapa?" tanya Ayah.
Mereka pun saling tatap, bukannya menjelaskan, malah tertawa cekikikan membuat Ayah Hamzah heran.
"Om tau tidak? Anak Om yang mau tunangan besok, ke dapur tidak pakai celana." jelas Delon tertawa terbakak- bahak. Mendengar itu Ayah Hamzah, juga ikut tertawa.
__ADS_1
"Bhaahahakkk...." gelak Ayah Hamzah tak hentinya.
Mereka yang tak menyadari keberadaan Hamzah, terkejut mendengar suara Hamzah berjalan ke arahnya.
"Sudah puas tertawanya?." tanya Hamzah mengerucutkan bibir.
"Bhahakk ... lihat Om, Tante. Dia seperti wanita saja." ujar Delon tak tahan menahan tawa melihat Hamzah bertingkah seperti itu.
"Sudah-sudah! ayo makan." ujar Ibu menenagkan semuanya.
Sementara, Ayah hanya mengelengkan kepalanya saja, melihat tingkah anaknya itu..
Mereka pun menikmati makan malam dengan penuh gelak dan tawa. Selesai, makan mereka pun kembali ke kamar masing-masing sementara Hamzah dan Delon masih duduk di ruang keluarga.
"Waktu kau sudah beberapa hari di Jakarta, aku bertemu gadis." ujar Delon pada Hamzah yang tengah asik menonton.
"Lalu?" tanya Hamzah malas.
"Aku akan bertemu besok dengannya, setelah pertunanganmu!" ujar Delon.
"Gadis yang bagaimana lagi kau incar? kau ini tidak bosan apa, ya?" ujar Hamzah pada Delon yang terkenal playboy itu.
"Dia berbeda!" ujar Delon.
"Siapa namanya?" tanya Hamzah penasaran.
"Besok aku akan memberitahumu, karna kau juga tidak mau memberitahuku siapa gadismu!" ujar Delon meninggalkan Hamzah.
"Ya, ya terserah kau saja!" ujar Hamzah yang masih asik menonton.
"Tidurlah, besok kau akan bertunangan tuan tanpa celana." celetuk Delon yang mengintip Hamzah dari balik pintu kamar tamu.
"Diamlah." ujar Hamzah kesal dan mematikan televisinya.
Hamzah pun naik ke kamarnya, meraih knop pintu dan mendorongnya. Kemudian, merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan ukuran besar. Tak butuh waktu lama, Hamzah pun tertidur.
"Din, Dinda!" ujar Kim berusaha membangunkan Adinda yang tertidur saat permainan berjalan.
"Menyebalkan sekali." gumam Kim.
"Adinda!!!" teriak Kim, membuat Adinda terperanjat dan jatuh dari tempat tidurnya.
"Aww ..." lirih Adinda.
"Bhahakksss ... kau kenapa?" ujar Kim sambil melempar bantal.
"Kau ini yang kenapa? kenapa menggangguku?" teriak Adinda kesal, melempar kembali bantal itu pada Kim.
"Aku harus pulang! Mami menelponku!"ujar Kim.
"Tapi ini udah jam 9 malam Kim!" ujar Adinda.
"Tidak apa-apa!" tegas Kim.
"Kau boleh pulang, asal di antar sopir abi!" ujar Adinda pada Kim.
Tanpa membantah Kim pun menyetujuinya. Adinda tidak mengantarkan Kim, karna dia sangat lelah dan Kim menyadari itu.
**bersambung ....
next episode ya readers😉😉
Like itu gampang kok😁😁
Gratis lagi!
Jadi jangan lupa like! oke😊
__ADS_1
ig. Arini_khairunnisa**