Dia Imamku !

Dia Imamku !
Bagian 6 Pesantren


__ADS_3

" Tidak Adinda kamu tidak boleh menangis kamu harus kuat , kamu harus bisa menjaga abimu,kamu juga harus menjaga Kimberly dan kamu juga haru menjalankan amanat ummi Dinda"


Dinda pun menyemangati dirinya dan menghabiskan makananya dan setelah selesai ia pun membereskan dan tertidur.


>>>>


Ting tong


"Sian buka pintunya menggangu sekali"


"siap bos"


" masuk tuan Delon"


" hey kau rupanya kenapa tidak nyelonong saja" ujar hamzah


"Jelas jelas pintumu kau kunci"


"maaf aku lupa,ada apa kau kemari"


" aku mau mengajakmu ke club,ayo!" menarik tangan Hamzah


" akh kau ini kau tau dari dulu aku anti kesana"


" kau ini tak normal, apa kau tak mau menikah?"


" kau pikir kau pantas menikah,, bahkan kau saja belum sunat " gurauan Hamzah yang membuat Sian tertawa terbahak bahak hingga membuat perut bucitnya tergoncang


" Dasar bodoh sudah tau " Delon mengerucutkan bibirnya seolah olah imut


" tampangmu seperti orang bodoh sudahlah aku mau istirahat aku harus ke Jakarta besok"


"Ya ya aku akan menginap"


"okeh"


>>>>


Allahuakbar Allahuakbar


Suara yang menyejukan hati menyelinap masuk ke sela sela celah telinga seolah memanggil seseorang yang mendengarnya untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim.


Mata bulatnya pun mulai terbuka menjangkau setiap sudut ruangan kamarnya Adinda pun segera bangkit dan masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya , berwudu' dan hendak melaksanakan sholat subuh, hal ini pun hanya dilakukan saat Adinda dibangunkan Umminya terkadang jika Umminya tidak bisa membagunkannya lantaran sakit Adinda akan meninggalkan sholatnya dan bangun hanya untuk berangkat ke kantor . lain hal sekarang ia bangun sendiri dan sholat melaksanakan kewajiban karna ia telah bertekad untuk merubah diri dan memenuhi wasiat umminya. Dia pun melaksanakam sholatnya dan duduk bersimouh diatas sajadah menengadahkan tangannya mengharap sang illahi.


"Ya Allah yang maha pengasih ampunilah segala dosaku dan dosa kedua orang tuaku sayangilah mereka sebagaimana menyayangiku diwaktu kecil, ya Allah ya rabb tunjukan dan bimbinglah aku kejalan yang benar dan bukakan lah hati kecilku ke jalan yang benar , ya Allah ya rabb ampuni segala Dosa ummi dan beri dia kelapangan kuburnya........" Adinda pun tak henti berdoa meminta ampunan dan setelah selesai berdoa ia pun beranjak membuka mukena yang iya pakai dan menggantungnya.


Adinda pun turun dari kamarnya hendak menuju dapur untuk memasak sarapan pagi ini. Sesampainya Adinda didapur ia sibuk memilih bahan sarapan yang ada dikulkas tiba tiba bi mona melihatnya dan menghampiri Adinda "


"Nona Adinda mau apa ?"tanya bi mona


"ekh bibi, tidak bi Aku hanya ingin membuat sarapan saja bi"


" Biar saya saja nona"


"Tidak usah bi ,bibi kerjakan yang lain saja"


" Tapi nona"


" Sudah aku bisa"


" Bibi temani saja ya nona "


"baiklah"


Adinda pun memasak makananya ia memasak nasi goreng untuk sarapan pagi ini.


" Nona garamnya terlau banyak nona"


ujar bi mona yang melihat sangat banyak garam yang ditabur nonanya itu karna bibi tau nonanya itu tidak bisa memasak


" sudah bi ini tidak terlalu banyak, ini cukup" ujar dinda


" maaf nona cabe dan kecapnya juga terlalu banyak"


" Aku dan Abi suka pedas manis bi ,bibi tau itu"


" tapi nona" ujar bibi


" sudahlah bi lebih baik bibi kerjakan yang lain saja dan sebentar lagi ini akan selesai" ujar dinda mendorong bibinya karna menurutnya bibi sangat bawel sekali


Bibi pun belalu pergi dari dapur dan meneruskan pekerjaannya sementara Adinda masih mengaduk nasi gorengnya tak lama ia pun selesai menata kembali nasi goreng dipiring yang sudah iya ambil.


" hmm wangi sekali " gumam Adinda


Adinda pun meletakkan nasi gorengnya di atas meja makan dan menatap setunpuk peralatan masak yang ia gunakan

__ADS_1


"Sebaiknya aku mencuci peralatan ini dulu kasian bi mona"


Adinda yang tengah asik dalam lamunannya saat mencuci peralatan dapurnya dikagetkan oleh suara abi.


" Adinda kenapa Melamun disana " ujar abi sembari duduk dimeja makan


"ekh abi memgagetkan saja tidak dinda hanya mencuci ini saja"


"Memangnya bi mona ke mana nak, ia ke depan abi melanjutkan pekerjaannya"


tak lama kemudian bi mona datang


" tuh dia " ujar dinda


"Bi mona tolong buatkan saya kopi" ukar abi Adinda


"baik tuan"


"Abi ayo kita sarapan"


"Ayo"


abi pun menyuap nasi goreng buatan adinda yang belum ia ketahui siapa yang memasakknya


"Siapa yang memasak ini" Abi menatap bi mona yang berjalan mendekati meja makan.Bi mona pun memberikan isyarat bahwa yang membuat masakannya Nona Adinda dan abi pun mengerti.


"kenapa abi ujar Adinda" yang memilih sarapan dengan Roti karna itu kebiasaan Adinda


" Enak sekali " ujar abi merasakan rasa aneh dimulutnya yang tak mau mengecewakan Adinda hingga dia bersedih lagi


"Benarkah abi,silahkan dihabiskan ya Abi Dinda mau kekamar sebentar mau mengambil handpon mau mengabari Vivy untuk mebawakan mobi Adinda di apartemen"


Baiklah nak


Adinda pun beranjak dari duduknya berjalan menuju kamarnya sementara abi mengambil air dan meneguk air tersebut hingga habis ia pun memberi kode mebuang nasi goreng yang dibuat adinda karna tidak mungkin untuk dimakan dan abi pun memilih sarapan dikamar dan dibuatkan lagi oleh bibi.


>>>>


"Untung jadwalku kosong 3 hari kedepan jadi aku bisa mencari pesantren" gumam Adinda yang tengah melihat jadwal yang dikirim sekretaris Han


Adinda pun bersiap dan keluar dari kamarnya mencari sosok abinya di ruang makan berlalu ke ruang keluarga namun tidak menemukannya juga


"Bi... Bibi "


"Ya nona Adinda ada apa"


"tuan ada dikamarnya nona"


"baiklah"


Adinda pun pergi ke kamar abinya namun langkah kakinya terhenti ketika menangkap sosok kim yang baru masuk


"Dinda kau mau kemana sudah rapi?" ujar kim


"aku mau mencari pesantren aku akan belajar,apa kau mau ikut?"


"baik lah aku akan ikut"


"Tunggulh disini aku akan pamit pada abi" ujarnya


tok tok


"masuk"


"abi dinda pamit mau keluar bersana kim"


"Bukankah jadwalmu kosong nak"


"iya ayah aku akan mencari pesantren untukku belajar ayah"


"kenapa tidak dipesantren yayasanmilik om putra saja nak


"Tidak usah ayah ,aku malu aku akan cari pesantren lain dulu" ujar adinda


"emmm... baiklah nak hati hati"


Adinda pun salim pada ayahnya turun dan mengajak Kim untuk pergi bersamanya


mereka pun berjalan menuju mobilnya


"kita pakai mobilku saja " ujar kim karna kim tau sahabatnya masih bersedih


" baiklah"


mereka pun masuk kemobil dan melajukan kendaraannya menuju pesantren yang mereka tuju

__ADS_1


" nona Adinda kita kepesantren mana" ujar kim yang menggoda Adinda yang sedari tadi hanya diam


"sudah jangan menggodaku kim kita ke Darulljannah " ujar


"Hmm baiklah"


Kim pun melajukan mobilnya dengan kecepatan standart tak ada obrolan yang biasanya mereka lakukan Kim memaklumi sahabatnya yang masih bersedih itu tak lama mereka pun sampai disana.


"Assalamualaikum pak,apa boleh saya masuk" ujar Adinda


"Maaf nona ,nona tidak bisa masuk karna pakaian nona seperti ini ,peraturan disini harus memakai pakaian tertutup nona kembali besok saja " ujarnya satpam tanpa memperhatikan Adinda dan Kimberly


" baik pak,saya permisi"


mereka pun berencana kembali ke rumah dan melajukan mobilnya namun Kim malah mengajak Adinda ke resto untuk makan siang dan Adinda pun menyetujuinya Kimberly pun langsung mengarahkan mobilnya ke Resto.


>>>>


"Ada masalah apa sian,kenapa lama sekali berangkatnya?" ujar Hamzah yang sudah 1 jam menunggu di atas pesawatnya


"Tidak apa tuan hanya saja pilot yang biasa sakit dan digantikan sementara" ujar sian


"oke baiklah cepat sedikit dan suruh david memerintahkan orang mengantarkanku" ujarnya


" oke bos" sian pun berlalu meninggalkan Hamzah


>>>>


"Apakah benar ini perusahaan cabang Grup Malindo" tanyanya pada resepsionis


"Iya tuan ada yang bisa saya bantu?"


" Aku mencari Adinda putri Malindo Ceo perusahaan ini"


" Maaf tuan tapi Nona Adinda sudah kembali ke Jakarta kemarin"


"kapan dia kembali"


"saya tidak tahu tuan biasanya tak menentu"


"apa aku bisa meminta no telpon atau alamatnya"


" maaf tuan itu privasi nona Adinda tidak bisa diberikan ke sembarang orang"


"baiklah,terima kasih"


>>>


" Kau mau pesan apa Dinda akan aku pesankan" ujar Kim


" Sama kan saja"


" baiklah " Kim pun memanggil pelayan dan memesan makanannya


mereka pun berbincang mengenai kenapa Adinda ingin belajar dipesantren lagi? dan kenapa tidak dari dulu saja Adinda belajarnya banyak pertanyaan dilontarkan kim tak lama pesanan datang dan Kim melahap makanannya sementara Adinda Hanya mengaduk makannanya saja Kim pun mencoba membujuknya


"Hey kenapa dengan makananmu?"


" tidak apa aku hanya tidak selera makan"


" aku tak akan menemanimu untuk belanja pakaian yang tertutup din"


"lah kenapa bukannya kau sudah berjanji" jawab Adinda yang kesal akan Kim


" jika kau pingsan siapa yang akan membawamu pulang? jika kau menghabiskan makananmu aku akan menemanimu! ujar Kim


adinda pun terdiam sejenak dan mencerna kata kata kim dikejutkan oleh kim yang sedari tadi memaksanya makan


"ayoo dinda!"


"Baiklah kim"


_


_


_


kapan noh Adinda akan ketemu Hamzah apakah nanti,besok atau lusa ?


penasaranya sama author juga loh😁😁


jangan lupa di jadiin favorite yaa readerkuh😘😘 like koment and share juga😉😉


follow ig Author

__ADS_1


Arini_khairunnisa


see you next episode😘


__ADS_2