Dia Imamku !

Dia Imamku !
Jawaban Adinda


__ADS_3

sesampainya dikamar abi ia pun melangkahkan kakinya menuju gangang pintu dan meraihnya pintu pun terbuka


" kau...." ujar Adinda


Adinda terkaget melihat sosok pria yang menyerempetnya sebelum pergi ke Bali


" Ada apa kau kemari ? apa mau memberikan pertanggung jawaban karna kau menyerempet mobilku? kenapa kau bisa masuk keruangan abiku?" ujarnya tanpa menghiraukan Abi dan Om putra


"Adinda sayang ,dia itu Hamzah teman kecilmu"


" Apa?" ujar Hamzah dan Adinda yang reflek saling pandang


" iya Adinda ini anak om " ujar putra


Hamzah yang tak kuat menahan pandangannya ia pun pamit keluar dengan alasan menerima telvon


" Nak kemarilah ada yang ingi om putra dan abi bicarakan padamu"


Adinda pun segera menghampiri abi dan om putra


" Ada apa abi"


" Nak apakah kau menyayangi abi?"


"sangat sangat abi " Adinda memegang tangan Abi dan menciumnya


"Nak abi ingin sekali melihatmu Menikah dengan Hamzah dan dia akan membimbingmu ,apa kah kau sudah memikirkan jawabannya nak"


" Abi sudah tua nak,sakit sakitan ,abi tidak tau lagi berapa lama abi akan bertahan " dengan suara berat seakan akan dia tahu akhir usianya


" Abi jangan berbicara seperti itu" lirih Adinda


" Nak percayalah apa yang dipilihkan abimu itu yang terbaik " ujar om putra meyakinkan Adinda


" Baiklah abi ,Om Adinda akan menerima perjodohan ini" ujarnya


"Abi Adinda melakukan semua ini Demi kebahagiaan Ummi dan Abi semoga saja apa yang Adinda lakukan saat ini benar benar yang terbaik " batin Adinda sambil memeluk abinya


" Alhamdullilah ,Terima kasih nak " ujar Abi


" Terima kasih nak,om sangat senang sekali akhirnya Hamzah akan mempunyai istri " ujar om putra dengan mata berkaca kaca


" Malindo kalau begitu aku pamit dulu karna ada pekerjaan yang harus aku kerjakan dan masalah pertunangan akan di persiapkan oleh Hamzah mengingat kondisimu yang seperti ini beristirahatlah" ujar Om putra


" Makasih putra kau sudah repot repot datang kemari " ujar abi yang bahagia saat itu


Om putra pun berlalu meninggalkan ruangan tersebut, sementara Adinda masih berada di dalm ruangan Abinya


" Abi kemana bi mona? " ujar Adinda


" Tadi abi suruh pulang nak karna kan ada perawat disini "


" Oh begitu abi ,abi sudah makan?"


" sudah nak , Kau pulang lah nak disini ayah akan ditemani perawat beristirahatlah bukankah kau akan ke kantor besok"


" Benar abi, apa abi tak apa apa jika aku tinggal "


" Tak masalah nak abi sudah membaik"


" Baiklah abi untuk memastikannya Adinda panggil Dr irvan dulu"


" Baiklah, Kau ini terlalu mencemaskan abi nak"


Tak lama dokter Irvan pun masuk dan memeriksa keadaan Abi Adinda setelah selesai ia pun meyakinkan Adinda kalo Abinya baik baik saja Adinda pun memerintahkan Dokter irvan untuk menugaskan satu perawat tetap yang akan menjaga abinya jika dia tidk berada dirumah sakit. Setelah itu Dokter irvan pun berpamitan dan keluar dari ruangan untuk mencheck pasien lainnya.


" pulang lah nak dan istirahatlah "


" Baik abi ,Adinda pamit dulu " ujar Adinda sambil salim pada Abinya

__ADS_1


Adinda pun pergi meninggalkan ruangan abinya menuju parkiran , Adinda yang hendak menghampiri mobilnya tiba tiba seseorang menahannya Adinda pun berhenti


"Hoo, Adinda si kampungan lama kita tidak bertemu" ujar gadis dengan pakaian yang menyetak tubuhnya itu


" benar lama kita tidak bertemu Aqila kau tidak berubah "


" Dimana jilbab lebarmu yang dulu,apa kau sudah mencampakkannya"


" Tidak hanya saja aku melepasnya dan akan kembali mengenakannya apa itu masalah untukmu?"


" Tidak ,tapi kau pantas mengenakan itu sama sama norak, sudahlah ada apa kau kemari mencari Dokter kaya yang ada disini ckck " ujar Aqila yang terus membuat Adinda semakin kesal


" Aku tidak sepertimu yang mengincar kekayaan Abi ku dirawat disini" ujar Adinda yang semakin geram


" Malangya nasibmu Adinda,aku akan meringankan biaya pengobatan Abimu karna calon suamiku direktur rumah sakit ini"


" Tidak usah aku masih mampu terima kasih " ujar Adinda yang sambil berlalu meninggalkan Aqila


" Ckck ... sombong sekali " gumam Aqila sambil berjalan masuk ke dalam rumah sakit untuk menemui calon suaminya itu


****


" Selamat nak, kau akan segera memiliki istri cantik " ujar Ayah hamzah sambil masuk ke ruangan anaknya


" waalaikumsalam ayah"


" maaf ayah hanya terlalu senang , kau akan segera menikah"


" Apa dia menerima perjodohannya ayah? " ujarnya yang tidak percaya


" Kenapa ? kau senang bukan ? kemarin dia sempat menolak namun setelah ayah yakinkan dia menerimanya"


" Ayah tapi dia berpakaian seperti itu aku tidak mau menanggung dosanya jika menikah denganku nanti" ujar Hamzah dengan rasa takut


" Kau ini, kau hanya perlu membimbingnya dia itu dulu sudah berjilbab namun ia lepas saat kuliah di oxford karna ia mudah terpengaruh dengan lingkungan sana kau akan mudah membimbingnya" ujar ayah putra meyakinkannya


" Baiklah ayah kalo begitu"


" Tapi..." ujar hamzah yang ucapannya terhenti karna dipotong ayahnya


" Ayah tidak terima bantahan Hamzah"


" Baiklah ayah"


Setelah menyelesaikan pembicaraannya , Ayah Hamzah pun pergi keruangannya meninggalkan Hamzah yang sudah ada di dalam ruangannya sedari tadi


****


Adinda yang menyetir akhirnya sampai di depan rumah yang besar di kawasan komplek perumahan elit dan penjaga pun membukakan pagarnya kemudian Ia pun mengikuti Mobil Adinda seperti biasa dan Adinda pun menyuruhnya memarkirkan mobil kesayangannya di garasi. Adinda berjalan masuk ke dalam rumahnya


" nona sudah pulang, apa mau bibi siapkan air hangat untuk mandi "


" Silahkan bi saya mau ke dapur sebentar!"


Adinda pun berjalan ke arah dapur untuk mengambil minuman dingin dilemari esnya sementara bi Mona menyiapkan air hangat untuk mandi nonanya.


dert dert


" Selamat sore nona Adinda" ujar Asistennya


sambil berjalan menghampiri Adinda di meja makan dapur


" iya, Apa yang membawamu kemari Vivy "


" Begini nona saya sudah memeriksa file laporan yang nona percayakan pada saya kemarin dan saya menemui suatu kejanggalan pada laporan keuangan ini nona" sambil memperlihatkan kejanggalan tersebut pada Adinda


Vivy memang Asisten Nona Adinda namun ia juga kaki tangan Adinda yang selalu mewakilinya kalo jadwalnya sangat padat


" Kenapa keuangan Perusahaan menurun 6 bulan kemari ,apakah perusahaan mengeluarkan banyak uang untuk operasional perusahaan"

__ADS_1


" Tidak nona"


" Besok pergi bersamaku menemui Direktur keuangan dan terus pantau perkembangannya "


Mereka pun terus berbincang mengenai permasalahan perusahaan Grup Malindo Tak terasa sudah masuk waktu magrib saja


Vivy pun berpamitan.


" Baik nona kalo begitu saya pamit dulu"


Adinda pun naik ke kamarnya dan membersihkan air hangat yang tadi audah disediakan bibi ia siapkan kembali membersihkan dirinya lalu melaksanakan sholat magrib dan makan malam


" Bi besok aku akan ke rumah sakit pagi tlong siapkan makanan untuk abi karna kata dokter Irvan ia tak mau memakan makanan rumah sakit" ujar Adinda yang masih makan malam bersama bi mona karna tak mau makan sendirian


" Baiklah nona "


Adinda pun selesai dengan makannya dan naik ke kamarnya untuk beristirahat sementara bi mona menyelesaikan pekerjaannya di dapur. Baru hendak membaringkan tubuhnya Adind teringat dia belum melaksanakan sholat isya. Setelah selesai sholat ia pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya namun matanya tetap tidak mau tertidur.


" Kenapa aku tidak bisa tidur ya , aku akan menelpon Kim saja " Adinda pun meraih ponsel nya baru saja ia mendapatkannya telponnya berdering


" Baru saja aku mau menelponmu, ternyata kau sudah duluan menelponku" ujar Adinda senang karna di telpon Kim


" kau merindukan sahabat mu ini ya " goda Kim di ujung sana


" Tidak aku hanya ingin bercerita saja" jawab Adinda yang tiba tiba dengan nada sedih


" Hey ayolah kau kenapa lagi Adinda"


" Akhir pekan aku akan bertunangan!" ujarnya tak semangat


" ckck... kau ini berbohong saja kau kan tidak punya pacar jones dari lahir" ujar Kim yang terkekeh tak percaya


" Aku dijodohkan! dan aku menyetujuinya"


" Apa? kenapa kau tidak menolakpada Abi mu?" tanya nya lagi


" Abi sakit dia menyembunyikan penyakitnnya sejak aku pulang dari Inggris Abi sakit keras Kim" ujar Adinda dengan tangis memecah membasahi pipinya


" Adinda bersabarlah maafkan aku karna aku sekarang tak bisa menemanimu ,maaf aku sungguh tidak tahu "


" Tidak Kim kau juga punya kehidupan pribadimu, kau tidak salah"


" Sekali lagi aku akan Minta maaf ,lusa aku akan kembali ke Jakarta dan Menemanimu"


" Terima kasih kim kau sahabat terbaikku"


Mereka pun mengakhiri telponnya , Adinda yang belum bisa tertidur memilih membaca buku Novel Genre romantice yang ia tata dikamarnya ,ia pun meraih salah satu buku dan membacanya , Baru Beberapa halaman saja ia baca ia sudah terlelap.


****


Dert Dert Dert


Dering telpon mengusik telinga Adinda yang tengah terlelap dan menggangu tidurnya pagi itu.


" Siapa yang menelponku pagi pagi Begini " gerutu Adinda sambil Meraih telponnya yang terus berdering


_


_


_


_


Hayoo siapa yang gangguin Adinda subuh2 gini!😀😄


Apa calon Imamnya ya😁 Bangunin sholat subuh atau siapa yaa


akh sudah baca saja episode berikutnya oke readers

__ADS_1


jangan lupa yang biasa Author ingetin yaa😁😁😁😁😁


see you readers kuh😍😍😍😍


__ADS_2