
Hamzah pun berlalu meninggalkan David yang masih mematung memikirkan apa yang barusan diucapkan bosnya sehingga dia capek sendiri memikirkannya dan ia pun kembali keruangannya
>>>
Adinda melajukan Mobilnya kerumah sakit ia ingin ceoat sampai namun jalanan macet dan membuatnya menunggu
Tin Tiiiinnn Tiiin
" Akh lama sekali " Gerutu Adinda
Mobil yang ia kendarai pun berangsur angsur jalan Adinda pun terpaksa mengikutinya dengan perasaan kacau Akhirnya ia pun sampai memarkirkan mobil dan berlari ke arah IGD menyusul abinya.
" Mana abiku ujarnya pada salah satu suster"
" hey nona kau pikir ini rumah sakit nenwk moyangmu menanyakan abimu yang terbaring disini apa kau tau disini banyak orang tua yang dirawat" ujar suster dengan ketusnya
Namun Adinda tak menghiraukannya karna dia dalam keadaan cemas
" Dimana abi tanya Adinda lagi?" namun pada suster yang berbeda namun sebelum suster itu menjawab dia keduluan oleh suster ketus yang Menarik tangan Adinda
" Hey apa kau tuli disini banyak sekali orang tua ,pergilah dari sini mungkin ayahmu tidak dirawat disini karna ini rumah sakit elit " ujar suster menghina pemilik rumah sakit itu dan mendorongnya hingga Adinda yang hampir terjatuh di tolong oleh dokter Yusuf
" Apa nona Adinda tidak apa nona mari saya bantu"
" Ohh jadi kak yusuf kenal dengan wanita ini ,usir saja kak! wanita tak tau malu ini membuat onar ! ujarnya dengan manja pada doketer yusuf
" kau yang...." namun Adinda menahan dokter yusuf
" Maafkan aku suster aku sedikit panik" ujar Adinda pura pura merasa bersalah
" cihh... baik aku akan memaafkanmu jika kau meminta maaf sambil memohon kepadaku ujar suster itu yang merasa dirinya sangat benar
" Baiklah suster tapi setelah itu tunjukkan ruangan abi saya !" ujar Adinda yang mulai menundukkan tubuhnya
Dokter yusuf dan suster senior disana menahannya
"Nona Adinda anda tidak pantas seperti ini" ujar Suster senior yang baru saja kesana mendengar suara keributan
" Benar nona" ujar Dr aYusuf membangkitkan tubuh Adinda
" Lalu apakah kalian pantas mempekerjakan seorang pengabdi masyarakat seperti ini?" ujar Adinda yang emosinya sudah ia tahan sedari tadi
Semua orang yang mengenal Adinda pun menunduk karna takut kecuali suster ketus itu ia malah menjawab Adinda
" Aku bekerja disini dengan kemampuan dan kepandaianku aku yang paling berprestasi disini setelah suster Diva ( menunjuk suster seniornya itu) "
Dia pun tak menghiraukan suster ketus itu melangkah menuju Diva menanyakan keberadaan Abinya namun ia dijambak dari belakang dan ditampar oleh suster itu Mbak Diva marah besar dan mengusir Suster itu dari hadapan mereka
"aku harus ke ruangan abiku Mana ruangannya"
" Tuan Malindo sudah dipindahkan ke VVIP khusus keluarga Nona"
"Baiklah setelah itu panggil Direktur utama ke ruangan abi segera" sambil mengusap pipinya yang nyeri akibat tamparan suster itu
" Baik Nona Adinda "
Adinda pun naik ke lantai 5 rumah sakit untuk melihat Abinya ia masuk ke dalam lift dan lift pun tertutup dilantai satu dan terbuka lagi dilantai 5 Adinda Dokter Irvan Yang baru keluar dari ruangan Abinya
" Dokter bagaimana keadaan abi?
"kita bicara disini saja " ujar dokter sembari duduk
" Begini Nona Adinda sebenarnya ini kesalahan saya menuruti tuan malindo menyembunyikan penyakitnya dari keluarga besar"
" maksudnya bagaimana dok?"
" Sebenarnya Ketika nona Wisuda di Amerika tuan Malindo tidak bisa menghadiri karna dia harus menjalankan masuk rumah sakit karna kangker yang ada ditubuhnya mulai menyebar,namun ia memberitahu saya agar menyembunyikan dari keluarga karna tak ingin membebani Nyonya besar dan Nona, itulah tadi yang menyebabkan dia jatuh dikamar mandi nona dan sekarang kangkernya sudah stadumium ke 4 "
" Dokter pasti bohong ! abi sama sekali tidak merasakan sakit dan Saya hanya melihatnya mengonsumsi vitamin untuk kesehatannya"
__ADS_1
" Nona selama ini yang tuan konsumsi adalah obat pereda rasa sakit dan dia pun juga setiap sekali dalam sebulan akan check up, namun jika saya menyarankan operasi dia tidak menyetujuinya , bahkan untuk check up pun beliau harus dipaksa"
Luka kehilangan ibu yang baru terjadi beberapa hari juga baru dia obati bahkan belum kering sekali pun kini kembali lagi menghadapi kenyataan yang pahit mendengar paparan dokter dia hanya bisa membisu dalam seribu bahasa tidak bisa mengungkapkan kata kata lagi bahkan air mata yang akan tertahan kembali malah masuk kedalam celah hatinya dan menghancurkan hatinya dengan sayatan sayatan yang sangat perih ia pun mencoba menahan sekuat tenaganya.
" Lakukan apa yang akan membuat abi ku sehat seperti semula " lirih Adinda
" Baik Nona " ujar sang dokter tanpa membantah karna ia tahu bagaimana kondisi Adinda saat ini
Adinda pun masuk keruangan Abinya dan berlari menghampiri abinya yang terbaring tak berdaya
" Abi bangunlah ,banyak yang akan adinda tanya,kenapa abi harus merahasiakannya dari Adinda dan Ummi , kenapa abi kenapa?"
Hiks... hiks.... hiks...
" Abi ... hiks " adinda yang masih memeluk abinya menangis ,merintih tak akan melepaskan pelukkannya dari abi
Ia pun menanggis sambil memeluk abinya dengan sangat erat tak terasa adinda pun tertidur karna kelelahan menangis
Abi yang mulai sadar merasakan berat dilengannya ia pun segera membuka matanya dan menangkap sosok putri nya yang tertidur disampingnya ia pun mengusap kepala putrinya Adinda yang merasakan ada yang mengusap kepalanya pun terbangun
"Abi abi sudah sadar ,adinda akan memanggilkan dokter " ucap Adinda senang
"Abi pun mengangguk"
Adinda pun berdiri dan memencet tombol merah yang ada di dinding rumah sakit disebelah abinya tak lama dokter irvan masuk dan memerikasa keadaannya
" Nona Adinda kondisi tuan sudah mulai stabil dia hanya butuh istirahat"
" baik terima kasih"
( Selamat siang diharapkan kepada seluruh pegawai rumah sakit Malindo ,baik dari cleaning servis,suster dokter dan pegawai lainnya agar berkumpul diruang rapat besar segera sedangkan bagian keamanan rumah sakit Malindo harap menjaga setiap lingkupan kerjanya terima kasih)
"maaf nona saya akan berkumpul dulu ,apa nona mau berbarengan?"
" duluan saja dokter"
" baiklah nona"
" Tidak abi hanya ada permasalahan kecil terkait pelayanan rumah sakit"
" segera lah nak mereka pasti menunggumu"
" Baiklah abi , Bi mona sudah dibawah ,Adinda pergi sebentar ya abi Adinda akan kembali"
" Baiklah sayang"
Adinda pun berjalan keluar namun ia mengganti pakaian formal yang tersedia di Mobilnya namun dengan yang lebih tertutup tapi tidak mengenakan hijab seperti tadi setelah selesai ia pun berjalan ke ruangan rapat besar yang ada disebelah parkiran.
"Ada apa ini ya kenapa kita dikumpulkan?"
" ia tidak biasanya yaa"
orang orang diruang rapat tersebut berbisik seakan akan hari ini akan terjadi sesuatu
Sekretaris direktur membuka rapatnya dan dialihkan pada Ronal Direktur rumah sakit yang masih muda dan digemari karyawati rumah sakit itu
" Selamat siang semuanya ,kalian dikumpulkan disini atas permintaan pemilik rumah sakit ini yang mungkin sebagian dari kalian sudah mengetahui dan beliau sangat ingin berterima kasih atas kontribusi kalian disini dan menyampaikan beberapa hal penting akan tetapi ..."
Tok tok tok
" silahkan Masuk" ujar direktur
Sosok perempuan pun masuk ke dalam ruang rapat tersebut yang membuat mata lelaki terkesima akan kecantikkannya ya siapa lagi kalo bukan Adinda
" Selamat datang Nona Adinda " menyambut Adinda dengan uluran tangannya
" Apa dia pemilik rumah sakit ,tidak tidak tidak mungkin" batin suster ketus yang iri melihat Tangan Adinda yang dijabat oleh Direktur kesayangannya itu
" Kabarku baik"
__ADS_1
" silahkan duduk nona"
Adinda pun duduk di dekat sekretaris direktur dan semua yang ada disana pun menatapnya dengan kagum
" Baiklah karna Pemilik Rumah sakit sekaligus Ceo kita sudah datang mari kita beri kesempatan beliau Untuk memberikan Arahan"
Adinda pun berdiri meraih mix dari tangar Direktur Ronal dan mulai berbicara menatap ke arah pegawainya
" Selamat siang semuanya, mungkin sebagian dari kalian sudah mengenal saya dan sebagian ada yang belum mengenal saya karna masih baru ( tatapan adinda terhenti pada suster ketus) Saya akan memperkenalkan diri saya lagi Nama Adinda putri Malindo, umur 23 tahun dan kalian sendiri sudah tau siapa aku"
" Maaf nona Adinda saya dokter baru disini dan setelah mendengar nama nona saya mengingat bahwa nama anda persis dengan nama Presiden perusahaan tempat suami saya bekerja Bisakah nona menjelaskan detail kehidupan Nona agar kami bisa merasa dekat dengan Nona Adinda sebagai atasan dan bawahan seperti yang dilakukan direktur, maaf jika permintaan kami lancang " ujar dokter bernama Tias mewakili pekerja baru disana
Adinda tersenyum mendengar pertanyaan dokter tersebut dan mengatakan ia bersedia menjawab
" Aku adalah Adinda putri malindo,bisa dipanggil Adinda ,umurku 23 tahun,aku lulusan s1 di oxford university dan s2 di universitas Indonesia, Aku merupakan Pimpinan tertinggi perusahaan Grup Malindo yang telah dialihkan oleh Abiku kepadaku dan Rumah sakit ini merupakan salah satu anak perusahaan disektor kesehatan" ujar dinda yang Di akhiri dengan tepuk tangan yang ada didalam ruangan tersebut mereka kagum dengan Adinda.
"sekarang giliranku bertanya pada kalian, Apakah selama di rumah sakit malindo kalian melayani masyarakat berdasarkan kelas kelas sosial? ujar dinda
" Maaf nona ,sebagian besar dari kami tidak seperti itu nona " jawab salah satu Dokter Rumah sakit Adinda
Adinda pun terus melontarkan pertanyaan pertanyaan yang mengarah pada pelayanan rumah sakit membuat suster tadi merasa takut namun dia pun berusaha untuk percaya diri . Adinda menjauhkan mix yang ada ditangannya berbisik pada direktur untuk mengetahui siapa suster yang berprilaku buruk itu dan ia pun memberi tahu Adinda. Adinda kembali melontarkan pertanyaan setelah mengetahuinya
" Sebutkan salah satu prinsip rumah sakit Yang kalian ikut dalam konstribusinya"
seseorang mengacungkan tangannya dan menjawab
" Dahulukan nyawa baru uang dan tidak memandang status sosial,saling menghargai, dan berprilaku layaknya manusia sesungguhnya"
"Benar sekali terima kasih atas jawabannya bagi yang merasa tidak sama sekali merasa bekerja dengan prinsip tersebut silahkan berdiri didepan" ujar Adinda dengan nada geram
"Suster sandra bagian IGD silahkan ke depan" dengan nada yang menekan
semua orang menatap sandra yang berjalan kedepan menghadap Adinda
"kau tau kenapa aku memanggilmu"
" Saya tau nona ,saya minta maaf jika saya tau itu nona saya tidak akan berbuat hal seperti itu " ia pun menyatukan kedua telapak tangannya menghadap Adinda
" Maaf Sandra sudah terlabat kau dipecat ! " geram Adinda membuat Sandra malu dan meninggalkan ruangan
Semua orang pun ketakutan dan menunduk
" Tenanglah kalian tidak akan seperti itu jika kalian bekerja sesuai dengan prinsip rumah sakit ,selamat siang terima kasih ujar Adinda yang kembali duduk berpamitan pada direktur untuk kembali keruangan abinya, sesampainya dikamar abi ia pun melangkahkan kakinya menuju gangang pintu dan meraihnya pintu pun terbuka
" kau...." ujar Adinda
_
_
_
_
itu siapa yaa hayoo ??
siapa siapa thor
kasih tau gk yaa
ayo dong thor
lanjut baca ya reader love youπππ
likeπ
komentπ
share π
__ADS_1
kasih tip juga boleh hihihi
ππππ