
Siang itu, Adinda tengah membolak-balik dokumen yang ada di tangannya. Sebenarnya, ia merasa jenuh dengan setumpukan berkas yang ada di hadapannya. Namun, bagaimana lagi Adinda harus mengerjakan semua itu karna sudah kewajibannya. Saat itu Adinda mengerjakannya dengan setengah hati, ia yakin pasti Vivy sudah mengeceknya dengan sangat teliti. Adinda pun memutuskan menandatangani semua berkas disana dan melihatnya dengan sekilas.
Wanita yang tengah disibukkan dengan pekerjaannya, perutnya mendadak kelaparan. Namun, entah mengapa ia sangat malas untuk makan di luar. Ia pun memutuskan untuk dipesankan makanan oleh Vivy. Selang 15 menit, makanan yang Adinda pesan sampai dan ia pun menikmatinya.
"Vivy, apa masih ada berkas yang harus ditanda tangani?" tanya Adinda sambil menikmati makanannya.
"Ada, Nona! Ini silahkan periksa dulu!" seru Vivy.
"Tidak, tidak aku percaya padamu. Kemarikan biar aku tanda tangani!" ujar Adinda.
"Tapi—,"ucapan Vivy terpotong oleh ucapan Adinda.
"Sudah ayo, sehabis ini aku harus ke rumah sakit!" ujar Adinda.
Vivy pun menyerahkan berkas itu sambil tersenyum pada Adinda. Setelah selesai ditanda tangani, Vivy pun berlalu dari ruangan Bosnya itu. Sementara, Adinda sibuk menikmati makanannya.
Tok tok tok
"Masuk!" seru Adinda.
Ternyata Hamzah yang baru saja tiba di kantor Adinda, Hamzah langsung mendekat pada Adinda yang tengah menikmati makanannya. Bermanja pada Adinda minta disuapi, tapi Adinda tidak mau berbagi makanan pada Hamzah sehingga membuat Hamzah kesal.
"Pelit sekali! Aku hanya minta sedikit saja," gerutunya.
"Apa kau bilang?" bentak Adinda.
"Tidak sayang, cepatlah! Kita akan ke dokter bukan?
"Iya, tunggu dulu!" jawab Adinda ketus.
Setelah selesai, mereka pun keluar dari kantor Adinda. Berjalan ke arah parkiran dan melajukan mobilnya ke arah rumah sakit keluarga Malindo. Di perjalanan, Adinda berpikir masa dia akan memeriksakan kehamilannya pada Dr. Irvan, Adinda pun mengernyitkan kening hingga membuat Hamzah yang mencuri-curi pandang bertanya-tanya.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Hamzah.
"Masa aku harus periksa bersama Dr. Irvan, diakan laki-laki!" jawabnya.
"Sayang, kenapa kau begitu bodoh? Memangnya di rumah sakit kita Dokter hanya Irvan saja!" ujar Hamzah sambil menoel jidat Adinda dengan manja.
"Maksudku'kan dia Dokter yang paling bagus! Selain, itu ada Dian temanku waktu SMA dulu,"ujar Adinda.
"Pada Dian saja jika begitu!" usul Hamzah.
"Baiklah sayang!"
Hamzah pun mempercepat laju kendaraannya, Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah sakit keluarga Malindo. Hamzah yang hendak turun mengalihkan padangan pada wanita disebelahnya. Dilihatnya, Adinda tengah tertidur. Padahal, jarak yang di tempuh dari kantor ke Rs milik keluarga mereka tidak terlalu jauh.
Hamzah pun membangunkan Adinda, dengan keusilannya. Ia menyalakan klakson mobil dengan keras hingga membuat Adinda terperanjat dan bangun. Adinda yang kaget mengerutu keluar dari mobil dengan wajah kesal. Ia berjalan lebih dulu meninggalkan suaminya di belakang. Melihat sikap Adinda seperti itu, membuat Hamzah terkekeh. Disadarinya Adinda sudah jauh dari jangkauan matanya, Hamzah. berusaha mengejar Adinda dengan sangat cepat.
__ADS_1
Semua orang yang mengenal Adinda tersenyum padanya, ia disambut dengan ramah. Adinda pun pergi ke meja informasi yang ada di depan matanya, menanyakan keberadaan Dr. Dian. Suster yang bertugas di meja informasi pun langsung menghubungi Dr. Dian dan menanyakan keberadaannya. Setelah selesai, suster itu pun menginformasikan keberadaan Dr. Dian pada Adinda.
"Sayang, sudah aku lelah mengejarmu!" ujar Hamzah sambil memegang pergelangan tangan Adinda.
"Salah sendiri menjailiku!" ujar Adinda sambil mengerucutkan bibirnya.
"Maaf, ya!" pinta Hamzah sambil mengusap rambut Adinda.
Adinda pun mengangguk dan mengandeng tangan Hamzah menuju ruangan Dian. Setelah sampai, Adinda mengetuk ruangan itu dan masuk setelah di persilahkan.
"Uu, ada pasangan serasi nih datang menghampiri aku!" ledek Dian, sambil menarik kacamata dari batang hidungnya.
"Kau ini, bisa saja!" ujar Adinda.
Adinda pun menyampaikan maksud dan tujuannya mendatangi Dian. Setelah Dian paham, ia pun memulai pemeriksaannya pada Adinda.
"Gimana Dian?" tanya Hamzah semangat.
Dian pun menghela nfasnya, nampak gambaran kekecewaan di raut wajah Dian. Ia pun kembali kemejanya dan mempersilahkan Adinda dan Hamzah untuk kembali duduk.
"Begini, sepertinya gejala itu karna kau terlalu capek Din," ujarnya.
"Jadi maksudmu aku tidak hamil?" tanya Adinda sedikit kecewa.
"Ya, Din!"
"Adinda, kemarilah!" seru Dian. "Ya, kau tidak hamil tapi boong," ujarnya sambil terkekeh tak dapat menahan tawa.
Adinda hanya dapat melonggo bersamaan dengan Hamzah. Ia masih tak percaya dengan apa yang diucapkan teman SMA nya itu.
"Jangan memberiku harap ...," lirih Adinda.
Dian pun meraih tangan Adinda dan mendudukkannya di bangku yang ada di dekatnya. Sementara, Hamzah hanya kebingungan menghadapi situasi di hadapannya.
"Duduklah! Kau tidak hamil satu anak, melainkan dua anak," ujar Dian tersenyum.
Hamzah pun melonggo mendengarnya, "Jangan berbohong lagi Dokter Dian, Kau seorang dokter bukan?" ujar Hamzah dengan penuh penekanan.
"Aku tidak bercanda, Adinda memang hamil anak kembar! Usiannya sudah jalan 2 minggu," ujarnya dengan penuh penekanan.
"Masyaallah, Alhamdullilah!" seru Hamzah.
Adinda dan Hamzah pun saling tatap sejenak, kemudian Adinda menghambur kepelukkan Hamzah. Hamzah yang kegirangan menciumi perut istrinya dan memeluknya dengan sangat erat tanpa menghiraukan Dian. Dian yang juga merasakan kebahagiaan mereka berdua juga ikut terhanyut dalam lautan kebahagiaan mereka saat itu.
"Jadi apa langkah kedepannya untuk baby twinku ini?"tanya Adinda semangat.
"Adinda mulai sekarang kau tidak boleh kelelahan, makan-makanan sehat dan jangan sampai stress karna itu akan berpengaruh pada perkembangan janinmu," ujar Dian.
__ADS_1
Dian pun menjelaskan apa-apa saja yang harus dilakukan Adinda. Setelah Adinda dirasa paham, Dian pun memberikan resep pada Adinda untuk menunjang kesehatan janinnya. Kemudian Adinda mengambilnya dan berpamitan pulang pada Dian.
****
Dua orang tengah duduk bersama di restoran pinggir pantai Kuta. Mereka tengah menikmati minuman yang sudah disediakan pramusaji di atas meja.
"Kim, kenapa baru hari ini kembali kemari?" tanya lelaki berbadan tegap itu.
"Delon, sebenarnya tidak akan kembali hari ini. Tapi, karna ada urusan mendadak jadi aku terburu-buru kemari," ujar Kim.
"Jadi, maksudmu kau tak mau bertemu denganku?"
"Bukan, begitu! Tapi aku sangat merindukan Adinda. Waktu aku kembali ke Jakarta ternyata dia ada disini, sekarang waktu aku disini dia sudah di Jakarta lagi," keluh Kim.
Delon pun tersenyum," Minggu depan aku akan ke Jakarta, kau mau ikut?" tanyanya.
"Iya aku ikut!"
Delon pun tersenyum mengangguk, dan meminta Kimberly menghabiskan minumannya, sambil menikmati pemandangan pantai Kuta sore itu. Obrolan demi obrolan mereka tumpahkan hingga memecah gelak tawa diantara keduanya. Entah mengapa rasanya ada kebahagiaan yang hinggap di hati masing-masing.
Adinda baru saja sampai di depan rumahnya, Gibel yang mendengar deru mobil orang tuanya langsung berlari kegirangan sambil memeluk boneka beruang miliknya.
"Mama, Papa!" teriaknya sambil memeluk Adinda.
"Hey sayang," ujar Adinda sambil menciumi gadis itu.
Gadis mungil itu beralih memeluk Papanya dan minta di gendong. Lantas Hamzah pun mengendong bocah cantik itu dan menciuminya.
"Mana nenek?" tanya Adinda.
"Nenek masak, Ma!" ujar mulut kecil itu.
"Ayo kita masuk!" ujar Adinda.
Mereka pun masuk bersama kedalam rumah, dilihatnya Bu Yuli sedang menyiapkan makanan di atas meja. Adinda pun menghampiri dan menyalimi ibu angkatnya itu begitu juga dengan Hamzah.
"Bu, Adinda ada kabar bahagia untuk kita!" ujar Adinda yang bersemangat menyampaikan kabar itu.
"Apa itu?" tanya Bu Yuli penasaran.
"Gibel akan punya adik kembar Bu!" ujar Adinda, mata Bu Yuli pun berkaca-kaca, sementara Gibel berteriak kegirangan dalam dekapan Papanya.
Semua orang dirumah itu gembira mendapati kebahagiaan yang diberikan tuhan. Lantunan kalimat syukur terucap dari bibir masing-masing.
Bersambung ....
Jangan lupa like, komen and share ya reader!
__ADS_1
Yang mau di kasih spoiler bisa komen dibawah ya😉😉