Dicintai 3 Pangeran

Dicintai 3 Pangeran
Part 44


__ADS_3

Agustus menghadiri rapat yang dibuat oleh petinggi-petinggi kerajaan. Sebelum ke sana Agustus sudah tahu rapat yang diadakan raja akan membahas apa. Tidak perlu ditanya lagi, pasti akan membahas kejahatan yang sudah dilakukan oleh Aurora.


Bahkan tidak ada sama sekali yang membela Aurora pada saat ini hingga Aurora dan sekutunya benar-benar terpojok. Eksekusi besar-besaran akan dilakukan besok pagi. Ribuan para budak yang terlibat akan dihukum mati apabila mereka tidak ingin menceritakan bagaimana cara membuat senjata mematikan yaitu meriam, karena raja tertarik dengan senjata itu. Jika ia membuat senjata tersebut maka kerajaan Engrasia akan menjadi kerajaan yang sangat ditakuti di seluruh dunia, dan mungkin semua kerajaan akan tunduk kepada Engrasia.


Rahasia pembuatan senjata itu tentunya dipertanyakan karena menggunakan bahan yang sangat langka. Sejauh ini belum benar-benar ada yang sempurna menciptakannya dan pada peperangan tersebut Aurora mengejutkan banyak kerajaan karena menggunakan senjata berbahaya itu. Banyak orang berbondong-bondong mencari tahu cara pembuatannya. Mereka bahkan berebut ingin mendapatkan senjata seperti itu agar menjadi kerajaan paling kuat di dunia.


Agustus menahan napas ketika mendengar pembahasan yang sangat tidak ia sukai. Lagipula pendapatannya di sini tidak terlalu dibutuhkan. Mereka benar-benar menganggap remeh Agustus setelah apa yang dilakukan oleh putra mahkota tersebut demi meloloskan seorang pengkhianat. Namun Agustus sama sekali tidak peduli dengan pendapat orang-orang di luar sana.


Pria itu bahkan masih mendeklarasikan bahwa Aurora benar dan sistem kerajaan selama ini yang memperlakukan seorang budak dengan secara tidak manusiawi adalah kejahatan yang sangat tidak bisa dimaafkan.


Tetapi saat Agustus mengatakan itu ia malah mendapatkan tamparan yang sangat keras dari ayahnya. Karena hal itu Agustus sudah muak dengan kerajaan.


Bukan keinginannya untuk menjadi seorang putra mahkota yang dituntut harus sempurna dan tetap menjalankan sistem kerajaan yang dulu hingga sekarang. Tapi statusnya saat ini sedikit memiliki keberkahan karena Agustus suatu saat nanti bisa menggunakan statusnya untuk menaikkan derajat-derajat orang lain.


Pikiran Agustus menjadi liar. Ia malah berpikir ingin melakukan pembunuhan dan merebut tahta untuk dirinya sendiri. Jika menunggu lebih lama lagi mungkin Agustus tidak akan bisa sesabar itu.


"Bagaimana pendapatmu Pangeran? Besok akan diadakan hukuman pancung secara massal."


"Jawabanku masih sama. Kalian semua di sini tidak ada manusia. Kalian hanyalah seorang binatang yang tidak memiliki hati nurani. Mungkin aku merasa kalian lebih mengerikan dari seorang binatang. Karena binatang pun terkadang memiliki hati."


Brakkk


"Kau!!" Amarah Raja Alirik tak bisa dibendung lagi. Raja itu sangat membenci anaknya yang selalu menentang dirinya. "Apa kau belum cukup puas dengan hukuman yang kau terima kemarin?"


"Bagaimana aku bisa mematuhi segala ucapanmu. Sedangkan kau membunuh adikku dengan cara tidak manusiawi. Ketika kau membiarkan seseorang membunuh ibu kandungku, aku berusaha untuk tetap ikhlas. Ketika kau menghentikan kasus pembunuhan tunanganku, aku juga tetap berlapang dada. Meski aku masih melawan ucapanmu dan terus mencari kebenaran kasus itu. Sepertinya kau ingin melindungi seseorang, Raja. Dari semua kasus besar yang terjadi di kerajaan ini, hampir semua kasusnya kau hentikan. Namun, ada seorang budak yang ingin melakukan pemberontakan karena untuk mencari keadilan di kerajaan ini kau malah membunuhnya. Bahkan kau membunuh adikku. Aku tentunya tidak akan bisa tinggal diam, mungkin dulu aku bisa menjadi bonekamu. Tetapi Raja, aku bukanlah Agustus yang dulu. Aku akan menentangmu jika kau berani menghentikanku. Apa yang dilakukan oleh Aurora adalah benar, seharusnya kita sadar dan berpikir lebih manusiawi lagi."


"Lancang sekali kau Agustus!!"

__ADS_1


Semua mata mengarah kepada Agustus. Pria itu baru saja melontarkan kata-kata penolakannya. Mungkin saat ini para menteri menganggapnya remeh. Tetapi Agustus akan membuktikan harga dirinya tidak akan bisa diinjak-injak.


Semua pengawal sontak menghampiri Agustus dan ingin menangkap laki-laki tersebut. Tetapi Agustus menatap ayahnya dengan berani. Ia mengeluarkan pedangnya dan tanpa terduga melawan semua pengawal itu hingga pengawal tersebut mati menggenaskan.


Para anggota kerajaan yang ikut dalam rapat tersebut terkejut melihat apa yang telah dilakukan Agustus. Tampaknya pria itu tidak main-main dengan ucapannya. Terlihat dari wajahnya yang sangat serius.


"KAU SEPERTI INI HANYA KARENA SEORANG WANITA? AGUSTUS SADARLAH... KAU SELAMA INI DIMANFAATKAN DIA. JANGAN SEPERTI ADIK MU YANG MATI KONYOL HANYA KARENA MEMBELA DIA."


"OCEANUS MENINGGAL BUKAN KARENA MEMBELA AURORA. TAPI DIA MATI KARENAMU RAJA!!! KAU SUDAH MEMBUNUH ANAKMU SENDIRI!! KAU AKAN DIKUTUK TUHAN DAN IBUKU!!"


Setelah itu Agustus keluar dari ruang rapat tersebut. Pedangnya masih ia pegang dengan erat. Dari ujung pedang tersebut menetes darah segar yang berasal dari darah para pengawal yang mati di pedangnya.


_________


Raja menyentuh kepalanya yang sedikit pening. Masalah akhir-akhir ini sudah membebani dirinya. Pertahanan kerajaan Engrasia juga semakin lemah.


Memang di saat seperti ini arak ribuan tahun lebih nikmat. Ditambah lagi dengan kehadiran wanita yang sangat dicintainya, Isabella.


Dengan wajah palsu Isabella menghampiri raja. Ia tersenyum kepada raja dan menyentuh tangan Raja.


"Ada apa Raja memanggilku kemari?"


"Isabella, akhir-akhir ini aku merasa tidak tenang. Apakah langkahku membunuh anakku sendiri adalah salah?"


Isabella terdiam. Ia memijat punggung raja. Sedikit seringaian terukir di wajahnya.


"Apa yang kau lakukan Sudah benar-benar yang terbaik. Memang sudah sepantasnya orang yang telah melanggar aturan kerajaan untuk dihukum dengan berat. Aurora pantas mendapatkannya, dan pangeran Oceanus yang telah membelanya juga pantas untuk mendapatkan hukuman itu. Bagi raja yang adil dan bijaksana harusnya tidak pernah memandang bulu untuk menegakkan keadilan."

__ADS_1


Mendengar sedikit pencerahan dari Isabella membuat Raja lebih tenang. Ia tersenyum dan menyentuh tangan Isabella.


"Isabella, kau memang yang paling mengerti diriku. Aku bahagia memilikimu."


Isabella tersenyum palsu. Sejujurnya di dalam hati wanita itu ia tengah merasa jijik dengan apa yang dilakukannya. Bahkan ia merelakan diri untuk merendahkan dirinya sendiri demi membalaskan dendam orangtuanya.


Raja menarik tangan Isabella dan menarik wanita itu agar lebih dekat. Ia menyuruh agar Isabella duduk di pangkuannya. Kemudian raja memeluk erat tubuh Isabella.


Isabella menahan air matanya yang hendak turun. Sungguh apa yang ia lakukan saat ini adalah hal yang paling dibenci Isabella seumur hidupnya.


"Isabella aku menginginkan diri mu."


Isabella tak mampu untuk menolak. Apapun keinginan raja pasti ia harus turuti jika raja tidak ingin marah padanya. Tak punya pilihan lain selain Isabella harus mengangguk dan tersenyum seolah ia juga menginginkan hal yang sama.


"Aku juga menginginkannya, Raja."


Sepanjang malam Isabella meneteskan air mata. Umur aja tak semuda Isabella. Mungkin teman-teman sosialitanya mengetahui hal itu akan mengolok-olok dirinya.


Namun tidak ada cara lain agar ia bisa membalas dendam. Wanita itu rela melakukan apapun meski itu adalah hal yang sangat menjijikkan.


"Aku benar-benar membenci diri ku sendiri," batin Isabella dan memejamkan matanya kelelahan.


_________


Tbc


JANGAN LUPA UNTUK LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA

__ADS_1


__ADS_2