Dicintai 3 Pangeran

Dicintai 3 Pangeran
Part 45


__ADS_3

2 tahun kemudian


Pagi yang cerah dengan penuh kicauan burung-burung membuat suasana pagi itu terasa damai. Seorang wanita membuka matanya dan ia mengerjapkan beberapa kali mata indahnya itu saat matahari menembus pertahanannya.


Ia menghela napas dan membuka mata dengan lebar melawan intensitas cahaya tersebut. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar dari kamarnya. Ia tersenyum melihat seorang pria yang tengah memasak.


Ia pun menghampiri laki-laki tersebut dan memeluknya dari belakang. Hidup dengan sederhana membuat mereka mengerti dengan kebahagiaan yang sesungguhnya.


"Ada apa?" tanya laki-laki tersebut pada wanita itu.


Ia tampak sangat manja dan menggelengkan kepalanya. Perempuan tersebut semakin mengeratkan pelukan di tubuh kekar pria itu.


"Berhentilah. Aku kesulitan memasak."


"Aku tidak mau."


Pria itu mengalah dan membiarkan si wanita melakukan apapun semuanya terhadap dirinya. Ia menoleh ke belakang dan tersenyum melihat kekasihnya tengah memeluknya manja.


Melihat wajah wanita itu dari depan membuatnya merasa damai dan juga tenang. Wajah imut perempuan tersebut mampu menghipnotis dirinya dan juga telah menghiburnya beberapa tahun ini.


"Aurora. Apa kau lelah?"


"Aku sama sekali tidak lelah. Aku hanya merindukan mu," ujar Aurora dan menyengir.


Oceanus menghela napas panjang dan menundukkan wajahnya. Pria itu mencium bibir Aurora sekilas. Aurora tertawa dan makin memeluk tubuh Oceanus.


"Aurora, kau ingin membunuh ku? Ini sangat sesak," keluh Oceanus namun tak dihiraukan oleh perempuan tersebut


Aurora tak mau lepas dengan Oceanus. Sifat manjanya benar-benar meraja lela. Begitulah jika ia kepada orang yang sangat disayanginya.


Sudah banyak hal yang dilakukan Aurora bersama-sama dengan Oceanus. Tentunya perasaan cinta tak usah ditanyakan lagi, ia timbul secara alami dari lubuk hatinya yang terdalam. Aurora sangat menyayangi Oceanus dan begitupula sebaliknya.


"Sayang, I love you."


"Too."

__ADS_1


Oecanus menatap ke arah makanan yang ia masak. Laki-laki tersebut menghela napas panjang saat melihat makanan itu sudah gosong dan berbau.


Aurora menatap ke arah kuali tersebut dan tertawa. Mungkin pagi ini mereka akan makan makanan gosong.


"Karena kau."


"Jahat. Salahin Aurora, padahal kan Aurora tidak melakukan sesuatu."


"Iya sayang, iya." Oecanus mengusap kepala Aurora dengan sangat lembut dan dibarengi oleh rasa gemas.


Aurora menahan napasnya diperlakukan seperti itu. Jantungnya berdebar sangat kencang.


"Panegran..."


"Sudah aku katakan jangan memanggil ku dengan itu lagi, hm..." Aurora menutup mulutnya refleks.


Ia ingin melarikan diri dan Oceanus sigap menangkap tubuhnya dan mendekap tubuh Aurora dengan sangat erat.


Aurora menatap pria itu dengan was-was. Ia mengepalkan tangan memberanikan diri untuk menatap mata Oceanus langsung.


Aurora menggenggam baju Oceanus dengan erat. Aurora berusaha untuk mengimbangi ciuman tersebut hingga akhirnya ia sudah tak sanggup lagi untuk bertahan dengan Oceanus.


"Emmmmm..."


Oecanus pun melepaskan ciuman tersebut. Sisa saliva Oceanus masih tertempel di bibir Aurora. Oceanus mengusap bibir Aurora yang memerah. Aurora dibuat tak berdaya dengan perlakuan Oceanus.


"Sudah tahu kan apa yang terjadi jika kau menyebut ku seperti itu lagi."


Aurora mengangguk polos. Mata Aurora seolah sedang kebingungan dengan apa yang terjadi. Sekarang ia persis seperti anak kecil yang masih polos.


Aurora dan oceanus berhasil selamat dari tragedi pembunuhan yang hampir merenggut nyawa mereka berdua. Siapa sangka perwira atau jenderal tertinggi yang ditugaskan untuk menangkap mereka membiarkan oceanus dan Aurora pergi.


Lagi pula ia mana mungkin bisa membunuh seorang pangeran. Terlebih lagi jenderal tersebut dengan Oceanus merupakan teman yang cukup akrab dalam militer.


Bisa dikatakan bahwa mereka adalah teman dekat. Bahkan mungkin lebih dari itu, karena jenderal tersebut merupakan bawahan dirinya atau asistennya.

__ADS_1


Pada saat itu mereka kompak untuk memalsukan kematian Oceanus dan Aurora. Berbagai cara dilakukan oleh mereka semua untuk merekayasa hal tersebut dan tampak rapi agar tidak dicurigai raja.


Setelah merasa aman akhirnya Oceanus dan Aurora hidup tenang di sebuah desa terpencil. Aurora juga sudah banyak melakukan hal-hal yang baru di desa itu.


Selain itu Oceanus yang sudah terbiasa dengan kemegahan dari kecil mulai belajar menjadi orang yang sederhana bersama Aurora.


Oceanus sebagai petani dan penulis sebuah buku terkenal, dan Aurora mengejar impiannya ingin menjadi penari balet terkenal. Ia belajar dan menjadi wanita nomor satu di desa itu karena kehebatannya dalam menari balet.


Setiap menari Aurora akan menggunakan penutup wajah saat ia tampil. Ia juga sering diundang untuk tampil di beberapa istana. Namun, mereka tidak akan pernah membuka jasa untuk istana.


Seringkali pihak istana mencarinya. Untungnya berbagai alasan membuat Aurora dan Oceanus bisa terlepas dari belenggu istana. Sebenarnya Oceanus tak ingin Aurora menjadi seorang penari balet. Tetapi Ia juga tak bisa melarang kesukaan Aurora.


"Hari ini kau memiliki jadwal tampil lagi."


Aurora mengangguk dengan semangat. Wanita itu tampak sangat bahagia.


"Iya. Hari ini aku akan menjadi penari balet di suatu acara. Aku senang..."


"Aku tahu kau akan senang."


Untuk hubungan mereka berdua merupakan sepasang kekasih. Banyak hal telah mereka lalui bersama. Lagi pula keduanya saling mencintai. Hanya saja hati Aurora yang bercabang. Selain mencintai Oceanus ia juga sangat mencintai Agustus dan Sargon.


Hal itu diketahui oleh Oceanus. Namun pria itu tetap menerimanya dengan lapang dada. Lagi pula Aurora sangat mencintainya dan ia telah memiliki Aurora. Mendapatkan sebagian hati dari Aurora sudah membuat tenang batin Oceanus.


"Aurora, ingat, kau jangan pernah tergiur untuk tampil di istana. Kau tahu sendiri bagaimana kejamnya istana memperlakukan kita."


"Aku tidak akan pernah ke istana. Aku juga sangat membenci istana. Hidup bersama mu di sini aku sudah sangat tenang. Biarkan mereka menganggap kita sudah tidak ada."


Oceanus tersenyum lebar dan mengangguk. Ia memeluk tubuh kecil wanita tersebut dengan sangat erat.


_________


Tbc


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2