Dicintai 3 Pangeran

Dicintai 3 Pangeran
EPILOGE


__ADS_3

Perlahan tapi pasti kelopak indah itu terbuka. Bersamaan dengan terbukanya kelopak mata itu sinar matahari pun turut serta menusuk netranya.


Wanita tersebut mengerutkan kening dengan sangat dalam. Ia merasa asing dengan tempat ini. Seolah kehilangan ingatan ia pun sibuk memikirkan hal-hal yang ada di sekitar.


Ia rasa baru saja dirinya berada di suatu istana yang sangat megah. Namun Aurora sama sekali tak mengerti kenapa ia ada di sini.


Ia masuk ke dalam novel yang dibacanya dan dia juga bertemu ketiga pangeran yang akan menjadi suaminya dan ia memiliki anak dari ketiga pangeran itu. Aurora pun panik dan berusaha mencari anaknya.


Perasaan Aurora ia baru saja mengasuh anak sulungnya. Dan tiba-tiba ada benda keras yang menghujam dirinya hingga ia kehilangan kesadaran dan berada di tempat ini.


Aurora pun tersadar jika dia ada di dunia nyata. Seketika jantung Aurora berdetak sangat tidak karuan. Apakah mungkin kehidupan panjang itu hanyalah sebuah ilusi atau hanya mimpi semata.


Entah kenapa ia sama sekali tidak bahagia kembali ke dunia nyata. Mungkin dulu ia sangat ingin kembali ke dunia ini, namun sekarang rasanya ia merindukan tempat di mana ia menemukan cinta yang tak pernah samasekali ia temukan dalam hidupnya.


Aurora bangkit dan menyandarkan punggungnya. Entah kenapa rasanya mimpi itu terasa sangat nyata. Bahkan di dalam mimpi tersebut juga Aurora sadar bahwasanya dia berada di dunia berbeda. Seolah itu bukanlah mimpi tapi ada semacam sesuatu yang menariknya ke dalam sebuah ilusi seakan memberikannya sebuah ingatan masa lalu.


Huft


Aurora menarik napas panjang dan memejamkan mata. Tak lama terdengar pintu yang dibuka. Aurora menatap ke arah pintu dan senyumnya mengembang melihat ternyata sang nenek lah yang datang.


"Nenek!"


"Aurora! Akhirnya kamu sudah sadar. Nenek sangat khawatir apalagi kamu sudah tak sadarkan diri selama 1 bulan."


"Hah? Satu bulan?" tanya Aurora terkejut dan langsung menyentuh dadanya yang berdetak sangat kencang.


"Bagaimana mungkin?"


"Kamu mengalami benturan di kepala mu waktu kecil dan penyakit mu kembali kambuh."


Aurora pun menghela napas sejenak. Ia baru mengetahui hal itu. Dan ia juga tak terlalu mengingat masa kecilnya.


Namun hati Aurora sangat sedih. Kapan lagi dia bisa bertemu dengan para pangeran yang sangat ia cintai?

__ADS_1


___________


Aurora diundang di salah satu peresmian museum yang ada di Inggris. Kabarnya museum itu sudah sangat lama dan juga menyimpang barang-barang klasik yang ada di abad pertengahan.


Aurora yang mulai tertarik dengan sejarah tentu saja tak melewati hal itu. Ia ingin mencari tahu lebih banyak lagi mengenai beberapa kerajaan yang ada di Inggris.


Ia pun menyerahkan tiket masuk dan diantarkan salah satu staf ke suatu ruangan.


Aurora melihat segala peninggalan yang ada di sana. Namun Aurora sangat terkejut karena ada beberapa barang yang sangat familiar di dirinya.


Ia melihat sebuah kalung yang dalam ingatannya kalung itu adalah kalung dirinya yang diberikan oleh Agustus.


"Ini kalung apa? Dan milik siapa?" tanya Aurora kepada penjaga museum tersebut.


Wajah sang penjaga itu tersenyum lebar. Ia menunjukkan beberapa barang dan Aurora makin terkejut semua barang di situ persis yang pernah ia miliki di zaman dulu. Selain itu Aurora juga melihat beberapa barang yang merupakan milik kerjaan Engrasia.


"Semua barang ini adalah milik salah satu Ratu yang sangat terkenal di kerajaan Engrasia. Dia merupakan salah satu salah satu emansipasi wanita di zaman itu. Mendirikan hak-hak wanita dan selain itu dia juga yang membebaskan para budak dan memperjuangkan hak-hak mereka. Keberanian ratu Engrasia ini menjadi salah satu motivasi banyak tokoh."


"Siapa ratu itu?"


"Ah dia adalah ratu Aurora istri dari seorang raja Agustus yang sangat terkenal. Sayangnya ratu meninggal saat ia kejatuhan salah satu bangunan saat ia menggendong pangeran kecil. Sangat sayang umurnya tak panjang dan perjuangannya juga sangat pendek."


Oh Tuhan ini persis seperti apa yang ia lihat di dalam ilusi itu. Jelaskan kepada-nya apa yang sebenernya terjadi.


"Lalu bagaimana dengan Raja?"


"Dia tak bertahan lama hingga raja pun meninggal karena selalu mengenang ratu."


Aurora pun berjalan ke stan lain dan menatap sebuah lukisan yang hampir membuatnya terjatuh saking syok nya. Di lukisan itu tertulis nama Aurora dan juga lukisan tersebut sangat mirip dengan dirinya yang ada di abad pertengahan.


Semua orang menatap Aurora dan membandingkan Aurora dengan foto ratu Aurora.


"Kau sangat mirip dengannya."

__ADS_1


"Terima kasih."


Aurora pun berlari meninggalkan tempat itu. Apakah yang ia lihat semua itu adalah nyata dan bukanlah sebuah mimpi?


"Akhh!" Aurora tak sengaja menabrak seseorang saat ia berlari kencang.


Wanita itu pun mengaduh kesakitan dan menatap orang yang sudah ia tabrak.


"Ma.." Aurora langsung terdiam kala wajah itu sangat familiar. Ia pun mundur beberapa langkah.


"Kau?"


"Aurora!" Suaranya pun masih sama.


"Kau!! Agustus?"


"Akhirnya kau mengingat ku."


Tidak hanya Agustus namun di sana juga ada Oceanus dan Sargon. Aurora sangat terkejut melihat mereka.


"Kenapa kalian ada di sini? Sebenernya siapa kalian."


"Kami adalah suami mu. Buku yang kamu baca adalah milik kami dan sengaja kami berikan agar kau mengingat semua kenangan kita."


Mereka pun memeluk Aurora dan Aurora sangat senang.


"Terima kasih. Ternyata kalian nyata."


"Kau adalah istri kami satu-satunya."


________


HUHUH AKHIRNYA BENAR-BENAR TAMAT.

__ADS_1


__ADS_2