Dicintai 3 Pangeran

Dicintai 3 Pangeran
Part 48


__ADS_3

Plakkk


Tamparan keras didapatkan Sargon dari ibunya. Setiap hari Sargon hidup dalam tekanan sang ibu, namun untungnya Sargon tak pernah mengambil pusing apa yang ia hadapi.


Ia membenci ibunya yang semena-mena namun Sargon sama sekali tak ingin melakukan hal buruk kepada ibunya. Selama ia bisa menghentikan sang ibu untuk mengacaukan kerjaan, Sargon masih bisa dapat bernapas dengan lega.


"Kau bodoh Sargon? Kenapa kau membawa pulang pangeran Oceanus. Aku sudah susah payah membuat citranya buruk dan kau dengan mudahnya membawa dia pulang. Jika dia masih ada peluang mu untuk menjadi raja sangat kecil." Itulah yang ibunya deklarasikan setiap hari padanya bahkan sampai Sargon muak mendengarnya.


Sargon menatap ayahnya yang juga sama seperti ibunya. Tidak dapat naik tahta tetapi anak yang diandalkan.


"Aku tidak pernah berharap ingin menjadi raja," ucap Sargon yang membuat Teresa dan Dendrick marah.


Dendrick menghampiri anaknya dan menampar anak itu tanpa perasaan. Sargon menarik napas panjang dan mengepalkan tangan. Ia tak mungkin melawan para pangeran yang sudah hidup bersamanya.


"Kau tahu apa yang kalian lakukan sangat menjijikkan."


"Kau lebih tidak tahu malu. Kau memiliki status yang terhormat tetapi kau tahu berapa kali kau sudah membuat malu ayah ibu mu, hah? Kau masih punya hati dan harga diri untuk membalikkan citra kami. Demi perempuan itu kau bahkan rela melawan ayah dan ibu mu dan menghancurkan semua yang ayah dan ibu mu harapkan kepada mu."


"Sebelum ada dia aku sudah tidak setuju dengan rencana kalian. Jangan pernah silahkan Aurora," ujar Sargon penuh penekanan dan ancaman.


"Apa maksudmu Sargon!!"


"Aku bukan anak kecil. Aku adalah Jendral dan aku tidak bodoh untuk menuruti keinginan mu."


Napas Teresa tak bisa lagi terkontrol. Ia mengikuti kemarahan Teresa. Teresa mengepalkan tangan dan pergi begitu saja dari hadapan anaknya.


Air matanya menetes. Ia menyesal melahirkan Sargon yang tak berguna baginya. Laki-laki tersebut menatap sang ibu yang pergi begitu saja.


"Kau lihat? Kau sudah mengecewakan ibu mu. Anak baji.ngan!!"


Sargon menatap ayahnya tajam.


"Kau lebih bajingan karena menyuruhku melakukan hal keji kepada saudara-saudara ku sendiri."


"Kau lihat apakah raja sekarang pantas untuk menjabat? Dia tidak pantas sama sekali duduk di kursi itu. Keturunannya sama saja seperti dia. Dia pun sama seperti kakek mu yang tidak becus," ujar Dendrick pada anak sulungnya.


"Kau pikir apakah kau lebih baik darinya? Apakah kau tidak pernah berpikir jika kau lebih tidak pantas untuk duduk di tempat itu. Dan aku juga sama," ujar Sargon dengan senyum tipis di wajahnya.


"Kau lebih pantas darinya."


"Aku tidak peduli dengan ambisi mu. Jika kau ingin melakukan penyerangan lakukan sendiri, mungkin aku yang akan menjadi musuh mu di Medan perang."

__ADS_1


Sargon pun meninggalkan istananya. Ia sudah muak dipaksa memberontak. Sargon adalah orang yang sangat setia pada negara, hanya karena Aurora lah dia berani melawan raja dan menentang peraturan kerajaan.


Namun apa yang ia lakukan adalah sebuah kebenaran. Kecuali Aurora sudah melakukan kejahatan dan ia mendukungnya mungkin itu dirinya yang salah.


"Keluarga kerajaan memang benar-benar sangat tidak menyenangkan. Pantas Oceanus dan Aurora lebih memilih untuk tinggal jauh dari istana. Aku mengerti sekarang," batin Sargon. Pria itu memejamkan mata dan mengepalkan tangannya.


__________


Aurora kembali ke Engrasia. Ketika ia kembali semua orang menyorakinya dan menghinanya. Mungkin tidak ada yang tak mengenali Aurora.


Nama Aurora sangat trending di dalam kota Madanesa sampai ke luar kota yang masih bagian Engrasia.


Aurora terpaksa harus menggunakan penutup wajah ketika ia keluar dari istana dan berjalan-jalan di luar istana.


Wanita itu tersenyum lebar melihat keindahan yang terpancar dari kota tersebut. Aurora juga dibebaskan oleh para pangeran itu untuk memilih jalannya sendiri menjadi seorang penari balet.


Ia diberikan guru khusus bahkan Aurora juga sering tampil di acara-acara besar yang dilaksanakan oleh kerajaan Engrasia.


Aurora cukup terkenal di Engrasia karena tarian baletnya yang sangat indah dan juga memukau. Wanita itu memiliki kekhasannya sendiri saat menampilkan tarian baletnya. Di mana Aurora selalu menggunakan cadar.


Sengaja hal itu ia lakukan karena bagaimana pandangan masyarakat terhadap dirinya yang sangat buruk. Aurora khawatir jika ada yang mengenalinya dan juga malah mencacinya.


Selain itu Aurora juga sangat merasa bersalah kepadaku dan ia ajak untuk melawan kerajaan. Aurora tidak tahu apakah mereka membencinya saat kematian mereka atau malah berbahagia karena telah mati dalam perjuangan.


Aurora belum bertemu dengan para budak yang ditawan oleh kerajaan. Saat ini Aurora sangat ingin bertemu dengan Faris dan Mareta. Fares dan Mareta adalah sahabatnya yang berasal dari golongan budak.


Merekalah yang selalu membantu Aurora selama ini. Aurora merasa berhutang budi kepada mereka.


Saat asyik berjalan Aurora tak sengaja melihat seorang anak yang pernah ditemuinya. Aurora sangat ingat dengan anak itu, ia pernah bertemu sekali juga dan sama bertemunya di pasar.


Aurora mulai mengingat-ingat siapakah nama anak itu. Anak laki-laki tersebut sangatlah menggemaskan.


"Siapa namanya? Kenapa aku bisa melupakan namanya?" rutuk Aurora kepada dirinya sendiri yang memiliki ingatan sangat lemah.


Aurora berusaha untuk berpikir keras mengingat kembali siapakah nama anak itu. Sambil menghampiri anak tersebut sambil ia mengingat-ingat namanya.


"Ah iya, dia adalah Branard," ujar Aurora dalam hati sambil menahan rasa senang.


Dia pun mencoba punggung anak tersebut. Branard menoleh ke belakang dan wajahnya mengembang melihat Aurora.


"Kau!" tunjuknya kepada Aurora.

__ADS_1


Aurora menganggukkan kepala. Ia pun memeluk anak itu dengan sangat erat. Aurora mengelus-elus kepala Branard dengan penuh kasih sayang.


"Kau masih mengingatku anak manis?"


"Tentu saja aku mengingatmu. Aku sangat ingin bertemu denganmu kembali. Dan sekarang sepertinya Tuhan mengabulkan permintaanku. Aku bertemu denganmu di sini."


"Aku juga sama berdoa kepada Tuhan agar bisa melihatmu kembali. Dan sepertinya Tuhan juga menijabah doaku. Dan aku bertemu denganmu kembali."


Keduanya pun saling berpelukan dan menahan rindu. Padahal pertemuan mereka hanyalah sekilas tapi mereka sama-sama menyimpan rindu yang sangat luar biasa.


"Bagaimana kabarmu anak manis? Apakah kau baik-baik saja? Wanita itu sering memaksamu?"


Branard pun ingat saat ia bertemu dengan Aurora, pada waktu itu ia sedang bersama ibunya. Akan tetapi wanita yang ia panggil Ibu dulu telah tidak ada di dunia ini.


"Aku tidak pernah dipaksanya lagi. Mungkin ia sudah tenang di alam sana."


Aurora terkejut dan langsung menutup mulutnya. Bukan maksudnya untuk mendoakan agar perempuan itu sudah tidak ada, karena Aurora sempat berdoa sedemikian rupa dan wanita itu benar-benar sudah tidak ada di dunia ini.


"Maafkan Aku, karena aku sempat mendoakan ibu mu tidak ada. Ah apakah dia benar ibu mu."


"Iya dia benar ibuku," ucap Branard yang membuat Aurora heran. Jika dia adalah ibu dari Branard, kenapa wanita itu sangat kejam sekali kepada anak kandungnya sendiri.


Sudahlah, lagi pula tidak ada yang benar-benar terlihat menyayangi. Bahkan Raja sendiri rela memerintahkan untuk membunuh anaknya. Lantas hal apa yang membuatnya tidak percaya jika orang tua kandung bisa melakukan hal yang buruk kepada anak kandungnya sendiri.


"Kau, pasti pergi sekarang. Aku turut berduka cita atas perginya ibumu."


"Tidak apa-apa. Sekarang aku juga sudah memiliki Ibu baru. Dia adalah ibu Isabella." Aurora terdiam. Nama Isabella mengingatkannya kepada putri Isabella yang sangat dibencinya. "Nah itu ibu ku, dia mengatakan jika aku adalah anak kandungnya, dan orang yang dulu mengasuhku hanyalah pelayannya."


Aurora pun mengikuti arah tunjuk Branard. Aurora terkejut bukan main saat melihat wanita itu. Apakah ia tidak salah? Apakah benar ini anak Isabella? Namun, rasanya tidak mungkin.


Branard sudah sangat besar dan itu artinya Isabella sudah memiliki anak sangat lama. Tetapi siapa?


Aurora pun bergegas pergi agar keberadaannya tidak diketahui oleh Isabella. Aurora bersembunyi karena ingin menyelidiki hal tersebut.


"Branard anak Isabella dengan siapa? Siapa ayah Branard?"


_________


Tbc


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2