Dijodohkan Dengan Musuh

Dijodohkan Dengan Musuh
Episode 12


__ADS_3

jangan lupa vote dan like nya ya






"Pegang telinga awas lepas"


"Sirik aja lo"


"Memang cantik kok calon istri kamu,kalau Masi singgel mau Tante jodohkan dengan Anton anak Tante" pancing Tante Zila agar Erik marah


"eh enak aja,enggK cari sendiri mau motong jodoh orang" kata Erik tidak terima


"becanda Rik,gak mungkin la,orang Anton aja di singapur sana mana mungkin bisa langsung kesini,tapi kalau kamu iklas Tante iklas kok"


"enggak Erik gak iklas,Uda Tante pesanan mama kasi sekarang"


"Nadin suami mu cemburu tu"


"Uda ayu Rik,Tante Zila cuman becanda doang,langsung di ambil hati"


"Uda ini cincinnya"


"Uda yok pulang" Erik langsung menarik tangan Nadin masuk kedalam mobil


"KALAU BERUBAH PIKIRAN BILANG YA" Tante Nadin langsung menggoda


Erik langsung mengendarai mobil nya menuju ruamh Erik


"Uda jangan di ambil hati lagi,hanya becanda,Lo langsung kayak gitu"


"Lo tau gak,gue itu,cem"


langsung menutup mulutnya "


Lo itu calon istri gue ya gue marah la"


langsung menyambung omongannya karna gakmau Nadin curiga


Lama di perjalanan kami sampai dirumha Erik,


"Assalammualaikum ma pa"


"Waalaikumsalam nak mama dan mantu mama,Uda pulang ternyata"


"ia Ma"


"adapaya ya ma,mama manggil kami kesini" tanya Erik langsung


"Kita tunggu mamanya Nadin duluya"


di sele sela perbincamgan mama nya Nadin pun datnga dengan papanya


"Assalammualaikum jeng"


"Waalaikum salam jeng,masuk sini" mempersilakan mamanya Nadin duduk


"Karna semua Uda kumpul,kami mau memberitahu bahwa kalian berdua tinggal di apartemen papa yang di kota A itu,jadi kalian kesekolah tidak jauh"


"Apama,tinggal berdua,yang bener aja ma,kami tinggal berdua sama Erik ma,nanti Erik hilaf ma"rengek Nadin pada mamanya


"Erik setuju ma,kapan mau pindah" jawaban Erik membuat Nadin tambah kaget


"Lo kok setuju si,nanti Lo hilaf gue bunting gimana,gak mau mah" rengek Nadin pada semua


"Kalian kan Uda mau nika,jadi gak papa la kalian satu kamar,gak ada penolakan ya"


Dengan terpaksa Nadin mengiakan apa kata orang tuanya itu


"Iadeh Nadin mau,Nadin mau beresi pakaian dulu"


"Gak perlu,mama Uda bawa semua pakaian mu,bahkan poster poster gak berguna kamu itu mama bawa semua"


"Niat banget si ngusir anak nya ya ma"


"Bukan ngusir nak,Biar kalian lebih mengenal satu sama lain "


"terserah lah"


"Erik kalian berangkat sekarang,malam Uda bersi baju kamu yang di lemari itu,jadi kamu tinggal pindah aja"


"yauda mama,Tante,Nadin dan Erik berangkat dulu"


"Ia nak hati hati ya" jawab mereka semua


Erik dan Nadin berangkat apartemen yang di beli oleh ayahku bulan lalu


memang dari rumah Erik apartemen itu di lewati oleh Erik,tapi kalau di lain sisi sekolah dan apartemen dekat


Lama mereka di jalan,Nadin pun akhirnya tertidur di dalam mobil karna dia Belum ada tidur siang


"Kebiasaan Lo kalau di mobil gue suka tidur ya" sambil mengelus rambut Nadin


Akhirnya mereka sampai di apartemen,tapi Nadin belum bangun


"Gue banguni apa enggk ya,udah deh gue gendong aja,keliatan capek banget dia"


Rio dan Nadin keluar dari mobil, banyak pasang mata melihat mereka


"Wah ganteng banget,itu yang sdi gendong siapa ya"


"Romantis banget,tapi mau ngapain kesini"


"Cewek gak bener dia ni kayak nya"

__ADS_1


"Itu cewek bener gaksi,kalau cewek gak bener,masak satpam ngasi masuk"


Dan lainnya Masi banyak lagi


"Cewek sukanya gosip,kalau tau Nadin apa gak ngamuk dia"


akhirnya sampai di depan apartemen dia,sandinya adalah sidik jari dari Erik jadi dia gak pala ngeluarin kartu dari sakunya


"Tidur yang nyenyak putri tidur" sambil mengecup kening nadin


"Lebih baik gue carimakan buat makan sore nantilah" Erik keluar


Erik keluar Uda 15 menit yang lalu,Nadin yang Uda bangun bingung dia dimana


"Gue di mana ni kok gak kayak kamar gue ya"


Dia berkeliling di dalam kamar "oh ini apartemen nya papanya Erik,tapi Erik mana"


Gue keliling dulu lah


"Wah dekat pantai enak banget gue bisa liat sunset dari sini"


Lagi enek mandangi luar jendelah Erik tiba tiba masuk


"Eh Uda bangun Lo,makan dulu sini,ambil piringnya di dapur"


"Oke" Nadin pergi mengambil piring


"Nadin lama banget si"


Nadin keluar tapi tidak membawa piring


"Mana piringnya Nadin" Erik bingung


"Hehe gak tau dimana"


"Bilang dong dari tadi kalau gak tau"


Erik jalan mengambil piring yang di dalem lemari


"Ini dia,yauda makan yok"


"yauda ayok"


mereka jalan menuju meja makan


"Mana piringnya biar gue ambil kan"


"ini nah"


Nadin mengambil piring dari Erik


"Piring gue mana" tanya Nadin karna Erik hanya membawa satu piring


"Kita kongsi,satu piring berdua"


"Gak papa,yauda Lo sulangi gue"


"is ia ia" kata Nadin berat hati mengiya kan nya


Mereka makan dengan satu piring berdua


"Lo mandi dulu gue mau nyusuni pakaian dulu"


"Yauda gue mandi dulu"


Lama Erik mandi tapi dia lupa bawa handuk


"Nadin ambili handuk gue" teriak Erik dari dalam kamar mandi di


"Is Lo tu,nyusain Mulu"sambil mengambil anduk yang di suru Erik " na Andik nya"


"makasi" kata Erik langsung mengambil handuk yang di ambil oleh Nadin


Erik keluar dengan handuk yang di lilit di pinggang


"Elo kok gitu si keluarnya,gak malu apa ada gue di sini" Sambil menutup mata


"Alah Lo itu sok malu,bentar lagi pun Lo liat punya gue jugak"


"ih Erik Lo itu ih gerem deh gue"


"buka kali mata Lo,gak gue apa apa in jugak"


Nadin pelan pelan membuka mata,Nadin malu sekaligus liat badan Erik yang berbentuk roti sobek


"Tadi malu,sekarang melongo lu" goda Erik yang memandangi perut erik


"Ih Lo nyebeli,tau ah gue mau lanjut lagi" berlari dengan pipi merah


"Uda Lo sana mandi,nanti gue yang nyusun baju Lo" kata Erik menawarkan karna memang Uda menunjukan waktu sore


"Yauda deh,gue mandi dulu gerah udahan"


"Erik menyusun baju Nadin,dan menemukan pengaman milik Nadin," ini toh bentuk nya,lumayan jugak" sambil memikirkan yang tidak tidak


Nadin Uda siap mandi,ia menghampiri Erik yang sedang menyusun baju


"Ini Lo yang nyusun" tanya Nadin yang melihat pengamannya suda Ter susun rapi


"ia lah gue,jadi siapa yang disini mang Dadang" kata Erik yang menggoda


"ngapain Lo susun cobak,nanti kan gue bisa sendiri " marah nadin


"Nantikan gue liat juga si" tau ah BT gue


Nadin langsung turun keruang tv karna marah,belum sempet keluar Nadin Uda di ejek lagi


"ngomong ngomong,besar juga ya punyalo"

__ADS_1


Nadin yang malu langsung lari ngejar Erik


jadilah mereka kejar kejaran


"Uda din gue capek" karna gak kuat lari lagi


"gak sini Lo sini" emisi Nadin


Karna Erik tiba tiba berhenti,Nadin tidak melihat Erik alhasil mereka langsung tersungkur dilantai dengan Nadin di atas Erik


"Gan teng cucak Lo kalau dari dekat" Pikiran nadin


"Cantik Lo nambah"


Mereka saling sadar karna karna deheman dari orang tua mereka


"wah ganggu ni kita,pulang yuk" goda bunda Nadin


"Yauda yok,lanjut aja ya,bentar lagi halal aja kok" tambah di goda mama Erik


Meraka yang sadar langsung bangkit ketempat semula


"ih apa si Bunda,siapa yang ganggu,orang kita jatoh kok,makanya bisa kayak gitu" kata Nadin menjelas kan


"Ia ni mama jangan asal ngomong aja,gak ngelakuin apa apakok sumpah" Erik meyakinkan


"Ngapa ngapain pun gak papa,orang kita mau majuin lagi kok pernikahannya"


Nadin dan Erik langsung terkejut


"apa Bun dimajuin,gak bisa gitu dong Bun,jangan dimajuin aku belum siap" rengek nadin


"ia ni mama,kami gak ngelakuin apa apa kok"yang kaget


"Uda gak papa,biar gak ada perjinahan" kata bunda menjelaskan


"Uda yok kita di ruang tv aja,biar enak cerita soal nikahan ini" kata ayah Nadin agar mereka bisa lebih tenang bercerita


mereka semua berjalan ke ruang tv karna mereka ingin membahas kemajuan pernikahan mereka


"kita kesini ingin memajukan pernikahan kalian karna kalian Uda rumah sendiri,kami GK mau ada perjinahan di antara kalian"


Nadin dan Erik sama sama diem karna bingung mau ngomonga apa


"Gimana nak,mau kan,biar kita semua aman nak" kata bunda menasehati


"Kan bunda dan ayah yang nyuru kami satu rumah,kenapa pernikahan kami di majukan ini kan gak adil jadinya" Nadin berbicara dengan expresi sedih nya


"Kami ngelakiluin ini karna kalian kan biar bisa kenal satu sama lain,agar kalian bisa lebih aman,biar kalau ada pemeriksaan keamanan kalian aman jugak,kami Uda ngomong sama keamanan disini karna perjodohan kalian" jelas papa Erik


"yauda lah terserah kalian kami bisa apa kalau kami bicara gak bisa nolak" kata nadi


perbincangan pun dilakukan kapan yang pas,ternyata ayah dan papa Erik Uda menentukan kapan pernikahan mereka berlangsung


"Yauda akan mengadakan pernikahan di Minggu depan,kalian akan nika di hari Minggu akhir Minggu ini" jelas papa Erik


"yauda apa kata kalian aja"


mereka berbincang bincang karna watu Uda Tenga malam,mereka langsung pulang


"boleh sekamar jangan ngelakukan dulu ya"


"ia Ma Pa,kami gak akan ngelakukan,kalau kalian suru pun kami gak akan ngelakukan"


"karna kalian disini,coba enggk abis gue" batin Nadin yang waspada


Mereka pun keluar dari apartemen Erik


"gue tidur mana" kata Nadin


"Ya tidur bareng gue la" kata Erik santai


"gak gak,enak aja, gue tidur bawa aja,Lo aja tidur atas"kata Nadin yang gak mau sekamar sama Erik


"Yauda Lo tidur atas,gue tidur bawa,masak ia gue biarkan cewek tidur di bawa"


"Owh bagus la,gue susun dulu tempat nya" kata Nadin yang menyusun temapt tidur Erik


Erik dan Nadin tidur dengan Erik dibawa Nadin diatas


Jam suda menunjukkan jam 2,Nadin yang terbangun pun melihat Erik yang kedinginan


"apa gue suru tidur atas aja ya,kasian dianya tidur bawa,tapi nanti gue di apa apain gimana" Nadin berpikir sejenak "udalah,kasian anak orang jugak tidur di bawa


Nadin turun dari tempat tidur untuk membangunkan Erik


"Eh Rik,bangun pindah gi diatas"


Erik yang mendengar suara Nadin pun terbangun


"Ada apa Lo banguni gue" kata Erik yang gak dengar yang di bilang Nadin


"Pinda ke tempat tidur sama gue,kasian gue liat Lo tidur di lantai" kata Nadin


Erik berjalan ke tempat tidur


"Gue disini,Lo disitu,dan ini batas buat kita" sambil memberi guling di tenga


Mereka tidur Sampek pagi menjelang






Hay gays jangan lupa vote dan like nya ya

__ADS_1


__ADS_2