Dijodohkan Dengan Musuh

Dijodohkan Dengan Musuh
ketemu Santi


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit,mereka segera mendaftar dan menunggu panggilan,sambil menunggu Bara sibuk dengan ponselnya sedangkan Nara tengah asik berbicara dengan ibu-ibu yang juga periksa mata karena anaknya tak sengaja melempar bola dan mengenai mata sang ibu sehingga sang ibu menjadi agak buram dalam melihat.


"Bara!"kata seseorang yang baru datang,sedangkan bara yang merasa namanya di panggilpun segera mendongak dan terlihat seorang gadis cantik dan sexy berjalan kearahnya.


"santi?" kata Bara terkejut sedangkan sang gadis tersenyum lembut,karena sahabat lamanya masih mengingatnya


"ternyata loe masih ingat gue Bar,gue kira loe lupa?" terang santi


"enggak lah,masa sama teman sendiri lupa" balas Bara


"oh ya,loe sakit apa bar,kok ada di sini?" tanya Santi seolah perduli

__ADS_1


"bukan gue yang sakit,gue cuma antar Nara aja" jawab Bara sambil menoleh ke arah Nara berada,sedangkan Santi yang awalnya tersenyum senang karena bertemu Bara,kini wajahnya berubah menjadi biasa dengan senyum masamnya.


"oh.. ternyata dia masih suka nempel sama loe ya,dari sd sampe sekarang gak bosan jadi parasit terus" kata Santi seolah mengejek Nara,sedangkan Nara yang mendengar itu menjadi tak terima


"apan sih loe,gue dan__"belum sempat Bara membalas Nara lebih dulu memotongnya.


"mulut tu di jaga kalau bicara,apa perlu gue gampar dulu biar gak asal njeplak aja? Lagian kalau iri tuh bilang boss,gak usah ngatain orang kaya gitu"jawab Nara yang udah ada di samping Bara dengan bersedekap dada


'sial loe Ra,dari dulu selalu bikin gue emosi,dan selalu bergaya seolah loe doang yang akan menang dan loe itu selalu jadi penghalang gue'batin Santi sambil memandang tajam Nara


"sory ya,gak level buat gue iri sama loe,loe itu cewek menjijikan yang gue kenal karena sedari dulu selalu nempel sama Bara seolah loe gak laku tau gak" ejek Santi dengan senyum mengejeknya

__ADS_1


"loe__" belum sempat melanjutkan kata-katanya Nara telah di panggil untuk pemeriksaanya,Nara pun segera meninggalkan Santi dan Bara.


"bersyukur loe karena gue sudah di panggil,kalau gak udah habis wajah loe dengan tangan gue,dan gue pastikan mulut najis loe itu gak akan bisa ngehina gue kaya barusan" ancam Nara sebelum pergi saat akan masuk ruangan Nara menghentikan langkahnya saat mendengar santi berkata sesuatu.


"gue gak takut,dan sebelum itu terjadi loe lebih dulu gue hancurin" kata santi tak mau kalah,sedangkan orang yang melihat itu hanya saling pandang,Bara pun hanya diam melihat kedua gadis itu bermusuhan karena dia sudah hafal dengan tabiat kedua orang itu jika bertemu akan ada adu mulut dari keduanya.


Nara yang masuk.seorang diri ke ruang pemeriksaan hanya acuh tak acuh.


'ckckck..pria brengsek udah bikin mata gue kaya gini,buat gue adu mulut sama cewek jadi-jadian eh malah dia betah ladeni tu makhluk halus ketimbang ikut gue,ok.. dia kira gue gak bisa sendiri,maka gue akan diemin loe sampe loe minta maaf sama gue' batin Nara yang masih dongkok dengan Bara dan Santi,setelah di periksa Nara di beri resep obat,dan segera keluar ruangan. Saat ingin ke tempat pengambilan obat Nara melihat Bara yang ikut di belakangnya,sedangkan Nara tak melihat keberadaan Santi di sana. Tak menunggu waktu lama Nara segera mendapatkan obatnya,mereka segera pulang sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam tak ada yang memulai obrolan,hingga mereka tiba di rumah.


Nara segera masuk kerumah dan meninggalkan Bara yang baru masuk ke rumah,bahkan Nara langsung masuk kamar dan menutup pintu dengan sedikit kasar,Bara yang kaget pun terjingkat kaget.

__ADS_1


Dor..


"astaga.. Tuh anak kenapa? Kayanya dari tadi wajahnya horor setelah ketemu santi" gumam Bara,karena tak ingin ambil pusing bara pun segera ke kamarnya,untuk istirahat


__ADS_2