
Setelah ayah ku pergi aku mencari keberadaan teman atau pun sekaligus sahabat ku.
Jangan heran kalau Nadin diluar rumah Nadin tidak berbicara aku, kamu. Ia lebih suka dengan sebutan Lo, Gue.
Bagi nandini orang tuah la yang harus di hormati. Jadi harus memakai bahasa yang sopan.
Yang dikatakan kak Kelvin tadi di rumah. Aku memiliki 2 sahabat yaitu bernama Citra dan Bunga, mereka sahabatku waktu aku masi di bangku SMP.
"Kok aku enggak meliat mereka ya, kemana ya mereka." Sambil berjalan dan ngomel sendiri.
"Lumayan jugak la sekolah ini, masi ada pepohonan dan tanaman lainnya, tenang." Sambil menarik nafas.
Karena serius mencari mereka, Nadin tidak senganja menabrak seseorang hingga yang ku tabrak jatuh.
"Eh maaf aku enggak sengaja." Ucap Nadin sambil membungkuk mengucap kan kata maaf.
"Bisa jalan yang bener gak si lo, liat ni jadi kotor." Katannya dengan nada tinggi
"Siapa si ini kok resek banget, sudah minta maaf jugak." Batin Nadin
"Lo itu gak punya mata ya sampai gue disini lo gak melihat." tanya orang tersebut.
"Kan aku uda minta maaf. Kenapa harus marah si." kataku karna tak mau kalah.
"Apa Lo bilang maaf, apa dengan Lo minta maaf baju gue ini bisa bersi lagi, uda lo yang salah, kenapa lo yang marah sama gue. Ah uda lah males gue ngeladeni lo." Langsung pergi ninggalin Nadin.
"Ih sial banget si, Gue kan sudah bagus minta maaf, eh dia langsung nyolot, siapa cobak yang enggak marah. Baru masuk sekolah Uda Uda ketemu yang kayak begituan, lagian Citra sama Bunga kemana si kok gak ada batang hidungnya dari tadi." Sambil berjalan mencari.
"Kok enggak ada, apa jangan-jangan mereka enggak jadi masuk sekolah sini.'' Pikir Nadin.
dari kejauhan Nadin melihat dua sahabat nya berada di kantin "Oh disitu toh mereka, Masi pagi jugak mereka uda ke kantin, lambungnya uda kaldaluarsa kalik ya." Ia berjalan menghampiri sahabat nya.
"Mang aku misop nya ya satu, pedas ya mang." Citra memesan makanannya.
__ADS_1
"Aku jugak misop nya satu, pedes ya mang."
"Cit, Nadin kok belum datang ya, kesiangan apa ya tu anak kok belum nongol jugak." tanya Bunga yang menunggu Nadin
"Paling Masi tidur dia, tau kan lo kalau dia itu kebo." Jawab Citra sambil mengejek.
"Ia, kebo mati." Mereka tertawa.
ide jahil terpikir kan oleh Nadin untuk mengejutkan teman nya.
"DOOOR." Nadin mengejut kan kedua sahabat nya.
"eh copot kau" Bunga yang terkejut membuat Nadin tertawa "Ih Nadin kebiasaan suka ngagetin." Kata bunga dengan wajah yang terkejut.
"Lagian kalian aku cari gak ada eh ternya ya di kantin lagi gosip orang yang gak ada." sindirnya.
"Lo tau Din kalau kami bicarain kamu. Wah hebat kamu ya kayak anak dukun." Bunga bertepuk tangan.
"Siapa anak dukun, kalian aja yang enggak ngeliat gue disini dari tadi." Jawab Nadin.
"Gue denger kalau kalian itu bilangkan gue kebo mati karena begadang." Jawabnya membidik.
"Karena lo datangnya lama banget, makanya kami bilang lo itu kebo mati." Jawab bunga
"Kenapa kalian masi pagi uda pesan makanan, ada masalah sama lambung atau oprasi nambah lambung, masi pagi uda dikantin." Tanya Nadin.
"Lo aja yang datang nya kelamaan Din, untung gak telat lo, hari pertama telat kan enggak enak." kata Citra dengan memakan pesanan nya yang di antarkan mang kantin nya.
"Hari pertama masuk aja uda membuat gue gak enak Cit." kata Nadin memikirkan kejadian tadi.
"Emang kenapa, kok kayak bete gitu" tanya Bunga.
"Gara gara nyari kalian aku nabrak seseorang Sampek jatuh terus dia marah. Bilang gue enggak punya mata, ih ngeselin banget tau padahal aku uda minta maaf."
__ADS_1
"Sabar aja Din, mending Lo pesan makanan aja mana tau kalau kenyang hati senang. Kayak gue ini, kalau bisa gue tambah kalau ada waktu." Kata Bunga menghibur.
"Kirain ehsan kalok kenyang hati senang. Lo bisaya mau tambah, gue aja yang belum sarapan aja enggak kayak lo." Jawab Citra ngeri.
"udahlah enggak nafsu makan gue, ngeliat bunga makan aja gue uda kenyang, apa lagi kalau gue pesen enggak kemakan kan sayang mubazir. Jawab Nadin.
"Tenang Din, masi ada daur ulang kita, tenang aja." Sambil mengarahkan ke bunga.
"Lokira gue tong sampah apa ya, main daur ulang aja."
"Mana tau Lo mau, itu aja Lo bilang kurang." Ejek Citra.
Lagi enak-enak makan di kantin, ternyata bel sekolah untuk berbaris di halaman sudah berbunyi. Kami segera berkompul seperti arahan yang di kumandangkan.
BAGI SISWA SISWI BARU HARAB BERBARIS DI LAPANGAN SEKARANG JUGA KARENA ADA PENGUMUMAN PENTING.
Semua siswa siswi pun berbaris dan Nadin dengan 2 sahabatnya pun ingut berbaris.
"Assalammualaikum wr.wb perkenal kan nama saya Erik Pradika Sanjaya dan di sebalah kanan saya Dewa Mahardika dan di sebelah kiri saya Rangga pranama. Saya sebagai ketua OSIS kalian dan sebagai pembimbing kalian untuk hari ini." Pidato yang dibawakan oleh Erik panjang lebar.
"Oh ternyata dia ketua OSIS, tapi kok nyebelin ya. Tapi kalau dari sini kok ganteng ya. Eh apa si yang elo pikirkan si Nadin, Lo suka sama dia,jangan sampai." Nadin berkata dalam hati
"Eh kenapa bengong, mukul-mukul kepala pula, mau geger otak lo." Kata Citra melihat kearah Nadin.
"Ia kenapa lo, aneh lo sari ini." Bunga ikutan bertanya.
"Itu yang gue cerita ke kalian yang gue bilang enggak sengaja gue tabrak tadi waktu nyari kalian berdua, ternyata dia ketua OSIS." katanya kaget.
"Serius Lo kak Erik yang Lo tabrak, lo tau gak kak Erik itu orang nya terkenal dingin enggak gampang senyum, banyak yang enggak berani natap dia, eh ternyata lo berani nabrak dia hebat Lo." pujian yang di berikan citra agak menyindir.
"Memang hebat, tapi gue itu merasa lepas dari kandang macan masuk kandang harimau." jelasnya.
"Itu bukannya yang tadi nabrak gue ya waktu jalan, gue kerjain lo hari ini, uda buat gue harus ganti baju lagi gara gara lo. Lo kira gue diem aja, tunggu ya gue nyelesai pidato gue dulu.
__ADS_1
"Itu yang di belakang ke apa cerita."
Hai gays ini cerita aku hari ini. Jangan lupa like dan vote nya ya. Maaf juga kalau ceritanya kurang enak di baca. Oh ia jangan lupa comen apa yang kurang.