Dijodohkan Dengan Musuh

Dijodohkan Dengan Musuh
Episode 20


__ADS_3

Hay gays jangan lupa like dan vote nya ya





guru sudah masuk ke ruangan,kami pun memulai pelajaran,Masi setenga pelajaran guru keluar dari ruangan karna ada rapat untuk OSIS


gue masi duduk sebangku dengan Al,ya walaupun gue merasa tidak senang dengannya,tapi gue masa bodoh aja


"Din,lu Masi marah ya sama gue,jangan lama lama dong, gue merasa gak ada temen sebangku " rengek Al


"Emang kita perna kenal,kan enggk" jawab Nadin ketus


"Jangan dipikirin lagi Napa, yang lalu biar berlalu" kata Al yang masi berusaha membujuk


"Gue lama lama enek liat lo" sambil berdiri


"Ayu,kita tukaran tempat duduk dong" kata Nadin,Nadin pernah dengar ayu suka sama Al jadi dia orang yang tepat


"Gu...gue Din" jawabnya kikuk


"ia elo,awas gue mau lewat" Kata Nadin pada Al


"Enggk,Lo itu yang di tugaskan Ama guru sebangku sama gue " jawabnya tetap kekeh


Citra dan bunga yang mendengar perdebatan mereka langsung ketempat Nadin duduk


"Lo itu terbuat dari apa si,keras kepala banget,Kata Nadin gak mau ya gak mau,Lo siapa nya si ngatur ngatur dia" Tanya Citra


"Ia Lo itu gak tau malu banget" Timpal bunga


"Ya suka gue dong,kita itu harus mengikuti apa kata guru,kalau dia pinda nanti dimarah siapa yang susah gue juga kan" bela Al


Cita yang jenga dengan jawaban Al ia pun langsung menebak apa mau Al "Apa jangan jangan suka sama Nadin makanya Lo berusaha membujuk Nadin " Tebak citra


"Ia gue suka sama Nadin kenapa" jawab Al tegas


"Lo gila ya,Nadin itu ist....." langsung di bungkam oleh citra


"apa katalo gak dengar gue,denger ya selama janur kuning belum melengkung gue bebas bebas aja dekat sama dia" Al tetap ngeyel


"gue males sama Lo,Lo itu anak baru,belagu pula,gue males,lama lama gue diemi lu ngelunjak" nadin lompat dari meja


"Din,mau kemana Lo" Kata citra bingung


"Gue mau pinda kelas,kalau dia juga ngikuti gue,gue akan pinda sekolah,gue mau ke kantor kepsek mau ngurus pindahan gue" jawaban Nadin membuat sahabatnya itu sedih


"Jagan pinda dong,masa Lo tega sama kita Tampa lo"Rengek bunga


"Ia Din,karna cowok belagu kayak dia Lo pindah" Jawab citra


Al yang mendengar bahwa Nadin nekat mau pinda sekolah ia pun lebih baik mengalah dari pada ia enggak bisa mendapatkan Nadin


"Ternyata Lo keras kepala ya,gue harus uba rencana buat dia tetap di kelas ini" batin licik Al "Lo janga pindah,gue yang akan pinda dari tempat duduk Lo" katanya langsung membawa tasnya

__ADS_1


"bagus deh Lo kalau nyadar" bukan Nadin yang jawab tapi bunga


"Uda din,balik lagi ya"bujuk citra "ayok jangan pikirkan orang gak waras tadi" Nadin yang pasra ia kembali ke tempat duduknya


bel istirahat berbunyi,semua siswa yang merasa lapar langsung berlarian kekantin


Nadin Masi mencatat,karna perdebatan ia dengan Al memperlambat pekerjaannya,tetepi bunga dan citra sudah siap jadi mereka bisa langsung ke kantin


mereka tidak tega meninggalkan Nadin sendiri jadi mereka memutuskan menunggu Nadin siap mencatat


"Kita ke kelas Nadin dulu" Kata Erik yang dari tadi pilingnya tidak enak


"Mau ngapain Lo kesana,oh ia lupa binik Lo sama ayang beb gue disitu" kata Rangga cengar cengir


Mereka berjalan menuju kelas Nadin Sepenjang jalan mata memangsa yang melihat ke arah geng Erik merasa kagum karna ciptaan yang di turunkan Allah untuk mereka


"Mel itu kak Erik sama gengnya kan'' tanya Karin,karna ia perna dengar yang namanya Eri itu ganteng dan punya 2 sahabat


"Ia Rin,gue naksir banget sama temen kak Erik kak dewa namanya,yang sebelah kanan kak Erik " sambil menunjuk dewa


"Boleh juga tu Mel,Lo dewa gue Erik"Kata Karin "nantikan kak Erik lewat depan kita,gue pura pura jatoh pasti kak Erik tolongi gue" Rencara licik karin


"Boleh jugak tu,biar gue bisa liat wajah ganteng kak dewa dari dekat" semangat Amel


Mereka merencanakan semua dengan matang.Erik dan gengnya lewat dari kelas Karin ia langsung memulai drama yang ia buat,bukan di tolongi Erik cuman lewat aja,padahal ia jato pas di depan Erik


Erik bukannya nolongi ia cuman menghindar Tampa melihat ke belakang


Siswi yang melihat Karin jatoh drama makin menyorakinya,bukan menolong nya


"Gak Lo tolongi Rik,kasian tau dia" Kata Rangga yang melihat


"enak aja gue,nanti gue di buat pepes Ama bebeb gue" jawabnya ngeri


"Yaitu taulo" jawabnya


Mereka Masi berjalan menuju kelas Nadin


Karin Masi berada di lantai,tiba tiba ada tangan yang ingin menolongnya


"Apa perlu bantuan" ya siapa lagi kalau bukan Al si modus


"Gak perlu gue bisa sendiri" jawabnya ketus


Kerin langsung bangkit dari lantai


"Gue tau Lo suka sama Erik,kalau Lo mau kita bisa kerja sama" kata Al


"Gue gak perlu kerja sama apa lagi sama Lo,gue Masi bisa mendapatkan Erik tanpa bantuan Lo,yuk Mel,kita kekantin" Karin langsung pergi


"Mungkin sekarang tawaran gue belum berlaku buat Lo,tapi nanti gue akan buat Lo bertekuk lutut dan mohon sama gue" senyumnya licik


Erik sampai di kelas Nadin,siswi yang berada di kelas langsung heboh


Citra dan bunga yang melihat ayang beb mereka langsung nyamperi


"Kalian kenapa belum keluar" tanya dewa pada pacarnya

__ADS_1


"Kita nunggu Nadin siap nyatat,padahal kita Uda laper Lo" Jawab bunga yang memotong pembicaraan citra


"Yauda kalian duluan aja,biar gue yang nunggu Nadin"Jawab Erik takut Nadin pingsan lagi


"Yauda gue sama yang lain duluan " Kata dewa langsung di angguki oleh Erik


Erik yang mempunyai ide jahil ia diam diam ada di belakang Nadin,ia mencolek Nadin yang lagi fokus,tapi kalau Nadin melihat ia akan bersembunyi


Erik mulai mencolek telinganya "Ia apa si cit,bentar deh gue lagi sibuk ni" Erik menahan tawanya


Ia mulai Mencolek tangan nya" bentar dong,gue bentar lagi siap,apa laper Lo Uda tingkat atas" omel Nadin,Erik yang masi tetap menahan tawanya Masi setia menjahili Nadin


Erik memikirkan apa yang harus ia lakukan agar Nadin faham kalau ia disini sendirian


"Apa gue tarik rambutnya aja ya" batin Erik


Ia mulai menarik rambutnya,Nadin dengan sepontan melihat kebelakang enggak ada siapapun ia mulai memanggil manggil sahabat nya


"Citra,bunga,kalian dimana,kok gue di tinggal si" ia memanggil dengan wajah panik


"Yang nyolek gue tadi siapa,apa hantu genit ya" batinnya


"Mohon hantu genit jangan ganggu gue,gue Uda nikah jangan genit sama gue,nanti suami gue marah" oceh nya


Erik yang memahan tawanya setenga mati ia pun langsung mengejutkan Nadin


"Door"


"Ah Erik tolong,gue di ganggu hantu genit" jeritnya


Erik yang tertawa sangat keras menyadarkan Nadin yang tutup mata


"jadi dari tadi itu kamu,dasar kamu ya mau buat aku meninggal dadakan" Marah Nadin


"Ya enggk la,masa ia baru semalam nikah Uda jadi duda aku" jawab Erik


"Tadi kamu lucu banget ,jangan ganggu gue,gue Uda nika nanti suami gue marah" sambil mencontohkan gaya bicara Nadin


"Resek Lo,kemana semua gue kok di tinggal sama mahluk bulug kayak kamu,melebihi hantu genit"


"Yang lain Uda pada di kantin,kamu ngerjain apa si kok sampai serius gitu" Tanya Erik


"Ngerjain catatan yang di kasi pak agus,tadi katanya suru catat,gue tadi aduh mulut sama anak baru songong jadi gak siap" jelas nya


"kamu diapa in sama dia" sambil memutar Murat badan Nadin


"ih pusing Erik,aku gak di apa apain cuman hampir pinda sekolah aja di buat dia,eneg aku nya"Jawab Nadin


Erik yang hampir marahnya meledak pun di tenangkan oleh nadin


"Uda jangan di dipikirin orang kayak dia,gak penting gitu,mending kekantin aja,Uda laper aku" tarik Nadin takutnya Erik adu jotos lagi sama Al




__ADS_1



Hay gays jangan lupa like dan vote nya ya,agar aku bisa makin maju dari ceritaku ini


__ADS_2