
Nara yang tengah asik bersama kedua temannya lupa untuk pamit kepada orang tuanya kalau dia akan pulang terlambat, sedangkan Bara yang memang dari awalnya ingin kumpul dengan temannya pergi lebih dulu dari Nara dan nongkrong dengan teman pecinta balap mobilnya ditemani Erik dan Vandy. Hingga hari menjang sore saat Bara pulang mama dewi yang melihat Bara pulang sendiri seketika bertanya kenapa Nara tidak bersamanya.
" sore tan_eh ma" kata Bara setengah kagok
"sore Bara, Nara mana? " tanyanya sambil celingak celinguk mencari keberadaan anak gadisnya
" Nara belum pulang ma?" kata Bara balik bertanya
" belum,mama kira sama kamu,emang kenapa kalian tidak pulang bareng? " tanya mama Dewi
"em.. itu ma,tadi Bara ada kelas tambahan,aku kira tadi Nara udah pulang duluan" bohong Bara, mama Dewi pun memaklumi
"belum pulang,mungkin Nara lagi jalan sama temannya,biar mama coba telfon" kata sang mama,Bara pun mengangguk dan pamit kedalam dulu. Sang mama terus mondar mandir di teras rumah berharap anaknya segera pulang, tak biasanya Nara pulang terlambat tidak memberi kabar,sebagai seorang ibu tidaklah tenang sebelum mendengar kabar sang anak baik-baik saja.
Ditempat lain Nara sedang di time zone,setelah dari kafe mereka memilih ke taman bermain dan menghabiskan waktu untuk bermain sepuasnya,Nara tertawa riang hingga deringan ponsel mengagetkannya.
"ya hallo ma"
_______
"owh,ini sedang bermain sama Lala dan Lili ma"
_____
"maaf ma,tadi lupa memberi kabar hehehee"
______
"iya ma,bentar lagi juga pulang"
______
"iya"
______
__ADS_1
"iya mama sayang"
_____
"bye ma,,muach" kata Nara sambil mengakhiri sambungannya.
"siapa?" tanya Lala
"nyokap nanyain gue,kenapa belum pulang" kata Nara
"yaudah,ayo pulang,kita sudah lama di sini takut keburu malam nanti kita yang kena" kata Lili sambil memanyunkan bibirnya
"hehehee ayo,tapi biasa aja kali itu bibirnya" kata Nara sambil mencubit pipi sahabatnya itu.
Merekapun segera beranjak dari tempat itu. Sesampai di parkiran saat ingin masuk mobil Lili melihat ban mobilnya kempas.
"ya ampun! ini kok gini sich!" kata Lili dengan suara cempengnya.
"loe kenapa sih Li teriak-teriak aja dari tadi" protes Lala
"gimana gak teriak,noh loe lihat ban mobil gue kempas,gimana dunk kita pulangnya?" tanya Lili sambil menunjukkan wajah sedih nya.
"ya mana gue tahu,kan gue juga main di dalam sama kalian" kata Lili lagi
Saat ketiganya sedang sibuk membahas ban mobil yang kempes tiba-tiba ada seorang pemuda mendekatinya,dia berpenampilan rapi dengan setelan jas dan celana kantoran,wajah tampan,dan postur tubuh atletis mendekati ketiga gadis tersebut.
"maaf ini ada apa ya nona?" tanya nya
" em.. ini mobil temen gue bannya kempes om" sahut Nara
Ekspresi orang tersebut seakan kaget saat Nara menyebut nya dengan kata om. Sedangkan kedua temannya di buat melongo olehnya.
'aish.. Nara mah gutu gak bisa bedain mana yang om-om dan mana yang opa-opa korea' batin Lala
'yasalam.. ni bocah bener- bener ya,rasanya pingin gue omeli masa opa ganteng gini di panggil om sih,kelihatan banget ini tipe gue,udah ganteng tajir pula' batin Lili tqk kalah heboh.
__ADS_1
"bawa ban cadangan tidak? kalau bawa saya akan bantu pasangkan" jelasnya
"ada gak Li,kalau ada buruan gih kasih tau dimana biar di pasangin dan kita bisa pulang" sahut Nara
"hehehee sory guys tapi seinget gue gak ada soalnya kemarin kan di pinjem adek gue mobilnya dan ban mobil serepan di keluarin" jelas Lilik dengan malu-malu
"aduh, loe tu ya,hal penting kaya gini lupa dibawa,trus kita pulangnya gimana?" protes Nara
"ems,, alamatnya mana nona?" tanyanya lagi
Mereka bertiga segera saling melirik,takut jika yang ada di depan mereka adalah penjahat. Lelaki itu yang menyadari ketakutan mereka akan dirinya segera berbicara.
"jangan takut nona,saya tidak ada niat jahat,jika tidak percaya ini kartu nama saya" terang lelaki itu sambil menyodorkan kartu namanya. Setelah menerima kartunama itu Nara dan temannya pun percaya jika lelaki yang ada di depannya tidak berniat jahat.
" jadi gimana nona,boleh saya antar kalian" tanyanya lagi.
"em.. tapi gimana dengan mobil teman saya" tanya Nara
" serahkan sama saya, biar saya telfon bengkel langganan saya,besok biar di antar ke alamat kalian" sahut lelaki itu. Nara dan temannya segera mengangguk tanda setuju.
"sebelumnya terimakasih om,atas kebaikannya" kata Nara dengan sungkan,lelaki itu hanya tersenyum melihat Nara yang terlihat tulus dalam berbicara.
"tak masalah,tapi jangan panggil saya om donk manis,,emang saya kelihatan setua itu,dari tadi panggil saya om terus" kata lelaki itu dengan senyum menggoda yang membuat kedua teman Nara klepek-klepek sedangkan Nara malah bingung harus menjawab apa diapun hanya membalas dengan tersenyum.
"karena umur kita tidak berbeda jauh,gimana kalau panggil saya kakak aja" kata lelaki itu sambil tersenyum dan di angguki Nara dan kedua temannya, mereka sontak tersenyum bersama karena memang terlihat umur mereka tidaklah berbeda jauh mungkin hanya terpaut tiga sampai empat tahun saja.
'buset.. ni cewek kalau senyum manis banget,gue tau gini dari kemarin udah gue deketin' batin lelaki itu
"gimana kalau kita kenalan lagi secara langsung perkenalkan nama saya Revan Effendi biasa di panggil Revan,dan siapa nama kalian nona cantik?" tanyanya sambil mengulurkan tangan.
"Nama gue Lala saputri biasa di panggil Lala dan ini Liliana pratiwi biasa di panggil Lili dan temen gue yang ini Annara hazwa Wijaya biasa di panggil Nara" terang Lala dengan antusias memperkenalkan diri dan temannya yang di balas senyuman oleh revan maupun kedua temannya.
"Baiklah,karena kita sudah berkenalan mari kalian saya antar pulang karena hari juga sudah malam,nanti kalian di cariin keluarga dan takutnya saya yang akan kena imbasnya dikira mau bawa anak mereka klayapan" terang Revan sambil tertawa lebar, setelah itu mereka segera menaiki mobil revan dan segera meninggalkan tempat itu. Tak lupa sebelum mengantar mereka Revan lebih dulu tanya alamat mereka bertiga dan aetelah tahu Revan segera menuju alamat tersebut.
Sepanjang perjalanan pulang mereka asik bercerita sedangkan Revan diam-diam memperhatikan Nara lewat kaca mobilnya. Diapun ketika melihat Nara tersenyum ikut tersenyum,dan bertekan akan mendekatinya perlahan-lahan,hingga tanpa terasa mobil sudah sampai di depan pagar rumah Nara. Setelah menekan bel dan pak satpam membuka gerbang Nara segera turun, dan berpamitan dengan Revan dan kedua temannya.
__ADS_1
"terimakasih kak Revan karena sudah mengantar Nara, mari mampir dulu" tawar Nara dengan ramahnya
"kapan-kapan aja ya Ra,nih masih ngantar due cewek cantik lagi" kata Revan sambil tersenyum,Nara pun mengangguk mengerti dan segera berpamitan dengan kedua temannya, setelah itu Nara segera masuk kedalam,dan ternyata di teras sudah ada sang mama yang menunggunya.