
Sang mama yang telah melihat dari kejauhan Nara pulang dengan diantar seorang pria pun, sudah siap-siap dengan berbagai pertanyaan yang dari tadi sudah bermunculan di kepalannya. Nara yang melihat mamanya menunggu kepulangannya langsung tersenyum lebar.
"malam ma" sapa Nara sambil menyalami tangan sang mama dengan takzim
" malam sayang,kamu dari mana? tadi katanya sama Lala dan Lili tapi tadi mama lihat yang antar kamu seorang cowok,dia siapa? kamu masih ingatkan status kamu sekarang apa? dan di dalam ada suami kamu? dan kenapa kamu pergi sampai malam tidak izin sama suami kamu dan mama sayang, dan_" belum sang mama meneruskan pertanyaanya Nara segera memotongnya.
"stop ma, Nara kan bingung mau jawab apa kalau mama tanyanya panjang banget kaya kereta gitu" sahut Nara memanyunkan bibirnya
" abis setelah lihat kamu tadi mama kan penasaran dan banyak hal yang perlu kamu jelaskan sayang" sahut sang mama sambil mengajak Nara masuk.
" iya tadi waktu pulang aku tidak lihat mobil Bara yaudah karena aku kira dia ninggalin aku akhirnya aku bareng sama Lili dan tadi kita mampir di cafe pelangi dulu ma karena sudah lama gak ngumpul dan makan di situ setwlah itu aku pengen main jadi kita ke time zone karena keasikan main sampai lupa waktu kalau tadi mama gak telfon Nara, nah waktu kita mau pulang tiba-tiba ban mobil Lili kempes dan kebetulan ada kak Revan dan dia baik banget ma karena dia mau bantu antar kita pulang bahkan telfonin bengkel langganan dia buat ngurus mobil Lili ma" jelas Nara panjang lebar dengan senyum mengembangnya,sedangkan sang mama bernafas lega,karena sang anak pulang malam tidak neko-neko. Sang ayah yang duduk di sofa meja tamu ikut mendengarkan penjelasan sang anak.
" syukur lah nak,mama kamu tadi kuwatir sudah sore tidak lunjung pulang dan kamu tidak pamit mau kemana, dari tadi terus mondar mandir keluar masuk terus,papa sampai capek sendiri lihatnya" kata sang papa
" ih,papa mah gitu sama mama" kata mama seolah sedih sambil memamyunkan bibirnya sedangkan Nara hanya cekikikan, sang Papa pun mendekati sang mama dan memeluknya.
" maaf ya ma,pa, karena Nara kalian sampai kuwatir seperti ini,Nara janji gak akan ngulangin lagi" kata Nara setelah itu langsung mendapat pelukan dari kedua orang tuanya
" kamu udah makan belum sayang,kalau belum biar mama suruh bibi panaskan makanannya" kata sang mama
__ADS_1
" Nara udah makan tadi ma sama teman-teman sebelum pulang,Nara pengen cepet-cepet mandi lalu tidur,capek ma" sahut Nara
" yaudah,sekalian kamu minta maaf sama suami kamu,dan kamu jelasin tadi kamu kemana dan sama siapa,biar dia tidak salah paham" terang sang mama,Nara yang malas berdebatpun hanya menganggu dan segera beranjak ke kamarnya.
Setelah sampai kamar,Bara yang belum tidur hanya melirik Nara tanpa mau menyapa ataupun sekedar basa basi,dia lebih fokus pada ponselnya,Nara pun cuek toh ini adalah rumahnya,setelah meletakkan tasnya Nara segera masuk lekamar mandi untuk mbersihkan diri.
Setelah selesai dia segera memakai krim malamnya. Dan saat dia melihat Bara masih di kasur Nara segera tidur dan dengan sengaja menendang Bara hingga dia terjungkal,Nara yang melihatnya tertawa dengan puas sedangkan Bara yang kaget dan kesakitan emosi di buatnya.
" maksud loe nendang gue kaya gitu apa ha?" tanya Bara dengan emosinya
"hahahaa,, gak ada maksud, gue tadi gak sengaja,siapa suruh loe di situ" jawab dengan entengnya
"trus kalau iya,loe mau apa? mau pulang silahkan atau mau ngadu kaya anak kecil?" ejek Nara,Bara yang emosi pun mengepalkan tangannya,kemudian dia terlintas sebuah ide.
" ok! gue bakal tunjukin gue yang sebenarnya" kata Bara sambil terus mendekati Nara, sedangkan Nara tadi yang masih tertawa kini mulai panik dan mundur secara perlahan.
" Bar, loe mau ngapain? awas ya kalau macam-macam gue bakal teriak biar loe di usir" ancam Nara tapi Bara tidak takut dan terus mendekatinya sambil tersenyum penuh arti.
"hahahaa,, silahkan teriah,toh kita sudah menikah jadi terserah gue mau apain loe" kata Bara dengan seringainya. Sedangkan Nara semakin ketakutan dan panik takut Bara berbuat yang tidak-tidak dengannya.
__ADS_1
"berhenti Bar, awas ya kalau loe berani mendekat lagi" kata Nara semakin mundur hingga badannya mentok di sandaran ranjang,Bara yang melihat kepanikan Nara pun tersenyum senang.
'tuh kan baru gue ancam gini aja udah ketakutan lebih,apalagi kalau sampai gue buat lebih bisa-bisa pingsan nih bocah,hahahaa tapi gue puas siapa suruh main-main sama gue' batin Bara tertawa devil
Bara mulai meletakkan tangannya di samping badan Nara dan mengurung Nara, setelah itu mulai memajukan wajahnya sampai jarak dekat dengan wajah Nara, sedangkan Nara yang panik mulai memejamkan mata dengan keringat dingin membasah wajah cantiknya.
"Bar, to_tolong loe menjauh dari gue kalau gak gue bakal teriak kencang" kata Nara terbata-bata sambil terus memejamkan matanya
" teriak lah sekencang mungkin Ra,gue mau lihat ekspresi loe malu di depan orang tua loe sendiri" kata Bara berbisik di samping telinga Nara sambil menyunghingkan senyumnya.
"o_ok,gu_gue ngaku salah, gu_gue mohon loe mundurbar,gu_gue takut loe khilaf" kata Nara dengan nada bergetar seperti mau menangis. Bara yang puas melihat Nara di buat tak berkutik langsung tertawa terbahak-bahak dan mulai menjauh dari Nara, sedangkan Nara yang mendengar itu langsung membuka mata dan setengah emosi karena merasa di kerjain bocah tengil musuhnya itu yang sekarang berstatus suami.
"hahahaa gue suka ketakutan loe Ra,itu murni ekspresi loe,dan kalau di video in lucu banget" terang Bara dengan tawa lebarnya
"ya,ya,,puasin sekarang loe ketawain gue,lihat aja besok bakal gue balas yang lebih dari apa yang loe perbuat sama gue" kata Nara sambil mengepalkan tangannya
"ok,,gue tunggu pembalasan dari loe,gue harap bisa bikin gue kringet dingin kaya loe barusan ya hahahaaa" ejek Bara dan berhasil membuat muka Nara semakin merah padam menandakan bahwa dia benar-benar marah.
Nara pun tak menjawab dan langsung keluar kamar sambil membanting pintu,sedangkan Bara semakin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Nara yang di anggapnya lucu itu.
__ADS_1