Dijodohkan Dengan Musuh

Dijodohkan Dengan Musuh
Episode 21


__ADS_3

Hay gays jangan lupa like dan vote nya ya


Erik dan Nadin sampai di kantin.Nadin heran kenapa sahabatnya itu melihat Nadin seperti orang bingung


"Kalian kenapa,kok ngeliat gue gitu banget" Nadin berkata heran


Erik yang menyadari apa yang di herankan temannya itu hanya senyum kemenangan


"Gue tau Din dia itu milik Lo,tapi gak usah di pegang sampai sini jugak kalik" goda bunga


Nadin yang sadar bahwa Nadin menggandeng tangan Erik sepanjang jalan kenangan,eh maksutnya sepanjang jalan kekantin


"kamu kok gak ngomong si kalau aku gandeng sampai sini" kata Nadin yang cemberut "malu tau" sambil menutup muka


"Ngapain malu,itu berarti kamu itu takut kehilangan aku" goda Erik


"Woy ini kantin bukan tempat goda menggoda rayu merayu ya" sewot Rangga


Karin dan Amel melihat kemesraan mereka tidak suka


"Awas Lo ya Nadin,pokoknya Erik harus jadi milik gue, apapun caranya" geram Karin


"Ia tuh si Citra,ngapain cobak duduk sebelah Rangga,enggak pantes tau,yang pantes itu gue bukan dia" Amel yang ikut geram


"Gue ada ide" Karin membawa mangkok berisi kuah misop,walau pun gak panas tapi pedas karena di kasi cabai rawit sama Karin


Karin yang pura pura lewat menumpahkan kuah itu tepat di paha Nadin


"Eh maaf enggak sengaja gue" Kata Nadin Tampa dosa


"iya,enggak papa kok" kata Nadin mengibas ngibas rok sekolah nya


"Betul enggak papa Din,itu kuah ada cabe rawit nya Lo" kata citra melihat paha Nadin merah


Erik yang paham kalau itu bukan kebetulan melainkan itu Uda rencana,karena orang yang jatuh di hadapan Erik adalah orang yang sama yang menyiram kuah misop ke paha Nadin


Erik mempunyai ide untuk memanas manasi nya "Sayang,aku kawani kamu ke UKS yuk" kata Erik


Nadin yang terkejut di panggil sayang ia bingung pada Erik "Eh ia,ayok" katanya gugub


Karin yang marah melihat kemesraan Nadin dan Erik ia menghentak hentakan kakinya


"Gue tau kok Lo itu sengaja nyiram kua itu ke paha Nadin" dewa berkata langsung kepada Karin


"Maksud kakak apa yah,aku kok enggak paham" katanya pura pura bodoh


"Ia Wa, maksud Lo apa" tanya rangga


"Lo inget gak,orang yang drama jatuh di depan Erik sama orang yang nyiram kua misop ke paha Nadin itu adalah orang yang sama" Tanya dewa


"Oh berarti Lo mau merusak hubungan sahabat gue ya" citra yang marah pada Karin


"Maksut lo apa,gue gak sengaja kok,kalau gue suka sama Erik kenapa masalah sama Lo" tantang Karin


"Lo Masi bilang masalah,ya masalah la,Lo jangan jadi benalu di antara Erik dan Nadin ya" ancam Bunga


"Emang kenapa kalau gue mau jadi benalu,kita liat aja siapa yang bakal menang" tantang Karin


"Dasar wanita penggoda" Jawab dewa yang emosi


Karin pergi menemui Amel yang uda tertawa bahagia


"Masalah ini jangan Sampek Nadin tau,kalian tau kan kalau Nadin tau bisa berabe urusannya" kata citra


"Emang kenapa" tanya dewa penasaran


"Tadi itu dia abis adu mulut sama Al si anak baru itu,Dia hampir pindah sekolah karna Al selalu membuntutinya kalau di kelas,jadi kalau masalah ini di dengar Nadin bisa bisa tempur" jelas citra


Mereka sepakat tidak memberi tahu Nadin karna emosi dan mental Nadin itu berbeda jauh jadi ia gampang drop

__ADS_1


Nadin dan Erik Masi di UKS ia Uda memberikan rok ganti untuk Nadin


"paha kamu enggak papa" tanya Erik khawatir


"Gak papasi,cuman panas aja pangkal paha gue" kata Nadin


Erik yang Uda marah atas kelakuan Karin terhadap Nadin,ia memutuskan untuk membalasnya nanti


"Yauda aku ke kelas duluan ya,panas banget ini soalnya" keluh nya


"Apa gak izin aja" usul Erik


"Enggak usa kamu nanti ada rapat OSIS nanti aku minta antar sama Citra atau Bunga aja" katanya tidak enak


"Enggak,kamu tunggu sini,aku rapat cuman sebentar,Rangga dan Dewa nanti kan ikut juga jadi ada temen kamu Citra sama Bunga" jelasnya


"Terserah kamu aja deh,kalau aku bilang enggak nanti kata kamu melawan suami itu dosa " katanya sambil menurunkan gaya Erik bicara


"Kamu bisa kamu ya sekarang" Erik menyelidiki Nadin


"Ia Rik,ampun Rik gak lagi deh" katanya tertawa terbahak bahak


Al yang melihat kebersamaan mereka merasa geram


"Kalian nikmatilah kesenangan kalian,sebentar lagi gue akan memisahkan kalian"katanya langsung pergi


Bel sudah bunyi,mereka masuk kedalam kelas,karna Nadin di suru nunggu di UKS Nadin hanya bisa bermain handphone dan tiduran sambil merasakan panas di pahanya


Jam suda menunjukan pukul 2siang ,itu tandanya murid sudah diperbolehkan buat pulang kalau sudah bel


Citra dan Bunga langsung ke UKS karena di suru erik


"Masi panas paha Lo Din" tanya bunga


"Uda agak mendingan lah,untung pengaman gue gak kenak,jadi Masi aman" kata Nadin bercanda


"Oh ia lupa gue" sambil cengengesan


"Din Lo itu belum ada perasaaan apa sama Erik yang Uda serumah sama Lo" tanya citra


"Gue enggak tau perasaan gue ke Erik gimana,gue takut kalau gue serius sama dia,dia bakal ninggalin gue" katanya serius


"Lo selalu membayangkan yang belum Lo lakuin,coba membuka hati sama dia,gue yakin dia serius sama Lo" Jelas citra


"Lo ngerasa enggak si kalau si Erik itu Uda mulai perhatian sama Lo,contohnya yang Lo baru kenal sama Al yang ia hampir nabrak Lo,dan ini Lo kena kuah misop ia langsung bertindak cepat"Bunga ikut menjelaskan


"Mungkin nanti gue bakal berusaha buat terima dia,apa lagi gue Uda nikah sama dia bukan pacaran lagi" Jawab Nadin


"Ya kami sebagai sahabat Lo cuma bisa mendoakan yang terbaik aja buat Lo,semoga yang Lo lakukan memang yang tepat" nasehat Citra


"Gue sayang sama kalian,makasi ya buat suport kalian" sambil merangkul sahabatnya


Lama kami berbincang akhirnya rapat OSIS pun selesai


"Uda yok kita pulang Uda sore jugak" kata Rangga


"yok la,gue pun Uda ngantuk ini Pengan bobo cantik gue" jawab bunga


"Pantes badan Lo kayak **** buntal kerja lo itu makan tidur doang " ejek Nadin


"Hay gays pacar nya disini Lo,kalian gak takut" ancam rangga


"Oh ia lupa,maaf ya gak sengaja ngejek nya" ejek citra


"Uda yok pada pulang,nanti gerbang di tutup" jawab Erik.


Erik memang pewaris sekolah nya itu,tapi dia tetap mengikuti aturan yang ada di sekolah,jadi bukan karna dia pewaris Erik bisa keluar masuk se enaknya


Mereka Uda pulang kerumah masing masing begitu jugak dengan Nadin

__ADS_1


"Rik gue mandi duluan ya,Uda gerah ni paha gue" pinta Nadin dan di angguki oleh Erik


"Yauda mandi sana, masa depan gue nanti takutnya berpengaruh" goda Erik langsung lari dari hadapan nadin


"EEEERRRIIIIKKKK" Jeritnya


"Waw nyaring juga ya suaranya,burung aja takut dekati apartemen gue karna ada anak rimba ngamuk" katanya sambil geleng geleng kepala


Nadin sudah selesai mandi,ia melihat Erik tidur dengan pulasanya ia berencana mengerjai Erik


"kena Lo sama gue sekarang" Nadin langsung mengambil alat make up nya.Ia berencana ingin mendandani Erik,karna Nadin tau sebelum mandi Erik bercermin dulu baru mandi


Nadin sudah memulai dengan bedak,ia mulai dengan yang lain hingga selesai lukisan dia di wajah Erik


Nadin yang puas dengan karyanya ia langsung mengambil fotonya baru membangun kan Erik


"Rik bangun Rik,gue Uda selesai" sambil menggoyang goyangkan badannya


"Lama banget si kamu mandinya,aku sampai pulas tidurnya"


Erik mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.erik bercermin melihat mukanya sendiri


" kok ada banci di kamar gue ya" katanya Masi setenga sadar


"Cantik juga bancinya" ia berjalan melewati cermin,hingga ia tersadar "Mana mungkin ada banci di kamar gue,jangan jangan" ia kembali lagi kecermin dengan buru buru


"NNNNNNAAAAAAADDDDDDIIIIINNNNNN" jerit nya di kamar mandi


Nadin yang mendengar jeritan Erik di kamar mandi ia langsung bersembunyi karena takut di amuk singa jantan


"Nadin dimana kamu,keluar sini Nadin" panggil Erik yang sedang marah


Nadin yang bersembunyi di lemari ia mengunci lemarinya dengan tangan nya


"Hacuh" bersin Nadin di dengar Erik,tetapi Erik berpura pura tidak mendengarnya


"Nanti aja deh gue cari,gue mandi dulu" akting Erik yang ingin mengejutkan Nadin


Nadin yang merasa sudah aman ia keluar dari tempat persembunyiannya


"Hu syukurla dia gak dengar gue,kalau dengar apa gak jadi sarapan singa lapar gue" Nadin keluar dari lemari


Nadin berjalan ke tempat tidur tapi belum sampai di tempat tidur Nadin langsung si angkat oleh Erik seperti karung beras


"Kamu tidak bisa lari dari singa jantan sekarang" bisik Erik membuat Nadin merinding


Erik yang suda membanting Nadin di tempat tidur mengurung Nadin,dengan Erik di atas tubuh nadin


"Ampun Rik ampun,gak lagi deh,janji" tapi Erik menghiraukan perkataan Nadin,ia langsung mengeratkan pelukannya


"Kamu bilang kalau singa jantan mengamuk kamu akan jadi makanannya kan,sekarang terimalah amukan singa jantan"


Erik menggelitik Nadin sampai Nadin lemas tidak berdaya


"Din gue harap Lo mau seumur hidup sama gue,sampai ajal memisahkan kita"


"Ya berdoa aja,semoga kita bisa melaluinya"






Hay gays jangan lupa like dan vote nya ya,doakan aku bisa sukses dari sini


AMIN

__ADS_1


__ADS_2