
Hay jangan lupa vote dan like ya
✓
✓
✓
✓
✓
✓
"Kami gak menerima penolakan,kamu sayang enggk sama bunda,kalau kamu sayang sama bunda kamu harus terima perjodohan ini" bunda Nadin berharap dan sedikit memaksa kepada Nadin
Kevin yang dari tadi hanya diam,ia pun ikut berbicara " Bunda tidak bisa memaksakan kehendak nya Nadin Bun,kasian dia,apalagi dia Masi sekolah Bun," Keivin kasian sepada adik nya karna terlibat perjodohan konyol
"Ini untuk kebaikan adik kamu agar tidak salah pergaulan Kevin,Kita bakal ngerahasiain pernikahan adik kamu dengan Erik,gimana Nadin kamu menerimanya kan
Kevin hanya bisa diem aja melihat kelakuan bundanya
"Pilis boy mama hanya minta ini aja dari kamu boy,mama kan enggak perna minta yang macam macam sama kamu,kamu terima ya" bunda Erik memohon pada Erik
setelah Erik berpikir lama
"ia Erik setuju"
Jawaban Erik membuat mereka yang di restauran senang
"Kalau kamu gimana nak,kamubterimah ya" kata bunda sambil menunjukkan muka sedih nya
Sambil Nadin berpikir pikir
"Ia Nadin terima perjodohan ini" jawab Nadin berat
"makasi nak,bunda sayang kamu" rasa senang ditunjukan oleh semua orang atas jawaban Nadin
"Oke,karna kalian menerima perjodohan ini maka kalian harus menukar cincin"
Tenyata orang tua mereka pun sudah mempersiap kan cincin nya
"Niat banget" Kata Erik dalam hati
Erik memasangkan cincinnya di jari manis ku dan aku memasangkan cincinnya di jari Erik,semua keluarga Nadin dan Erik pun bertepuk tangan
Dan ada satu kabar bahagia lagi
"apa ada kabar bahagia lagi,fixs perasaan ku enggak enak" Dalam hatiku berkata
"perjodohan dan tunangan sudah di lakukan jadi kami membuat keputusan 1bulan lagi kalian menikah"
JEDARRRRRR perkataan ayah Nadin pun membuat Nadin dan Erik bengong
Erik dan Nadin langsung saling pandang
"Kok cepet banget Yah,Erik Masi sekolah yah,Masi kelas 2,Nadin pun baru masuk SMA yah Nadin Masi kelas 1 " Nadin bersikeras
"Kalian Masi bisa sekolah,karna sekolah itu milik keluarga om sayang"
"Terserah kalian aja" Erik males banyak omong
"Nadin belum bisa memberi jawaban,Nadin pamit keluar bentar" Kata Nadin langsung keluar dari Restauran
"Erik juga pamit keluar dulu ya ma,pa" Erik menyusul Nadin
Nadin yang berada di bangku taman restauran pun hanya bisa diam dan sedih menerima nasip nya
"kenapa aku harus terlibat dalam perjodohan konyol ini,kenapa"
kata Nadin sambil nangis 😭
"gua Masi ingin bermain sama teman teman gua,mecari jodoh gue sendiri,tapi ayah dan bunda malah menjodohkan gue ke Erik yang jelas jelas musuh gue"
Erik yang melihat Nadin menangis ia pun mendatangi Nadin
"Lo jangan nangis,Uda Lo jelek,tambah jelek,maulo gak laku laku menjadi perawan tua" Erik sedikit menghibur
Nadin yang terkejut mendengar suara Erik pun berbalik badan
__ADS_1
"Lo ngapain di sini,Lo ngikuti gue ya"
"Siapa jugak yang mau ngikuti Lo,gue itu kesini mau nyari udarah segar tau,panas didalam" sambil mengipasi nya dengan tangannya sendiri
Nadin yang mengerti kalau Erik bohong membiarkan saja
"Mana mungkin di restauran tempat tertutup ada AC nya lagi dibilang panas sama dia,dia rasa gue ***** apa,alh biarkan sajalah apa yang dia mau"
Mereka sama sama diam
"Lo mau menerima pernikahan ini" Nadin bertanya kepada erik
"Gimana ya,gue mau nolak kasian mama gue,mama gue dari dulu enngak perna minta apa apa dari gue,tapi sepalah mama minta ke gw mintanya di jodohin"
"ya setidak ny Lo itu ngomong waktu di bilang kita akan nikah 1 bulan lagi,gue dan Lo mau nikah,peka sadar gak si Lo,apa yang kita bilang sama teman gue,teman Lo,apa yang harus kita bilang Masi sekolah Uda nikah gitu " Nadin yang merasa bingung
"coba Lo pikir apa bunda Lo ada minta sesuatu dari lo" Erik ingin tau jawaban Nadin
Nadin berpiki "bener juga yang dikatakan Erik,bunda enggak perna minta sesuatu dari gue,apa lagi marah sama gue,kok gue bingung ya jadinya" Nadin berbicara sendiri dalam hati
Nadin yang diam aja langsung di smabut sama Erik
"Gimana kalau kita kerja sama" kata erik
Nadin yang bingung pun bertanya pada Erik
"Kerja sama apa , Lo ngajak gue kerja sama"
"Ia Lo dan gue kerja sama"
"Emang kerja sama buat apa" Kataku bingung
"Gimana kalau kita setujui aja yang di rencanakan orang tua kita,tapi kita tidak ada yang boleh ngelarang atau pergi dan jalan sama orang lain,kita bebas melakukan apa kemauan kita,abis itu kita merencanakan 6 bulan bersama,kalau kita tidak ada cocoknya sama sekali kita akan cerai" kata Erik panjang X lebar X tinggi
Nadin antara sedih dan senang mendengar perkataan Erik yang terakhir CERAI
lama Nadin berpikir "Kalau Uda nika 6 bulan langsung cerai,berarti aku bebas dong,tapi aku di cap sebagai janda perwan atau janda di bawa umur" Nadin membolak balikan pikirannya
"Gimana,mau gak Lo"
Erik membuat Nadin terkejut
"Yauda deal"
"Deal"
"Yauda kita masuk dan memberi jawaban kita pada orang tua kita"
"yauda ayok masuk,disini banyak nyamuk" ambil memukul dan menggaruk tangan nya
"Tadi aja soknya mau acara kabur kaburan"Goda Erik
"Ih Lo ngeselin lo ya,belum nika aja Uda ngeselin" Jawab Nadin yang geram liat Erik
"Berarti cepat cepat mau nikah ni,ayok sekarang aja" jawaban Erik langsung mendapat ketukan di kepala dari Nadin
"Enak aja,siapa yang mau cepat cepat nikah sama Lo,GR banget si" jawab Nadin merasa malu
"ya Uda yuk,kita masuk kasian mereka menunggu didalam"
Mereka masuk kedalam restauran lagi
"Ma kami ingin mengumumkan sesuatu,kalau kami setuju buat menika,tapi dengan satu syarat,yang hadir di pernikahan hanya kita yang ada di sini,kalau mama atau om tidak setuju kami pun tidak akan setuju" karan Erik tidak mau orang pada tau kalau dia Uda nikah
"ia sayang kami tidak akan mengundang siapa siapa , kecuali kita yang ada disini" kata bunda Nadin
"Yauda sekarang kita pulang,ini Uda terlalu larut malam" kata mama Erik "dan Erik kamu antarkan Nadin pulang,pakai mobil Papa" sambil memberikan kunci kepada Erik "papa dan mama di antarkan Kevin pulang"
"Ia mah,kami pamit dulu yamah pah"
mereka berdua berjalan kemobil
Erik yang membukakan pintu untuk Nadin pun yang melihat membuat iri
"Ih sosweet banget si mereka,Uda ganteng cantik lagi"
"Ih ganteng banget,mau dong aku yang masuk"
tetepi ada yang menilai negatif
__ADS_1
"Pasti matre itu,banyak duitnya kurasa si cowok nanya mau"
"Gatelan banget si diantarkan naik mobil"
Erik yang mendengar itupun langsung melihat Nadin " Uda jangan di dengeri,syirik tanda tak mampu" Erik ingin membuat Nadin tidak peduli apa yang di bilang orang
"Ia,kalau gak ada Lo,Uda gue bejek bejek th orang muat m*****" kata Nadin dengan geramnya
"Uda yok masuk kita pulang,besok pagi kita sekolah"
mereka pun masuk mobil,dan mobil suda berada di jalanan
Nadin yang gabut hanya bermain handphone nya saja
"Elu GK capek apa liat handphone mulu,gue aja yang liat lu capek" kata Erik yang heran liat Nadin
"Ya abis mau ngapain lagi cobak,suntuk tau di dalam mobil,terus ada ES batu lagi" kata Nadin menyindir Erik yang diem aja
"Gue gak biasa bercerita sama orang,bersyukur lu gue mau ngomong sama lo,kejadian langka tau" timoat Erik
Lama di perjalanan membuat Nadin mengantuk Tampa sadar ia pun tidur di dalam mobil dengan posisi duduk
Erik yang melihat nya merasa gemas
"Bisa ya loh tidur sambil duduk" Erik langsung meminggirkan mobilnya untum me nurunkan sandaran agar Nadin bisa tidur
"Kalau dia tidur gimana gue bisa Anter dia pulang,udalah muter muter sini aja dulu smapai dia bangun"
tetapi 15 menit suda berlalu Nadin tak bangun jugak,seperti suara kendaraan ini ada lah lagu Nina Bobo nya
"Gue telfon mama aja lah,kasian dia abis bagus jugak"
setelah menelpon mamanya ia pun mengantarkan Nadin yang masi tidur
mobil suda sampai di depan rumah perkaragan rumah Nadin
"Keboyalo,gak bangun jugak,gimana ni apa gue gendong aja" kata Erik berpikir
"kalau aku banguni dia gak bisa tidur lagi nanti,Uda lah gendong aja,tapi diliat liat cantik jugak Lo" kata Erik yang senyum senyum sendiri
Erik keluar dari mobil sambil menggendong Nadin
Erik mengetuk pintu "Assalamualaikum" memanggil orang yang di dalam nya " om,Tante" tetapi tidak ada Sutan
tidak lama menunggu ternyata ada yang membuka pintu,itu ada lah Kevin KK nya Nadin
"kak Kevin"
Kevin yang kaget melihat adik nya di gendong pun merasa khawatir
"Kenapa Nadin,apa yang terjadi" kata Kevin syok
"Dia gak kak cuman tidur aja" jawab Erik santai
"oh yauda masuk sini antar dia ke kamar nya,kalau dia sampai bangun dia gak bisa tidur lagi" kata Kevin "Kamarnya yang pintu Oren " kata Kevin berteriak
Erik masuk ke kamar nadin dan meletakkan nya di tempat tidur " tidur yang nyenyak putri tidur" kata Erik
tapi Erik perasaan ia ingin mencium Nadin
Ia melihat kanan dan kiri tidak ada orang ia pun mencium Nadin si kening,lalu
menyelimuti Nadin
✓
✓
✓
✓
✓
✓
Hay gays makasi Uda mau baca cerita aku,maaf ya kalau agak berantakan,aku nulis cerita ini Masi jam 3 pagi jadi agak berantakan
oh ya jangan lupa vote dan like nya ya
__ADS_1