
Hay gays jangan lupa like dan vote nya ya
✓
✓
✓
Jam sudah menunjukkan jam 2 siang,Itu Bererti anak sekolah Uda pada pulang
"kak jadikan kita tempat kak Erik" Tanya Citra pada dewa
"Jadilah,yauda yok" kata dewa
dewa dengan citra dan bunga dengan Rangga
"pegangan nanti jatoh,gak osa malu,anggap aja pacar" kata Rangga yang perhatian pada citra
"ih apa si kak Dewa ini malu tau akunya" kata citra yang pipinya Uda merah
"itu pipi kenapa kok merah,kamu demam,tanya dewa yang polos"
"Ih kakak ma resek"
"ia ia,Uda yok pegangan nanti jato" sambil mengarahkan tangan citra ke pinggang dewa
"Alah tinggal pegang aja Lo susa amat,gue aja gak di suru Uda gue pegang " kata bunga mengejek citra
"Lo itu urat malunya Uda hampir habis jadi wajar aja " kata citra yang bingung liat temennya ini
Mereka melajukan kendaraannya melesat di jalanan menuju apartemen Erik
"Kita sudah sampai"
"Loh ternyata dekat jarak nya dari sekolah kesini"
"ya memang dekat,yauda yok kita masuk"
Mereka berjalan menuju apartemen Erik
Erik perna ngasi tau kata sandinya,kalau gak pakek sidik jari,ternyata Uda di ganti
"Uda di ganti,gimana ini ya"
mereka berpikir untuk menemukan cara agar pintu terbuka
"oh ia,tanggal lahir Nadin cobak" kata Rangga tumben bijak
"Kalian kan sahabatnya ada yang tau gak berapa tanggal lahirnya"
"12-09 " kata citra memberi tahu
Ternyata Pintu terbuka dengan kata sandi tanggal lahir Nadin
mereka masuk tetapi tida menemukan Erik maupun Nadin dimanapun
"Dimana mereka ya,katanya kan tadi izin pulang,apa di rumah nya Nadin sendiri ya" Kata bunga yang suda mencari kemana mana
"Ada yang belum kita masuki"Sambil menunjuk
"Kamar" kata mereka
Mereka membuka pintu kamar dan mereka terkejut melihat Erik dan Nadin tidur saling peluk memeluk
Mereka mempunyai ide jahil untuk mengejutkan mereka
"1 2 3"
"Woy bangun woy,jangan asik kelonan kalian woy belum muhrim jugak"
mereka membangunkan sambil berteriak
__ADS_1
Yang tidur pun merasa terganggu
"Lo kalian kok Uda di sini Uda jam berapa ni" kata Nadin yang bingung
Nadin yang merasa jadi sorotan pun melihat apa yang salah
"Aaaaaaaaaaaa, nagapain Lo peluk peluk gue,cari kesempatan Lo" sambil mendorong Erik jatuh kelantai Erik yang masi tertidur belum sadar bahwa ada teman temannya sekaligus sakit yang di alaminya karena mencium lantai
"Au,sakit tau,Lo kalau banguni orang itu jangan gini Napa,sakit ni pinggang gue" perotes Erik pada Nadin
"salah sendiri ngapain Lo peluk peluk gue" kata Nadin yang tak mau di salahkan
"Lo yang meluk gue dulu,kenapa gue yang Lo salah kan" kata Erik yang tidak mengalah
"Woy Uda lah,kami di sini bukan mau liat drama kalian "
"Lo jugak ngapain Lo bisa di apartemen gue,pulang Lo pada" usir Erik
"Yakin mau ngusir kita Rik" ancam Rangga
"Erik yang sadar bahwa ia yang menghabiskan bekal yang di buat Nadin"
"Enggk siapa yang ngusir,duduk duduk sini" tawar Erik
"Hebat Lo ngga,pakek jurus apa Lo bisa tunduk gitu si tuan es" dewa yang oenu curiga
"Gak ada apa apa ,cuman pakek mantra penghilang setan aja,ya gak Rik "
" Terserah Lo mau ngomong apa" geram Rangga
"Kalau bukan masalah bekal Uda gue embat lu" bisik Erik di telinga Rangga
Rangga yang mendengar Omelan Erik hanya senyum kemenangan
"Gimana keadaan Lo Din"kata mereka khawatir
"Gue gak papa kok,Masi pusing sedikit aja" kata nya yang masi lemas
"Ia gue bantuin Lo,kebetulan kita semua kan belum makan,jadi kita masak disini aja" usul bunga
"Yauda,boleh deh,kita liat kulkas dulu ada apa aja"
Citra dan bunga mengecek kulkas,hanya ada udang kentang wortel,jadi mereka memutuskan untuk masak sup dan calcai
"Gue bantuin Lo boleh gak" kata Nadin yang ingin membantu
"Lo itu Masi sakit,jadi istirahat aja" citra memerintahkan Nadin untuk istirahat
"Gue mau bantu Lo,karna Lo tau kan gue rumah sendiri,gue harus masakan Erik tiap hari jadi gue harus tau mana gula mana garem" Kata Nadin yang ingin belajar
"ya uda deh,Lo potong potong sayurnya,Lo cuci udangnya,dan gue buat bumbunya" mereka bekerja sama
Diantara mereka yang sudah dewasa memang citra,karna dia gak mau hidup karna kekayaan orang tuanya jadi dia harus berusaha
Erik yang mendengar Nadin ingin berusaha karna dia sebentar lagi akan menika dengannya ia pasti akan memasarkan untuknya tiap hari
"Gue salut sama Lo,semoga Lo bisa" kata Erik dari jauh
Anak cowok sedang bermain game dan cewek sedang gelut dengan alat dapur
"Tara Uda siap semua,tinggal kita hidangkan deh" kata bunga yang semangat
mereka menghidngkan makanan nya di atas karpet karena mereka gak mau duduk di atas lebih nikmat di bawa katanya
"Uda kita makan dulu,karna kita pulang sekolah langsung kesini belum pada makan siang" Kata dewa
"Erik dan Rangga saling pandang dan berdoa keselamatan masing masing"
"Apa gue akan cuci perut lagi" Rangga berkata dalam hati
"Apa ini sama kayak tadi pagi,ya Allah semoga hamba selamat" dia Erik dalam hati
__ADS_1
"mereka berdua menunggu dewa menyulangkan makanannya kedalam mulut,Karena di wajah dewa tidak ada yang aneh jadi mereka berdua mengikutinya
"Wah,ini enak banget,siapa yang masak" kata merek
"Kami dong siapa lagi,masak Manang tukang kantin di sini" kata citra sewot
"Gimana bang,enak masakan Eneng kan" tanya bunga pada Rangga
"Enak neng,gak kayak tadi pagi" kata Rangga keceplosan
Erik langsung melirik Rangga "Anak ini gak bisa jaga omongan ya"
"Emang abng makan apa tadi pagi" tanya bunga
"Makan cilok orang lewat tadi pagi dia" langsung di sambar ucapannya oleh Erik
"Oh" jawab bunga polos
Erik yang melihat Nadin hanya mengaduk ngaduk makanan nya saja pun bertanya
"Kenapa nasi Lo gak lo makan,nagis mati dia" kata Erik perhatian
"Gak papa,lagi gak selera makan aja" jawab Nadin
Erik bangkit langsung duduk di sebelah nandin langsung mendapatkan cibiran dari teman temannya
"Ehem dunia milik berdua,kita ngontrak woy" sindir Rangga
"Sewot aja Lo pada" sewot Erik
Erik mengambil piring dari tangan Nadin
"Gue yang nyiapin Lo,kalau gak Lo makan gak bakalan masuk ini ke mulut Lo" Erik langsung menyuapi Nadin
"Gue bisa sendiri,elah" kata Nadin gang gak mau
" Lo harus nurut apa kata suami,jangan membantah" enggK mau gue
Erik pun mencari ide agar Nadin makan
"Awas awas pesawat mau lepas landas harap lapangan dibuka wussss" menirukan anak kecil main pesawaran
teman temannya yang melihat pun terbuka mulut nya karna kelakuan yang Erik buat
"Kenapa Lo semua buka landasan yang gue surukan Nadin bukan Lo pada" kata Erik yang sewot
"Lagian Lo dia bukan anak kecil lagi" kata dewa geleng geleng Liat sahabatnya itu
"Uda sini gue makan sendiri,gak perlu pakek pesawat pesawatan harga pesawat mahal" langsung mengambil sendok dari tangan Erik dan memakannya dengan lahab
"Gitu Napa dari tadi,gak usa banyak tingka,gak perlu gue jadi pilot dadakan"
"elo yang mau jadi pilot dadakan kok gue yang Lo salah kan"
Kalau mengikuti mereka gak ada habis habis nya mereka bertengkar
"Uda Uda,cepet makan nanti nasi kalaian itu jadi kembang "
mereka makan dengan hikmat karna banyak drama yang mereka lihat
✓
✓
✓
✓
"Hay gays jangan lupa like kalian ya,semoag aku bisa sukses dari sini,bisa untuk membayar hutang hutang keluarga ku yang lagi di timpa banyak masalah
jangan lupa like dan vote nya ya
__ADS_1