
Karena rasa kesalku pada Fira mata kuliah sore ini menjadi tidak semangat. Belum lagi dari tadi ponsel terus bunyi. Rasanya segera berakhir dan kembali pada tempat ternyaman yaitu kasur di kamar hahahaa.
" siapa sih dari tadi hubungin terus bikin mood tambah ancur,kurang fokus memperhatikan dosen lagi" gerutu Nara sambil mengecek ponselnya.
"ih ngapain sih ni anak hubungin gue,udah tahu udah pelajaran masih aja ganggu ,, gak cowoknya gak ceweknya sama aja" kata nara sambil mengabaikan pesan dari Bara
Disisi lain Bara yang tadi pulang lihat ada tukang ojol menunggu di depan gerbang heran,saat di tanya ternyata atas nama Annara ,dan saat masuk rumah mama Dewi bilang bahwa Nara sudah berangkat dari tadi,pikiran Bara menjadi tidak tenang takut Nara di culik apa lagi dari tadi di hubungi tidak di angkat pesannyapun tidak di balas. Bara pun memutuskan untuk ke kampus mencari Nara.
Tak terasa sudah waktunya Nara pulang,saat melihat kebawah Nara melihat Bara sedang berjalan ke arah tangga yang menuju lantai dua,Nara pun memilih memutar lewat tangga darurat agar bisa terhindar dari Bara.Nara yang sudah di lantai dasar segera belari kearah gerbang sedangkan Bara yang menoleh kebawah tak sengaja melihat Nara berlari diapun bergegas turun. Saat Nara sampai di depan gerbang dia melihat Revan sudah stand bye menunggunya,Nara bergegas menghampirinya.
"NARA!!!"
Terdengar teriakan memanggil namanya, Nara merasa tidak asing dengan suara itu saat menoleh dia melihat Bara berjalan kearahnya. Nara segera menarik Revan kedalam mobil dan menyuruhnya tancap gas..
"shiit..."umpat Bara diapun kembali keparkiran dan segera menaiki kuda besinya untuk mengejar Nara.
"huft.. Untung keburu kabur" kata Nara sambil menghela nafas
"emang cowok tadi siapa kamu? Kenapa kayaknya kamu menghindar gitu?" tanya Revan
"Dia tu orang yang paling aku sebelin" kata nara tanpa menjelaskan detailnya
"o.. Trus kita mau kemana sekarang? mau langsung pulang atau makan dulu?" tanya Revan sambil fokus nyetir
kruk...
"hahahaa. Sepertinya kita makan dulu" kata Revan sambil terkekeh menoleh Nara sedangkan wajah Nara sudah memerah menahan malu
__ADS_1
'anjim.. Nih perut bikin malu aja masa mau demo gak lihat situasi aja' batin Nara menahan malu dengan pipi merona
Setelah sampai di parkiran restoran mereka segera masuk dan memesan makanan. Tak beberapa lama makananpun datang dan segeramenyantapnya. setelah selesai Nara mengajak jalan-jalan ke taman untuk menghilangkan rasa suntuknya
"gak pa-pa ra kita ke taman dulu,nanti kalau kamu di cariin gimana?" tanya Revan
"udah gak papa nanti biar aku yang jelasin,mama pasti ngertiin kok" terang Nara
"yaudah,ayo" ajak Revan. Kemudian mereka segera pergi ke taman yang letaknya tak terlalu jauh dari restoran itu. Setelah sampai Nara swgera turun dan memilih bangku di bawah pohon mangga yang rindang Revan pun mengikuti si belakang.
"nyamannya.. Udah lama gak main kesini" gumam Nara
"iya nyaman apa lagi kesini dengan orang terkasih tambah betah" kata Revan
"hahahaa.. Iya kak,besok kakak bawa ceweknya gih ke taman ini" balas Nara
"ha.. bo'ong banget,masa iya kakak gak punya cewek secara kakak ganteng dan kaya hahahaa.. Bo'ong nya gak mempan sama aku kak" kata Nara tak percaya
"jadi menurut kamu,kaka ini ganteng? Trus kamu mau gak sama kakak kalau kakak ganteng? " kata Revan sambil menghadap Nara
"Ha?.. Kakak mah dari tadi bercanda mulu,heran deh udah gede suka banget bercanda,gak lucu tau kak" kata Nara sambil mencubit lengan Revan
"hahahaaaa.. Habisnya kamu lucu sih kalau di goda gini,tambah cantik. Tapi seumpama kakak serius kamu mau gak sama kakak?" tanya Revan dengan raut serius
"udah deh,kita bahas yang lain aja nanti ada yang denger trus kenal sama pacar kakak trus di laporin kan gak lucu,di kira aku PEPAOR lagi" kata Nara
"ha PEPAOR?? Apa tu maksudnya?" tanya Revan tidak faham
__ADS_1
"ish.. Masa gak tahu sih kak,itu lho PEPAOR tu penggoda pacar orang" kata Nara menjelaskan
"hahahaa ada-ada aja kamu ini" sambil mencubit pipi Nara dengan gemas,sehingga membuat sang empu meringis
"udah kak, jangan gitu donk aku kan bukan anak kecil masa di cubitin sih pipinya tar kalau tambah gembul trus aku tambah gemesin kan kasihan yang lain semuanya aku ambil nanti banyak orang yang ngantri mau jadi imamku lagi" kata Nara dengan percaya dirinya,sedangkan Revan yang mendengar hanya bisa tertawa.
'hahahaaa.. Nih cewek bisa aja kelakuannya udah cantik,apa adanya bahkan gak jaim kaya yang lain trus asik lagi orangnya bikin aku suka beneran aja' batin Revan
Tak terasa mereka sudah menghabiskan waktu satu jam,sehingga Nara mengajak pulang karen takut sang mama khawatir. Saat ingin ke parkiran Nara yang melihat kaleng di jalan dengan usilnya menendang kaleng minuman itu sedangkan revan sibuk membalas pesan sang papa.
Klotak...
"aduh.."teriak seseorang
"mampus,, kena kepala orang lagi" kata Nara, Revan yang berjala di belakang Nara tak sengaja menabrak Nara.
"aduh,, kenapa kok berhenti Ra,kan parkirannya masih ada di depan kata Revan
"kak kita lari yo" kata Nara tanpa menjawab pertanyaan Revan
"Lari?? tap_"
"woy!! Kalian ya yang nimpuk kepala gue pake kaleng" teriak seorang pria berbadan besar,kepala botak dan bertato dia bersama dua temannya menghadap Nara dan Revan
"Lari!!" kata Nara sambil menggandeng tangan Revan
"kejar!!"teriak preman itu kepada kedua temannya,mereka pun terlibat kejar-kejaran,karena tak mungkin ke parkiran akhirnya Nara memilih lari keluar taman menjauh dari preman itu yang masih terus mengejar.
__ADS_1