Dijodohkan Dengan Musuh

Dijodohkan Dengan Musuh
Episode 3


__ADS_3

"Itu yang di belakang kenapa bercerita."


Banyak pasang mata yang mengarah kepada kami, seperti tatapan yang mau menerkam.


Citra, Nadin, dan, Bunga melihat ke depan.


"Cit, kita si panggil tu sama kak Erik." Kataku panik.


"Gara-gara lo ini, ngapain cobak lo tadi nyeritain kak Erik cobak, di panggil kan kita jadinya." Citra menyalahkan Nadin.


"Liat tatapan mereka, serem baget." Bisik Bunga.


"Tunggu apa lagi, kalian bertiga maju kedepan dan jelaskan apa yang saya jelaskan tadi." Katanya dengan nada perintah.


Kami bertiga berjalan ke depan lapangan sesuai yang di perintah kan oleh kak Erik kepada kami.


"Malu banget gue, mata mereka pengen gue colok satu-satu rasanya." Batin Nadin.


"Kenapa kalian bercerita di belakang, apakah kalian tidak melihat saya memberi kan pengarahan kepada kalian, sekarang jelaskan seperti yang saya jelaskan."


"Maaf kak kami tidak mendengarnya." Kataku tunduk dengan rasa takut.


Kak Erik melihat ku dengan tatapan sinis "Bukan nya kamu tadi yang nabrak saya ya karena enggak ngeliat jalan tapi punya mata." katanya pura-pura tidak tahu. "Kenak juga lo kan." Batinnya menang. "Dan kalian berdua ngapain kalian cerita di belakang, untuk kalian sehabis baris jangan pergi dulu karena saya akan menghukum kalian."


Kak Erik pun melanjutkan pengarahan nya begitu sampai selesai.


"Nyesel gue Uda memuji dia, Tau gini tadi enggak usa aku puji sekalian." Batin Nadin dengan geramnya .


"Saya rasa cukup untuk pengarahan buat kalian, kalian boleh bubar kecuali kalian bertiga ikut saya."


Nadin, Bunga, dan Citra mengikuti kak Erik sampai di toilet.


"Untuk apa gue di bawa ke toilet, jangan bilang gue bersiin toilet, ****** deh gue." Batin Bunga.


"Untuk kalian bersihkan toilet laki laki dan perempuan, jangan ada yang pergi kalau belum selesai, jangan ada yang menggosip kalau sampai saya denger kalian menggosip saya tambah hukumannya."

__ADS_1


Setelah memberikan perintah kak Erik pergi.


"Gara gara Lo ni Din kita dihukum,coba kamu tadi enggak ngajak kami ngobrol enggak gini kan." Ucap Bunga sambil ngomol ngomel.


"Kenapa gue, kalian yang Bertanya kenapa jadi aku yang di salahin, ini sepenuhnya salah si Erik Erik itu napain dia memperhatikan kita sampai ke belakang jelalatan banget mata nya." kata Nadin Sambil membersikan toilet.


Tanpa mereka sadari ternyata Erik mendengan perkataan Nadin.


"Mau membersikan toilet atau menceritakan orang yang dari tadi ada di belakang nya." kata Erik menyindir


Mereka yang kaget langsung mencari keberadaan orang yang berbicara.


"Eh ada kak Erik, ngapain kak ke toilet disini bau loh kak." Kata Bunga agar kak Erik tidak marah.


"ya memantau kalian, kan saya yang Menghukum kalian. Untuk kamu siapa si namanya kamu pinda ke toilet sebelah jangan ngumpul disini semua." Memerintahkan kepada Nadin.


" Lo kok gue, gue sendiri gitu, yang betul aja deh lo. Toilet ini besar tau mana mungkin aku bersiin ini semua sendirian." Ucap nya tidak terima.


"Yang ngasi hukuman siapa, kan gue, jadi suka-suka gue la, kenapa lo yang repot, tunggu apa lagi, sama cepat bersiin." Katanya dengan nada mengusir.


"ini bau banget si toilet nya, ketara banget punya OSIS yang enggak tegas, jadi gini kan."


Nadin langsung mengambil ember air untuk menyiram lantai. Tetapi karena lantai licin dia hampir ter gelincir dan mencium lantai kamar mandi.


Sayang nya itu enggak terjadi karena ada seseorang yang menangkap nya saat Nadin membuka mata ternyata ada Dewa Mahardia teman kak Erik.


"Ganteng banget sumpah, ini kak dewa kan. Ganteng banget, gue Sampek gerogi gini." Ucap ke kagumannya dalam hati. "Untung bukan dewa pencabut nyawa, kalau pencabut nyawa nya kayak gini antara terima atau tidak."


Aku menatap mata kak dewa seperti lukisan yang paling indah di dunia.


"Apa kamu tidak papa." Kak dewa berhasil memecahkan lamunanku.


"Eh ia kak tidak papa. Makasi ya kak atas bantuannya, kalau enggak ada kakak kurasa aku tadi sudah nyium lantai." Katanya sambil senyum.


"Ia sama sama, lain kali hati-hati." Sambil memberi perhatian kepada Nadin.

__ADS_1


"Dia cantik, tapi kenapa kayak nya gue enggak ada perasaan apapun pada dia ya." Batinnya heran.


"Oh ia kakak ngapain kesini." Tanya nya kepada dewa.


"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu disini untung aku yang masuk kalau orang lain gimana." Perhatiannya membuat Nadin akan lupa dengan daratan.


"Dia khawatir sama ku, senangnya aku." Walaupun badan diam, tetapi hati nya berjoget 25 di dalam.


"Aku di hukum sama kak Erik kak, di suruh membersikan toilet kak. Aku enggak sendiri kok kak, sahabat ku yang lain ada di toilet sebelah lagi bersiin jugak, tapi aku disini disuru membersikan sendiri." Jawabnya lelah.


"Ehem Uda pacaran nya, lo disana menggosip disini pacaran hebat banget hidup Lo ya." Ternya ya itu suara Erik yang suda ada di depan pintu toilet.


Flashback on.


Erik


"Anak itu di toilet laki laki, nanti terjadi apa apa sama dia reputasi ku yang turun. Gue kok perhatian sama dia. Kalau gue biar kan aja nanti kalau mereka berbuat yang enggak baik gimana , tapi kan hukuman.tapi? udahlah samperin aja nanti tidur dia disana."


Sesampainya di depan pintu ternyata Erik sudah melihat kalau Nadin di gendong sama Dewa sahabat nya. "kok aku ngerasa cemburu sama Dewa, Tumben banget dewa perhatian sama cewek. pasti ini anak pakai pelet ikan ****** ini, makanya semua orang nurut sama dia." Gereget Erik melihat mereka "Untuk apa gue cemburu dia bukan siapa siapa ku jugak." Menggoyang-goyangkan kepalah nya untuk menghapus pemikirannya tentang Nadin.


"Ehem Uda pacarannya. Lo di sana menggosip disini pacaran hebat banget ya hidup Lo ya, pasti lo pakai pelet ikan ****** makanya lo bisa memanipulasi pikiran orang." Tebak Erik sinis.


"Enak aja lo bilang gue pakek pelet ikan ******, nanti lo pakek santetan buat nyantet gue." Timbal Nadin.


"Elo ya." Geramnya.


"Uda Rik jangan kasar sama anak baru dia belum tau apa apa." Dewa membela.


"tumben banget to bela cewek, suka lo sama dia makanya lo bela, awas pakek pelet dia, nanti lo dijadikan tumbal sama dia." Tanya Erik sedikit merendah kan.


"Jangan memfitnah orang bro." Dewa mengingatkan.


"Ah udahlah males aku sama kalian banyak drama." Erik pergi meninggalkan mereka berdua.


Hai gays segini dulu ya semoga kalian suka.

__ADS_1


Owh ia jangan lupa di vote ya agar aku tambah bersemangat membuat cerita lain nya.


__ADS_2