
Namaku Revan Effendi,bisa di bilang aku pembisnis muda yang sukses, mempunyai wajah tampan rupawan dan kharismatik serta tubuh proposional, banyak kaum hawa yang mendekatiku tapi aku tidak pernah tertarik dengan mereka, saat ayah memberiku misi untuk mendekati seorang gadis anak dari rekan bisnis papa awalnya aku menolak tapi papa selalu menekan dan mengancam jika aku tidak mau maka ayah akan membuat beberapa calon investor baruku gagal kerjasama denganku jadi mau tidak mau aku menyanggupinya.
Awalnya,aku tak berniat dengan gadis itu tapi saat aku mulai mengenalnya aku mulai tertarik selain berparas cantik dan imut dia juga asik dan yah.. Beda dari yang lain dia mempunyaindaya pikat tersendiri sehingga aku ingin mengenal lebih jauh lagi.
Kalian tahu Jika ada yang bilang hari yang sial itu ada gak? saya jawab ada karena saya baru merasakan kesialan dimanna di kejar preman dan anjing dalam waktu sehari dan mau tahu rasanya bagaimana? Jawabannya nanonano,kenapa nanonano karena saya merasa senang bisa jalan dengan cewek incaran saya dan sebel karena ulahnya kita di kejar preman kocak karena ternyata cewek cantik itu pandai bisa negosiasi dengan preman itu dengan kata-kata di luar nalar dan saya herannya para preman itu ikut-ikutan koplak yang paling kerasa adalah capeknya setelah di kejar preman dan sedikit bumbu drama karena kecerobohan saya kita jadi berhadapan dengan anjing jalanan dan harus lari-larian lagi dan kesialan selanjutnya adalah Nara gadis cantik yang bersama saya menyleding saya hingga kita jatuh bersama dengan baju basah dan kotor karena genangan air.
Dulu hidupku monoton yang selalu di tuntut ini dan itu oleh ayah sehingga hanya bisa menghabiskan waktu dengan tumpukan pekerjaan dan aku tak pernah tertarik dengan wanita karena bagiku mereka hanya makhluk lebay dan merepotkan,tapi siapa sangka saat saya ada misi dari ayah untuk mendekati seorang gadis anak keluarga Wijaya justru saya tertarik dan menikmati setiap momen saat bersama yang selalu memberi warna baru di hidup saya ya dia adalah Annara Hazwa Wijaya gadis pertama yang bisa membuat ku selalu berdebar setiap saat di dekatnya,membuat saya ceria dan memikirkannya, selain cantik dia bar-bar dan unik apapun yang di lakukan terlihat menggemaskan meskipun itu dalam keadaan marah ataupun terdesak keadaan seperti hari ini.
"heh,ngapain melamun,ayo kak keburu gue di cariin"kata Nara samvil menarik tanganku menjauh dari butik dimana tadi kami membeli baju
"iya, kita kembali naik taksi aja,biar kakak yang pesankan" kataku sambil memesan taksi online di aplikasi ponselku
__ADS_1
" trus mobil kakak gimana?" tanyanya dengan wajah polosnya yang membuat dia semakin terlihat menggemaskan dan rasanya aku ingin memeluknya
"gampang,nanti biar mobil kakak di ambil sama orang suruhan kakak" kata ku meyakinkan Nara,tak lama kemudian taksi yangku pesan pun datang,kami segera masuk dan menunjukkan alamat kami kepada sang sopir,mula-mula aku mengantar Nara dulu setelah itu baru pulang.
ceklek..
" bye kak, Terimakasih karena kakak sudah mengantar Nara, aku masuk dulu ya" kata Nara sambil melambaikan tangan padaku dengan senyum manisnya.
" sama-sama bye" jawabku,kemudian taksi yang ku tumpangipun melaju ke rumah.
" malam ma,pa" kataku sambil menjabat tangan mama dan papa sambil mencium tangannya.
__ADS_1
" malam sayang" kata mama sambil tersenyum,Papa yang awalnya duduk kini bangkit berdiri dan menghampiri aku di samping mama sambil tersenyum padaku.
" kenapa pa,kok kayaknya seneng banget" kataku melihat papa yang tersenyum sedari tadi aku pulang. Papa pun langsung memelukku dan terus berkata 'bagus nak' .
"bagus kenapa pa" tanyaku yang bingung dengan kata papa sedangkan mama hanya tersenyum padaku
" anak mama yang kemarin bilang tidak tertarik dengan perempuan,ternyata diam-diam suka menemui gadis keluarga wijaya juga" kata mama sambil tersenyum,
"apa sih ma"
"udah gak usah malu Rev,justru mama dan papa dukung kalau kamu beneran suka sama gadis keluarga wijaya itu yang sudah jelas bibit,bebet dan bobotnya" kata mama lagi dengan wajah antusiasnya
__ADS_1
" iya Rev,papa juga dukung kamu,selain menguntungkan perusahaan dia juga gadis yang cantik dan baik,ayah dan ayahnya juga sudah saling mengenal" kata papa Revan,sedangkan Revan tak menggubris kedua orang tuanya dia langsung berlalu ke kamarnya.
"aish... Anak itu,di nasehati dan semangati mah pergi begitu saja" gerutu ayah Revan kepada sang istri.