
Hay jangan lupa like dan vote nya ya
Kami tidur sampai pagi menjelang
Jam Uda menunjukkan jam 6 pagi,karna alaramdari handphone Uda bunyi
"Ini apa kok ada tangan melingkar di perut gue" batin Nadin pada dirinya
"Jangan jangan, aaaaaaaaaaaa ngapain Lo dikamar gue" bentak Nadin pada orang yang tidur,siapalagi kalau bukan Erik
"Ngapain si pagi pagi Uda teriak ganggu tidur gue aja Lo" repet Erik yang enak tidur
"ngapain Lo dikamar gue" tanya Nadin dengan tegas
"hello,elo dikamar siapa Lo liat dulu,ini kamar gue kali,Lo yang dikamar gue bukan gue di kamar Lo" Erik menyadarkan Nadin
Nadin yang berusaha berpikir kembalikan nyawa yang berada di Awang Awang pun mengingat semuanya
" ia ia,gue inget,gak usa Lo itu ngegas " kata Nadin yang tak mau kala
"Yaudalah gue mau siap siap buat sekolah" Nadin bangkit dari tempat tidur
Selesai mandi Nadin membangunkan Erik lagi yang masi tertidur
"Erik,bangun Lo,Uda pagi ni,nanti kita telat" sambil mengguncangkan badan Erik kasana kemari
"ia ia,ini gue bangun,tapi ada syaratnya" kata Erik memberi syarat
"Lo mau bangun,Lo gak bangun terserah Lo,gue mau berangkat,gak usa minta syarat syarat segalah,yang ada asem Murat Lo nanti banyak tidur" Nadin sedikit mengerjai " emang Lo mau Masi muda kena asamurat "
Di dalam selimut Erik berpikir sendiri "Nanti gue kena penyakit asamurat nanti gue gak bisa Hua hua dong sama Nadin "
Erik langsung bangun dari tidurnya langsung mengambil handuk yang tergantung,tetapi Erik balik lagi seperti ada yang ketinggalan
"ngapain Lo balik lagi,mau tidur la,,,,,,, ERIK" Teriak Nadin karna Erik berbalik mencium bibir dan pipi Nadin sekilas,langsung masuk kamar mandi
"kiss pertama gue,untung gue Uda ngerjain Lo kan,Mana ada orang tidur kena asammurat memang anak mami"
Sebagai calon istri yang baik,Nadin mempersiapkan baju,sepatu,dan lain lainya segala keperluan Erik
"Makasi sayang,kamu baik banget deh"
"Uda ia,cepet siap siap gue mau ke dapur buat sarapan,dan satu lagi,jangan panggil aku sayang,gorengan jatoh aja di bilang sayang" tegas Nadin
"Ia ia garang banget si"
Nadin berjalan menuju dapur tempat ia mau masak buat sarapan
" masak apa ya,gue kan gak bisa masak,masak air aja asin,udadeh gue masak aja apa yang ada"
"Nadin suda menyelesaikan masakannya,enak enggak ya,uda lah enak dimakan gak enak gue delivery aja" kata Nadin yang gak mau ngambil pusing
__ADS_1
"Erik turun sarapan,Uda siang ni" teriak Nadin dari dapur
" ia,gue turun ni,masak apa Lo,kayak nya enak"
"cuman masak telur mata sapi aja gak ada yang lain"
"wah tau aja lo gue suka telur mata sapi"
dengan semagat erik pun memakan makanan yang di buat oleh Nadin
Erik yang memakannya pun hingga menangis,bukan karna enak,karna rasanya itu manis dan pahit
"Rik enak gak Rik kalau gak enak kita delivery aja ya"
Karna kasian dengan Nadin yang Uda susah membuat makanan pun ia mengangguk mengiyakan bahwa makanannya enak
"Ia enak,enak banget" puji Erik karna gak mau liat Nadin sedih
Erik yang memakannya pun cengar cengir sendiri
"Yatuhan kapan ini berakhir,belum nika aja gue Uda begini,apa lagi Uda nika,bisa mati rasa mulutku tuhan" kata Erik berdoa dalam hati
"bagusla kalau enak,berarti setiap sarapan gue bikini ini aja buat Lo" kata Nadin enteng
Erik yang syok pun menangis
"Kenapa nangis,terharu ya,gak papa,hanya telur goreng aja,nanti gue bikinkan yang lebih deh untuk Lo"
"punyak Lo kenapa gak di makan" kata Erik yang heran
"Gak deh,karna Lo suka,gue bekalkan ini buat Lo,gue makan di kantin aja"
"apa buat gue,****** perut gue bahannya" omel Erik yang makin syok mendengarnya
"gue keatas dulu ya,mau ambil tas gue dan punya Lo dulu sekalian kita pigi" Nadin menuju kamar nya
Erik yang Uda gak kuat langsung lari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya
"Bisa kurus mendadak gue ni,karna gue kasian gue makan,kalau gak kasian Uda gue maki Lo" Erik ngedumel dalam kamar mandi
"Erik Uda Lo abis kan sarapanmu,uda yok pigi sekolah,Uda siang ni bekal Lo itu Uda gue masuk kan tas" Kata Nadin
"ia gue lagi dikamar mandi bentar" teriak Erik
"oh ia,ini susu jangan lupa di minum buat menghangatkan badan Uda capek gue buatkan"
karna mendengar ada susu di meja,Erik langsung meminum susu tersebut,tapi bukan makin enak,makin mules Perut Erik karna susu yang di buat itu rasanya masam dan asin
"Uda yok,berangkat kita,jangan nanti nanti lagi"
Mereka pergi ke sekolah dengan mobil,Erik yang tidak enak perut nya,Memegang perutnya saja
__ADS_1
"Kenapa Lo megang perut Lo,ada yang salah" tanya Nadin yang gak tau apa apa
"Enggak papa,cuman masuk angin karna tidur di lantai tadi malam" elak Erik pada Nadin
"ia maaf,kan abis itu gue suruh pindah bukan disitu aja"
"ia ia,Uda ni Uda Sampek,salim dulu baru pergi"
Nadin yang Uda salim pada Erik keluar dari mobilnya
"Hu,harus jalan lagi ni kesana" Nadin yang lagi berjalan tiba tiba ada motor gede yang melewatinya dan hampir menabrak nya
"He jalan pakai mata,jangan pakai dengkul" teriak emosi pada pengendara tersebut
Tapi pengendara itu tidak berhenti,tapi Nadin suda melihat wajahnya
"Seragamnya kayak gue,Bererti dia itu sekolah sini,kenak Lo nanti sama gue"
Nadin masuk gerbang sekolah,langsung di sambut oleh kedua sahabatnya yang baru sampai
"Nadin,Lo kok lesu gitu si,kenapa Lo"
"ia tumben banget Lo BT gini,apa Erik buat masalah lagi sama Lo" kata citra yang menebak
"enggak,bukan erik,tadi ada anak songong naik motor mau di tabrak gue,untung gue gak papa" Rengit Nadia
"apa Lo gak papa Nadin" citra yang khawatir sama Nadin
"enggak kok gak papa,cuman kaget aja gue"
"eh yang nabrak Lo ganteng gak,"
pertanyaan bunga membuat Nadin dan citra mengetuk kepala bunga
"Lo itu kalau membicarakan jantan cepat kali kau"
"ya kalik kecantol sama dia gue"
"ngareb Lo,Uda yok masuk,kalau ngikuti khayalannya nya bunga gak siap siap"
mereka langsung jalan masuk kelas
"Kalian jahat banget si" langsung menyusul dua sahabatnya untuk masuk kelas
✓
✓
✓
✓
__ADS_1
Hay gays jangan lupa vote dan like nya ya supaya aku lebih sengat ya,Karena aku berharap bisa sukses dari sini gays