
Hay jangan lupa vote dan like nya ya
Erik keluar dari kamar Nadin,ternyata Kevin KK nya Nadin sudah menunggu dibawa
"Apa saya bisa berbicara dengan kamu sebentar" kata kata Kevin begitu formal
"Ia kak bisa,tapi jangan seformal itu bahasanya kak,saya jadi takut" Erik bingung harus berkata apa
"Apakah kamu betul setuju atas perjodohan dan pernikahan kalian" Pertanyaan yang di lontarkan KK nya kepada Erik membuat Erik bingung harus menjawab apa
"kalau aku pribadi,aku belum bisa sepenuhnya setuju karena kami belum kenal satu sama lain" kata Erik Gugun dengan bahasanya
"Saya harap kamu tidak menyakiti adik saya,dia belum perna pacaran atau mengenal lelaki kecuali saya,saya harap kamu memang orang yang pas untuk adik saya"
"Ya nanti akan kami usaha kan"
"Yasudah,kamu pulang sekarang,ini sudah malam"
"Yauda aku pamit dulu yakak"
Erik keluar dari rumah Nadin merasa sedikit lega "Gila,formal banget KK nya,gue aja bisa mati berdiri dibuat kakak nya" sambil mengelus dada "Tapi apa yang dibilang kakak nya si ada bebernya juga,tapi apa gue bisa,ah bodi amat la" Erik menghidupkan mobilnya
#pagi#
mata hari telah terbit,alaran yang dipasang di handphone Nadin pun ikut berbunyi,tetapi ia merasa ada yang aneh saat bangun tidur
"Kok kayak ada yang aneh ya,apa perasaan gue aja" sambil berpikir "mungkin perasaan gue aja kali,mending gue mandi"
Selesai mandi dan memakai seragam sekolah ,Nadin sedang memasang jam tangan nya "Eh ada yang aneh ya" lama berpikir dan teringat kalau dia sudah tunangan dan akan nika satu bulan lagi
Bagi Nadin dunia berhenti berputar,karena tadi malam adalah hari pertunangan dan yang paling buat Nadin merinding,seingit Nadin pulang di Antar Erik naik mobil,tapi kok gue di kamar ya apa jangan jangan
Nadin mencari kakak ny,karna Nadin tau kalau kakaknya pasti yang menunggu Nadin pulang di Antar Erik
"Kakak,kak Kevin,kakak dimana" sambil keluar masuk ruangan
"Disini dek" kata kak Kevin aku langsung nyamperin kak Kevin
"Kak tadi malam aku pulang sama siapa"
"Erik"
"Nadin kan tidur di dalam mobil jadi yang gendong Nadin ke kamar Nadin siapa pasti kakak kan"
Nadin berharap kalau kakak nya bilang ia
"ENGGAK"
seketika jawaban kak Erik menjawab semua pertanyaan ku "Jadi Erik yang gendong aku sampe kamar kak"
"Ia"
"kok KK gak ngelarang si,biasanya temen KK aja yang deketi Nadin langsung KK marahi,ini Uda sampai dalam kamar kak" nadi. bingung liat KK nya,tumben mempersilahkan menggendong adiknya hingga dia masuk di dalam kamarnya
"Karna dia calon suami kamu makanya KK ijini buat dia gendong kamu sampai kamar"
"Oh tuhan,malu nya aku,pasti aku ileran,pasti aku tidurnya mangap/mulut terbuka,pasti aku ngomoel ngomel gak jelas" Nadin yang berbicara sendiri dapet jahilan dari KK nya
"Memang ia dek,KK aja malu dek liat kamu,apa lagi kamu yang gak sadar dek"
makin menjahili adik nya
"Adk,Kakak turun sarapan dulu,nanti pada telat" teriak bunda dari bawa
"kita musuh,jangan dekat dekat dengan ku karena kamu bukan levelku"
*ih makin nyanyi author nya
biar dung suka suka gue
lanjut cerita Thor kasian pada nunggu
ia ia cerewet*
"Oke gak masalah" jawaban santai Erik
Nadin yang sedang sebel pun tidak ingin melihat kakaknya sama sekalih
"Kenapa adek mukanya di teluk gitu" bunda heran dengan anaknya yang pagi pagi sudah perang
"Bunda tau Bun,tadi malam Nadin di antar Erik dia,,,aaaaadudududu sakit dek" langsung dapet jambakan dari Nadin
"Lanjutin aja ceritanya,Fixs kita musu,KK dekat ayah sana aku dekat bunda,ini garis perbatasan wilaya" sambil membuat garis di meja
kami sibuk bertengkar tiba tiba ada tamu yang tak diundang pulang jalan kaki
"assalammualaikum om,Tante"
"waalaikumsalam nak Erik,Masuk sini nak ikut sarapan juga bareng kita"
__ADS_1
"Makasi Tante jadi ngerepotin" kata Erik tidak enak
"Uda santai aja,Erik duduk sebelah Nadin ya,dan untuk Kevin dan Nadin garis pembatas terpaksa di hapus karna ada tembok Cina yang memisahkan kalian" kata bunda yang ikut drama
"maksutnya garis perbatasan apa ya Tante" ,kata Erik yang bingung
"Tante aja enggak tau nak,turun Uda begini mereka,biasa la kakak adik GK perna akur"
disambut dengan O ria oleh Erik
"om Andre mana Tan kok gak ada"
"Uda berangkat duluan,katany ada miting mendadak"
Kevin yang kembali jahil mengingat kan Nadin pada ceritanya
"Tutup muka dek,katanya malu"
"ih KK,jangan di ingetin lagi jijik Nadin nya kak" Nadin tidak terima
"emang kalau boleh tau kenapa ya"
pertanyaan Erik membuat nadi melotot
"enggk papa kok,oh ia gue mau tanya ke elu,gimana ya,tadi malam gue tidur dengan mulut kebuka enggak"
"nggak"
"ileran"
"enggak"
"ngigau"
"enggak"
seketika mata Nadin berubah menjadi harimau di depan kakak nya,
"KAKAK"
orang yang di teriaki suda lari duluan
"SINI KAKAK,KAKAK UDA BIHONG SAMA KU,KATANYA AKU TIDUR ILERAN,NGIGAU,MULUT TERBUKA,AWAS KAKAK YA"
Mereka kejar kejaran seperti anak kecil
Di sisi lain,Erik tiba tiba tersenyum melihat tunangan dan sekaligus calon istrinya itu
"Uda kak,Uda gede jugak,Nadin kamubgak malu di liatin sama Erik tu"
Nadin langsung berhenti mengejar kakak nya
"owh ia,kamu ada perlua apa kesini ya Erik" Kata bunda,bunda lupa karena melihat kedua anaknya bertengkar
"Erik di suruh mama,antar jemput Nadin tiap hari Tan"
Nadin yang keberatan langsung menyambar omongan Erik "apa antar jemput,enggak gak,aku bisa sendiri kali,gak mesti antar jemput segalah"
"Gak papa la nak,bentar lagi pun kalian akan satu ranjang,jadi wajar saja"
"itu masi lama Bun,"
Uda kalian makan dulu nanti pada telat semua
Mereka makan dengan hikmat
"Bun KK pergi dulu ya Bun"
"ia kak hati hati"
"Bun kami berngkat ya Bun"
"ia hati hati nak,nurut apa yang di bilang Erik"
kami masuk kedalam mobil
"Buka sendiri pintunya"
"Di dalem aja sok manis,diluar masam kayak es lemon"
"Uda jangan banyak omong"
Di dalam mobil aku bermain handphone ku saja,karna tidak ada perbincangan di antara kami
tiba tiba handphone ku ber dering menandakan SMS masuk aku membaca pesannya dari ibuku karna hari ini aku harus cari cincin dengan erik,dan ku berikan handphone ku kepada Erik
"kenapa, handphone lo rusak karna Lo maini"
"Bukan,lihat yang bener"
__ADS_1
handphone ku di perhatikan dengan ditelnya
"Lo mau minta foto gue,buat apa nanti Lo pelet gue lagi"
membuat Nadin geregetan
"ih aku mau nunjukin in;!???"
Nadin kaget karna layar menunjukan kamera dari depan
"eh maaf salah,namanya layar pijak ya wajar aja lah kalau kesentu"
"neng,pijak pijak aja,kenapa ada sentunya jugak"
"mulut mulut siapa"
"LO"
"Ya jadi terserah gue lah,gue yang ngomong elu yang sewot'
"ia in,aja lah cewek memang selalu benar"
"itu tau"
Nadin yang malu langsung mencari kontak pesan
"oh itu,gue Uda tau"
"oh yauda bagus kalau gitu"
cukup lama untuk sampai sekolah,akhirnya asampai juga
"Gue di turuni aja di jalan,gue gak mau masuk gerbang,nanti banyak yang ngebuli gue"
kata Nadin belum siap dapet sarapan pagi yang pedas
"gak,gue akan antar Lo Sampek parkiran"
"jangan gila de Lo,Lo mau gue di hujat kakak senior"
"ia ia,gue turuni Lo disini,tapi ada satu syarat,Lo gak boleh Deket sama cowok selain gue,karna kita Uda tunangan" Erik mengingat kan nadin soal status
"Lo bilang kita Uda tunangan,tapi Lo gak pakek tu cincin tunangan" Nadin sambil melirik jari Erik
"Ada kok,gue jadiin liontin Lo aja yang gak liat"
sambil ngeluarkan kalung dari bajunya
"jadi gimana kalau lo yang dekat cewek"
Nadin membalikkan pertanyaan
"enggk,gue itu gak gampang Deket sama cewek,kecuali Lo ni,mulut gue nyerocos kayak gini cuman sama Lo "
"Bagus deh kalau gitu,gue mau keluar bentar lagi bel"
Erik memberikan tangan nya kepada nadin
"Kenapa lu,pegel,minta kusuin,suru siapa anter gue dan sok mau jemput gue kalau nyetir gini aja Uda pegal"
Erik yang gemas langsung mencubit pipi Nadin
"Siapa yang minta kusuk,Lo itu harus cium tangan gue,karna Lo itu bentar lagi jadi istri gue"
"Kan belum si,Uda deh buka pintunya"
sambil menarik narik bukaan pintu,tapi alhasil nihil,itu Uda ke kunci otomatis
"ia ia gue salim"
langsung mencium tangan Erik
Erik langsung menarik tangan Nadin dan langsung mencium kening Nadin
sosor terus
"Belajar yang bener ya,buat anak kita nanti"
Erik Uda menyinggung soal anak nika aja belum
*ngebet banget Lo Rik
ngapain lama lama thor gak enak
serah Lo da*
Hay gays,segini dulu ya,author Uda punya anak jadi up load nya gak banyak tapi author tetap usahain kok
jangan lupa vote dan like nya ya
__ADS_1