Dijodohkan Dengan Musuh

Dijodohkan Dengan Musuh
Drama Nara dan Bara


__ADS_3

Sesampainya di dapur Nara langsung mengambil minuman dan menengguknya hingga habis tak tersisa,masih dengan rasa kesal Nara memilih ke ruang keluarga dan segera menyalakan tv.


Sang mama yang ingin mengambil minum heran melihat sang anak masih menonton tv padahal sudah hampir larut malam.


"nak,kamu ngapain di sini? kenapa belum tidur?" tanyanya sambil mendekati sang putri


"Nara cuma ingin nonton film kesukaan Nara aja ma,lagian Nara juga belum ngantuk" bohong Nara


"yaudah,,tapi kalau sudah selesai segera tidur ya sayang,kasihan juga suami kamu,kalau kamu tinggal sendirian di kamar" kata sang mama,setelah menasehati dan mencium kening putrinya mama Dewi segera masuk kamar lagi,sedangkan Nara masih setia di depan televisi,hingga tak terasa dia tertidur di sofa ruang tamu.


Terdengar adzan subuh berkumandang,semua penghuni rumah telah terbangun dan mulai melakukan aktifitasnya masing-masing. Sang bibi yang melihat majikanya tertidur di sofa ruang tamu pun segera mengetok kamar Nara, Bara yang baru bangun pun segera membuka pintu.


"ya ada apa" katanya sambil menguap dan mengucek kedua matanya


"itu den,non Nara tertidur di sofa ruang tamu,kasihan non Nara den kayak kecapean tadi sudah saya bangun kan tapi tidak bangun juga" terang sang bibi


"yaudah bi biar aku aja yang bangunkan" kata Bara, dan setelah itu Bara segera turun kebawah untuk membangunkan sang istri.


Bara membangunkan Nara dengan cara menggoyang-goyang kan badannya,tapi tidak kunjung bangun,terus di ciprati air wajahnya masih saja tertidur,di kelitikin dan hanya menggeliat,karena kehabisan akal Bara teriak kebakaran dan sukses membangunkan Nara dan kedua orang tua Nara pun ikut terbangun karenanya.


"bangun Ra,ada kebakaran!"teriak Bara di dekat Nara,dan Nara yang mendengar kata kebakaran langsung bangun dan lari masuk kamar mandi dan mengguyur tubuh nya dengan air hingga basah kuyup,sedangkan Bara dan kedua orang tua Nara serta bi ijah pun tertawa melihat aksi Nara barusan.

__ADS_1


Setelah basah kuyup Nara pun memperhatikan sekelilingnya kalau tidak ada api dan melihat orang-orang yang menertawakannya ternyata Bara dia pun tersadar jika dirinya di kerjain dan dengan sewotnya Nara mengambil air se ember dan mulai mengguyur Bara di tempat itu dan seketika membuat Bara berhenti tertawa tapi berubah keterkejutan atas ulah Nara, sedangkan kedua orang tua Nara hanya cekikikan melihat tingkah anaknya dan mantunya yang membuat suasana pagi ini rame.


byur...


" Nara!"


"loe ngapain siram gue?" tanya Bara dengan emosi


" seharusnya gue yang marah sama loe, ngapain loe ngerjain gue segala pake bilang kebakaran segala ha? loe lihat, gue yang belum sadar seutuhnya karena panik langsung nyiram diri gue pake air,biar impas jadi loe juga gue siram air jadi kita sama-sama basahnya" terang Nara yang merasa jengkel karena di kerjain dan puas karena telah menyiram Bara


"itu salah loe sendiri bukan gue,ngapain lie gak lihat benar-benar kebakaran beneran atau cuma bercanda,siapa suruh tidur kaya kebo di bangunin pake segala cara gak bangun-bangun setelah denger kata kebakaran malah langsung lari dan nyiram diri,dasar aneh" hardik Bara


'aduh.. nih anak kenapa sih gak berubah yangbsatu berulah dan satunya juga,udah menikah tapi masih sama aja' batin sang mama


Karena hari ini jadwal kuliah sore maka Nara pagi ini santai-santai di rumah rencananya setelah sarapan Nara ingin berenang di kolam renang. Sedangkan Bara entah mengerjakan apa di laptopnya setelah selesai mandi dia sibuk dengan nya. Tanpa ambil pusing Nara segera kebawah sebel di suruh dan ingin meminta uang kepada sang Papa karena dia kapok bareng Bara yang di tinggal dinpinggir jalan tanpa di kasih uang dan dia memilih pesan taksi online kalau tidak di antar mang udin.


"pagi papa,mama" kata Nara sambil mencium pipi kedua orang tua nya.


"pagi sayang,udah ceria lagi tidak kaya tadi?" goda sang mama


"iya donk ma, Papa capek ya Nara pijitin ya pa" kata Nara sambil milai memijitin pundak sang Papa

__ADS_1


"wah baik banget anak Papa, pasti kalau baik gini ada sesuatu yang di inginkan" kata sang papa yang mengerti tabiat anaknya akan baik gini jika ada sesuatu


"kok Papa mikir gitu sih tentang Nara" kata Nara seolah sedih di tuduh seperti itu


"ya kan Papa tahu kebiasaan anak Papa yang satu ini" kata sang Papa


"Pa boleh gak nanti Nara di antar mang udin kuliahnya kalau gak naik taksi online juga gak papa" kata Nara sambil bergaya sok imut biar di izinkan


"gak bisa mang udin udah di suruh Papa nganterin aku les basket kak lagian kenapa kakak gak ikut bang Bara aja kan satu kampus?" kata Reyhan yang baru ikut bergabung


"ish.. kamu itu ya dek, kamu juga ngapain harus di anter segala,biasanya juga berangkat pake motor sendiri" kata Nara


"suka-suka aku donk kak,lagian motor aku kan sedang di bengkel" sahut Reyhan


"udah, gak usah debat lagian bener kata adek kamu sayang,kamu kenapa milih berangkat sendiri gak bareng Bara aja? " tanya sang mama


"abis dia_" belum sempat Nara menjawab bara sudah memotongnya


" biarin aja pa,ma, nanti sore biar Bara antar aja toh Bara kuliah siang jadi sore free bisa antar Nara " kata Bara sambil ikut bergabung di meja makan,dan langsung mendapat anggukan dari kedua orang tua nya,sedangkan Nara mendengus sebal dibuatnya.


'aish.. nih bocah pasti berencana jahat sama gue,awas aja kalau sampai bikin gue sengsara' batin Nara

__ADS_1


sedangkan Bara tersenyum penuh kemenangan melihat Nara tidak bisa berkutik dibuatnya. Setelah selesai sarapan sang Papa pergi kekantor sedangkan Reyhan berangkat sekolah di antar mang udin dan Nara sudah pergi ke kolam renang.


__ADS_2