
Pagi ini Nara bangun pagi,karena dia ingin bertemu kedua orang tuanya dan meminta mereka untuk mencegah keputusan yang telah di buat Bara dan di setujui sang papa yaitu rencana pindah rumah hari ini.
" ma,,ayo donk bujuk papa,masa kalian tega pisahin Nara sama orang tua Nara? Emang kalian tega dan enggak sayang Nara lagi? Hiks..hiks.." kata Nara dengan drama paginya yang di bumbui tangis bombay nya agar kedua orang tuanya kasihan padanya,tapi sepertinya jurus satu ini tidak mempan kepada papanya.
" sayang.. Mama sebenarnya juga gak rela bila harus pisah sama anak kesayangan mama yang cantik dan menggemaskan ini apa lagi kalau kamu pindah pasti tidak ada suara brisik yang bikin hari mama dan papa berwarna,rumah ini pasti terasa sepi setelah kepergianmu nak" kata sang mama sambil mengelus pucuk kepala Nara
' ish.. Mama ini,niat mau muji atau mau ngehina anak sih,ok bilang Nara cantik menggemaskan tapi apa coba maksud suara brisik emang aq secrewet apaan sih,trus akting aku belum maksimal atau gimana sih kok kaya gak mau nahan buat tinggal gutu,trus papa cuma cuek aja,, assallam.. Fix ini beneran gue di abaikan jadi anak deh' gerutu Nara dalam hati panjang lebar
" kalau gitu mama cegah donk si Bara,buat dia batalin pindah rumahnya biar Nara masih stay di rumah ini ma,pa plis.." kata Nara sambil menunjukkan mata kucing menggemaskannya
"ish.. Anak ini,gak usah rayu mama dan papa Nara, keputusan papa masih sama semua terserah Bara karena kamu bukan lagi anak kecil dan sudah tanggung jawab papa lagi jadi uang jajanpun sekarang akan papa berhentikan tadi malam papa sudah bicarakan semua dengan Bara dan dia siap tanggung jawab dan penuhi kebutuhanmu karena dia sudah mulai mengelola perusahaan keluarganya dan kamu Nara berubahlah jadi istri dan mantu yang baik jangan seenak jidat ada kelakuannya,papa malu masa anak perempuan papa kelakuannya suka di luar nalar" ceramah sang papa yang mendapat dengusan dari sang anak.
" udah deh papa gak usah ceramahin Nara,Lagian di luar nalar gini tetep anak mama sama papa,bilang aja gak mau bujuk si Bara buat tinggal di sini pasti emang papa sama mama udah bosen sama Nara" protes Nara sambil mengerucutkan bibirnya pertanda dia benar-benar merajuk,setelah itu Nara kembali ke kamarnya.
"ish . . Anak itu,susah banget di nasehatin,badan udah gede tapi tingkah lakunya masih kayak bocah" kata sang papa
__ADS_1
"sabar pa,, pelan-pelan dia pasti akan mengerti" kata sang istri sambil mengelus lengan suaminya untuk menenangkannya
Sedangkan Nara yang kesal membanting pintu kamar dengan keras hingga membuat sang suami kaget di buatnya,karena kaget Barapun keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya sedangkan rambut yang basah meneteskan buliran air yang melewati leher,dada dan perut sobek-sobek seperti roti itu yang membuat ketampanan dan ke sexyannya meningkat drastis,sedangkan Nara yang tak siap dengan pemandangan itu pun langsung histeris.
"AAaaaaaa...." teriaknya sambil menutup kedua matanya
"astaga.. Diem Ra,lo ngapain teriak pagi-pagi,nanti di kira gue ngapain loe lagi" kata Bara sambil membekap mulut Nara
"emm..em...emmm." kata Nara yang tidak bisa mengeluarkan suaranya karena masih di bekap
"kalau ngomong tu yang bener gak cuma am em am em aja" protes Bara yang belum ngeh dengan tangannya yang masih membekap mulut Nara,dengan sepontan Nara memukul tangan Bara yang membekapnya dan Barapun tersadar dan mulai melepaskan tangannya.
"aneh loe,pagi-pagi udah gak jelas" kata Bara dan berlalu ke arah lemari saat dia ingin melepas lilitan handuknya Nara segera berteriak.
"Bara! Awas loe ya sampe loe buka tuh handuk di depan gue,gue pastiin tu pala ayam loe gue potong,gue gak main-main" kata Nara dengan histeris,sedangkan Bara menyunggingkan senyumnya melihat tingkah Nara.
__ADS_1
"ngapain loe histeris gitu? Padahal belum lihat punya gue udah kaya gitu,apalagi sudah lihat pasti geger loe,lagian loe mau asal potong tu loe gak mikir apa masa depan loe gimana? " terang Bara
" bodo amat gue gak gak perduli,cepetan loe ambil baju dan celana terus ganti di kamar mandi,buruan!" kata Nara sambil teriak dan menutup matanya tapi jarinya tidak rapat menutup matanya jadi ya kelihatan banget apa yang ada di depannya. Bara yang melihat itu geleng-geleng kepala.
'ish.. Tuh bocah pura-pura nutup mata tapi jarinya gak bener-bener nutup selahnya aja jauh banget gitu buat sapi nontonpun bisa, cewek mah gitu pura-pura gak mau histeris tapi sebenernya juga mau' batin Bara tudak habis fikir dengan tingkah Nara
" ckckck.. Kalau mau lihat tu gak usah ngintip gitu,pura-pura tutup mata tapi selah jarinya kaya gitu ya sama aja,toh loe lihat punya gue juga halal kok kan gue udah sah jadi suami loe bahkan sebaliknya gue lihat punya loe juga sah-sah aja" goda Bara,sedangkan Nara wajahnya mualai merah bak kepiting rebus,antara marah dan malu mendengar kata-kata Bara yang vulgar itu.
Bara mulai berjalan mendekat ke arah Nara sambil menyunggingkan senyumnya sedangkan tangannya siao-siap menarik handuknya,sedangkan Nara mulai kelimpungan panas dingin dengan kelakuan Bara yang di luar dugaan. Nara terus mundur hingga tubuhnya terbentur dinding.
"Bar.. Loe gak usah aneh-aneh ya,awas loe kalau sampe buka handuk itu di depan gue" ancam Nara
"ok.. Gue pengen lihat reaksi loe kalau gue buka ini handuk di depan loe" kata Bara menantang
" gu_gu_gue__" kata Nara gagap,belum sempat Nara melanjutkan kalimatnya Bara menarik tangan Nara dan melepas handuknya.
__ADS_1
"Aaaaaa..." teriak Nara histeris tapi tidak lama karena setelah itu Nara yang emosi karena merasa di kerjain Barapun mengejar Bara sambil memukul Bara dan mulutnya tak henti-henti mengatakan sumpah serapahnya sedangkan Bara cekikikan karena berhasil mengerjain Nara. Ya sebenarnya tadi di dalam kamar mandi Bara sudah memakai celana boxser pendek di dalam handuknya sehingga saat dia keluar dia biasa saja justru Nara yang responnya berlebihan dan jika handuk itu terlepas karena tidak sengaja ataupun di sengaja baginya itu bukanlah hal yang memalukan karena dia tidaklah cuma menggunakan CD ataupun bugil beneran melainkan sudah bercelana.
"dasar otak mesum.. Kurang ajar loe bikin gue panik dan histeris.. Awas loe ya gak bakal gue maafin apalagi loe udah bikin gue hampir serangan jantung dan blablabla.." begitulah sebagian sumpah serapah Nara dan masih banyak lagi