
Saat Nara menoleh ingin naik ke atas ranjangnya dia kaget dengan keberadaan Bara yang sudah duduk manis di atas ranjangnya.
"eh monyet!" pekik Nara yang kaget dengan Bara sedangkan Bara yang di katai monyet pun mendengus sebal
"biset dah,, gue baru tahu kalo mata kena busa tu bosa bikin orang rabun dini ya ternyata" kata Bara mencibir
"maksud loe ngomong gitu apa? Bukannya simpatik malah ngagetin orang dan sekarang malah mencibir orang" gerutu Nara yang tidak terima
"salah sendiri loe ngatain gue monyet,kalau gur monyet loe apa kera? Inget gue tu suami loe ogeb" kata Bara sambil menonyor kepala Nara
"biasa aja kali gak usah main fisik loe,, belum puas bikin mata gue perih sekarang loe mau bikin otak gue geser atau gimana? Main tonyor seenak jidat aja" kata Nara sambil mendudukan diri di samping ranjang yang bersebelahan dengan Bara duduk.
"lebay loe,,kebanyakan baca novel yang apsurd jadi otak loe ikutan terkontaminasi" kata Bara sedangkan Nara hanya mendengus sebal
"keluar aja loe,gue males ada loe yang bisanya biat gue mau marah terus,lagian kamar ini jadi kamar gue dan loe balik sana ke kamar loe" kata Nara mengusir Bara
"eh buset,gue kaget.. niat hati mau lihat keadaan loe mah gue di usir gini,tau gini mending gue gak usah kesini"gerutu Bara yang masih bisa di dengar Nara
"lagian siapa juga yang nyuruh loe buat kesini kagak ada,dan makasih udah ada niat perduli tapi sory gue gak butuh pedulianmu karena ini semua juga ulahmu"kata Nara,sedangkan Bara masih melihat Nara dan melihat mata Nara masih merah dan bahkan sering mengeluarkan air,dia yang merasa kasihan mendekati Nara.
__ADS_1
" eh.. Loe mau ngapain,jangan macem-macem ya" kata Nara sambil beringsut mundur sedangkan bara masih mendekati nara,hingga akhirnya Nara kepentok di sandara ranjang, Nara yang sudah parno merasa was-was tangannya mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk menjauhkan Bara dari niat kurang baiknya,saat Bara semakin dekat dengannya dsn bahkan wajahnya juga mendekat secara reflek Nara menggaprok wajah Bara dengan tangannya,alhasih Bara mengaduh kesakitan apalagi matanya yang kiri terkena jari Nara dan menjadi merah.
"kampret loe ya Ra,, orang mau mastiin liat mata loe malah muka gue yang di kaprok tangan luknut loe,nih perih ogeb mata gue,loe mau balas dendam bilang dong" kata Bara yang kesal sambil mengucek matanya dan mengelus wajahnya sedangkan Nara mengelus dada karena Bara sudah menjauh darinya.
"ya maap,salah sendiri asal mendekat gue kan tidak tahu maksud loe gimana,gue kira loe ada niat buruk sama gue,makanya gue ambil jurus tabok mantap hahhahaaa" kata Nara dengan tawa bangganya sedangkan Bara hanya mendengus sebal.
"otak loe kebanyakan mikir yang aneh-aneh makanya apa-apa jadi negativ mikirnya,untung gue coba orang lain udah di buat babak belur loe" kata Bara
"ya,,iya.. Udah sana keluar aja,gue mau rebahan ada loe jadi gak nyaman dan gak bebas" kata Nara
"eh toge.. emang bener loe ya,, " kata Bara yang gak habis fikir dengan nara sedangkan nara hanya cuek
"maksud ? Pasti boongkan? gak percaya gue" tanya Nara memastika
"ya gue pernah baca tuh artikel katanya jika setelah kena busa mata menjadi merah dan berair,sudah di basuh dan di obati masih merah hagi-hati kalau tidak langsung di bawa dokter bisa jadi kanker mata dan mata akan semakin besar dan meletus trus matanya nanti bakal di copot.dan di ganti dengan bola bekel yang besar,tapi itu cuma kata tulisan gue gak tahu ya semoga aja loe baik-baik aja secara tadi gue lihat loe juga gak ada keluan apa-apa cuma masih merah dan berair aja tuh mata seperti ciri-ciri yang gue maksud tadi,dan mau itu mah terserah loe mau percaya atau gaknya" kata Bara sambil menahan senyum sedangkan Nara sudah parno sendiri.
'Aduh.. Gimanna ini,kalau dari cerita bara kok hampir sama kaya gue,gue gak mauata gue meledak dan di ganti jadi bola bekel besas donk,gue harus ke dokter biar pasti,tapi masa gue minta tolong sama dia sih' batin Nara
"bar!" kata Nara,sedangkan bara langsung berhenti dan menoleh ke arah Nara
__ADS_1
"napa? Gue mau keluar nih,tadikan udah loe usir" kata bara
"kata-kata loe itu bohong gak sih?" tanya Nara
"gak tahu,gue cuma baca di artikel doang,yauah gue pergi bye nara" kata Bara sambil berjalan dan sekarang sudah di dekat pintu saat akan meninggalkan kaamar itu nara kembali memanggil naammanya
"bar! Tunggu!" katanya
"napa" kata Bara cuek
"anterin gue kedokter donk" kata Nara sedangkan Bara mengangkat sebelah alisnya
"kenapa mau kedokter? Bukannya loe gak percaya ama yang gue bilang?" tanya Bara sedangkan Nara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"ya gue emang gak percaya ama kata loe,cuma gak ada salahnya kan kalau gue periksa di RS mata gue biar tahu gimana dan segera di obati aja" kata Nara memberi jawaban
'nih bocah pinter banget ngelesnya' batin Bara
"yaudah,buruan gue udah siap tinggal ambil kunci motor doang" kata Bara sambil berlalu pergi dari kamar itu sedangkan Nara segera berganti baju dan membawa tas selempangnya. Setelah selesai Nara segera menghampiri Bara di bawah dan mereka segera melaju menuju RS terdekat.
__ADS_1