
Nara yang masih kesal dengan Bara memutuskan untuk pergi kuliah sendiri dan berencana ingin naik ojek online jadi dia memutuskan pergi ke luar gerbang lebih awal dari waktu biasanya dia berangkat dan menunggu di dekat jalan.
Tot..tot..
Terdengar bunyi klakson di dekat Nara,Nara yang masih fokus dengan ponselnya terlonjat kaget.
"jangkrik!!" teeiak Nara kaget,sedangkan si pengendara mobil hanya cengengesan di dalam mobil melihat tingkah Nara tanpa ada niat menurunkan kaca mobilnya,dia menunggu reaksi selanjutnya dari Nara.
Nara yang masih dalam mode bad mood segera menghampiri mobil yang mengejutkannya itu,tanpa permisi Nara menggedor-gedor pintu mobil spot itu.
tok..tok..tok..
"keluar loe,jangan sembunyi di mobil,kalau gak keluar fue pecahin nih kaca mobil loe pake batu"
Ceklek..
pintu mobil di buka dan memperlihatkan seorang pemuda yang tampan dengan baju hem biru lengan di lipat dan celana levis biru dan sepatu branded tak lupa kaca mata hitamnya, Nara yang merasa umurnya lebih muda pun memperbaiki kata-katanya agar lebih sopan jadi dia menggunakan saya kamu bukan loe gue seperti sebelumnya.
" ada apa ya mbk kok gedor-gedor mobil saya" tanya si pria itu
"ada apa,ada apa maksud anda klakson sembarangan itu apa ya om.. Saya kan kaget,untung jantung saya aman,coba kalau saya punya penyakit jantung bisa-bisa saya mati muda gara-gara om" crocos Nara mengungkapkan uneg-unegnya.
si pria hanya tersenyum mendengar celotehan Nara,dan menurunkan kaca matanya.
" Nara,kamu lupa sama saya?" tanya si lelaki sambil tersenyum,sedangkan Nara hanya memperhatikan si lelaki itu sambil mengingat-ingat setelah dia ingat diapun tersenyum.
"o...om Revan,, iya aku aku inget ini om revan kan yang udah nolongin aku dan teman-teman ku waktu itu" kata Nara
"iya,, tapi kamu lupa ya,kalau saya bukan om-om jadi panggil kakak aja ya,dan maaf karena mengaget kanmu"kata Revan sambil tersenyum lebar
"hehehee... Maaf om,eh kak maksudnya,kok kak Revan bisa ada di sini? Trus kakak mau kemana?" tanya Nara
__ADS_1
" iya tadi kebetulan lewat sini mau kerumah teman kakak,btw kamu mau kemana? Kok sendirian aja ada di pinggir jalan"tanya balik Revan
"Nara mau kekampus,ini nungguin ojek online,mang ujang nganterin adek jadi ya gak ada yang anterin"
" oh.. Kalau begitu sekalian bareng saya aja,sekalian buat teman perjalanan hehehee" kata Revan sambil tersenyum
"emang gak ngrepotin kakak?" kata Nara sungkan
"gak,kakak malah seneng bisa anterin cewek secantik kamu" puji Revan
"haha,, gombal murah,gak laku kak,ayo berangkat keburu di kejar curut" kata Nara
"hah curut? Maksud_" belum sempet melanjutkan nara udah mengajaknya berangkat,jadi mau tidak mau merwkapun segera menuju kampus,untu sesaat Nara melupakan emosinya kepada Bara. Sepanjang perjalanan mereka mengobrol banyak hal sambil tertawa tanpa terasa mereka sudah sampai di depan kampus.
"thank's kak tumpangannya"kata nara sambil membuka pintu
"sama-sama cantik,nanti kakak jemput ya,pulang jam berapa?" tanya Revan antusias
"em..boleh,nanti aku pulang jam setengah empat kak ada dua mapel soalnya" terang Nara.
"siip"
"yaudah kakak pergi dulu ya,,bye"
"bye"
Setelah itu Nara segera masuk ke kampus,sedangkan dari kejauhan Fira melihat Nara berngkat bersama lelaki tampan.
"cih..murahan" kemudian diapun menyeringai dan mempunyai ide licik untuk membuat Nara terlihat buruk di mata Bara
Di depan kelas Nara sudah di tunggu kedua bestie nya yaitu Lala dan Lili.
__ADS_1
" tumben Ra,loe berangkat lebih awal dari biasanya? Trus kayaknya tadi si anterin cowok ganteng" kata Lili
"iya,beruntung banget loe Ra,cowok loe atau gebetan? kayaknya tajir deh kalau lihat gaya dan mobilnya" sambung Lala sambil membayangkan
" hahahaa.. Kalian gak kenal sama cowok barusan?" tanya Nara,keduanya hanya menggelengkan kepalanya
"enggak,emang siapa? Kan kita lihatnya dari kejauhan jadi nggak lihat dengan jelas" terang Lili dan di benarkan Lala dengan anggukan
"huft.. Kalian inget nggak sama cowok yang udah nolong kita tempo hari karena mobil loe Li yang ban nya kempes" tanya Lili
"o.. Itu,iya gue inget,cowok ganteng yang loe sebut om om itu kan" terang Lili
"iya yang cakep kaya opa opa itu kan,,siapa namanya dufan,efan atau siapa lah pokoknya fan fan kan" tambah Lala
"yap kalian benar,, itu tadi dia namanya Revan guys bukan dufan hahahaa"
"what!! Kok bisa kalian bareng ? "Tanya Lala dan Lili barengan
"tadi_"
prok..prok..prok..
"hello guys,, ada cewek murahan nih,setelah goda Bara sekarang gaet cowok kaya baru" kata Fira kepada dua temannya
"itulah gunanya punya wajah cantik,tapi kelakuan kaya .." kata temannya sambil ngegantung kalimatnya
"kaya itu cewek yang di pinggir jalan" tambah teman fira yang satunya kemudian mereka tertawa bersama sedangkan Nara sudah emosi dan mengepalkan kedua tangannya
Plak..
"jaga ya tu mulut,kaya gak pernah di sekolahin aja,kalau gue denger tu mulut asal jeplak,gue jamin tu mulut akan geser tempat" ancam Nara setelah puas mendaratkan tanda cintanya
__ADS_1
Sedangkan Fira masih shock dengan kejadian yang terjadi tiba- tiba itu dan kedua dayangnya segera mundur ke belakang Fira. Lili dan Lala puas dengan apa yang nara lakukzn ke fira
Tak lama kemudian bel pun berbunyi dan mereka segera masuk ke dalam kelas guna mengikuti mata kuliah hari ini, Fira masih saling lempar tatapan dingin kepada Nara,namun nara acuh tak acuh hanya tersenyum miring yang seolah mengisaratkan'gue gak takut'