
Malam ini orang tua Bara berkunjung ke rumah baru Bara dan Nara. Sesampainya mereka di rumah itu mereka di sambut hangat Nara dan Bara.
"selamat malam sayang" sapa sang mama sambil memeluk sang menantu
"malam ma," jawab Nara sambil membalas pelukan ibu mertuanya itu.
"maaf ya,telat datangnya soalnya tadi ayah kamu pulangnya agak terlambat" jawab sang mama yang menyesal karena tidak tepat
"iya ma,gak apa-apa,yang penting papa dan mama sampai sini dengan keadaan sehat dan selamat itu sudah cukup" jawab Nara sedangkan sang ibu tersenyum senang ternyata menantunya gadis penyayang dan baik tidak sia-sia dia menjodohkan keduanya.
"iya sayang,, kamu emang menantu idaman" puji sang mama,sedangkan Nara tersipu malu. Bara yang mendengar itu seperti ingin muntah dan mendapat pelototan dadi Nara.
"ayo Pa,Ma kita masuk dan makan malam dulu,tadi Nara sudah menyiapkan semuanya" kata Bara mengajak kedua orang tuanya makan. Mereka segera masuk dan makan malam bersama dengan suasana ceria,sang mama dan Nara bercerita banyak hal tentang wanita tak terkecuali Bara dan sang ayah yang lebih membahas tentang bisnis. Sang ayah ingin menyerahkan cabang perusahaanya yang lokasinya tak jauh dari tempat Bara dan kampusnya agar di kelelola Bara sebagai batu loncatan. Karena Sang ayah ingin melihat kemampuan sang anak dan ingin mengasahnya agar bisa menjadi pemimpin yang sukses kedepannya.
Tak terasa waktu telah menunjukkan jam sepuluh malam, Nara mengantar sang mama mertua ke dalam kamarnya,setelah itu Nara segera kembali kekamar untuk istirahat,sedangkan Bara masih bersama sang ayah di ruang keluarga entah membahas apa.
Bara baru naik ke kamarnya setelah jam dua belas malam,dia ingin segera tidur karena dia merasa sangat ngantuk,tapi saat ingin membuka pintu,ternyata pintunya di kunci dari dalam.
Tok..tok..tok..
"Ra.. Buka pintunya,gue mau masuk" kata Bara
"Ra!"
__ADS_1
Sedangkan di dalam kamar Nara sedang menikmati dunia mimpinya. Sedangkan Bara yang sudah lelah mengetuk pintu dan memanggil Nara pun memilih turun ke ruang keluarga,dia mulai merebahkan dirinya di sofa dan mulai tertidur lelap.
saat sinar mentari masuk melalui celah tirai di kamar,Nara mulai menggeliat dan membuka kedua matanya.
"hoam.. gue ngerasa tidur gue nyenyak banget" gumam Nara sambil menguap,setelah meregangkan otot tangan dan kaki Nara menyambar ponselnya.
"ya salam.. Udah jam tengah tujuh,gue belum mandi,masak gimana? Eh guekan emang gak bisa masak,ok berati gue harus pesan makanan nih,tumben si batu bara gak bangunin gue? Dahlah mending gue mandi dulu baru turun" kata Nara dan segera menyambar handuk dan salin baju kemudian masuk ke kamar mandi. Tak bituh waktu lama Narapun sudah selesai dia pun segera membuka pintu dan keluar.
"lhoo.. Kok ini pintu gue kunci? Berati semalem gue tidur sendiri donk,trus si batu bara kemana?" guman Nara sambil turun,sesampainya di lantai bawah Nara segera menjatuhkan diri di sofa sambil mengecek ponselnya.
"aw..."
"lho..sofanya kok bicara?,trus nih kok kaya lebih tinggi ya" gumam Nara tapi masih fokus dengan ponselnya
"ha.. Lo ngapain pagi-pagi tiduran di mari,jangan bilang loe sengaja ya biar gue dudukin kaya tadi,dasar modus loe" tuduh Nara
"eh,lo ngomong tu di pikir dulu napa, gue tidur di sini kan karena ada orang yang tega ngunciin suaminya di luar,dasar istri durhaka tuh emang"kata Bara sambil berlalu meninggalkan Nara.
"dia tadi nyindir gue gitu" gumam Nara setelah kepergian Bara.
ting tong..
"paket!"
__ADS_1
"iya,bentar mas" kata Nara sambil berjalan ke arah pintu,
Ceklek
"benar ini dengan mbak Annara"
"iya,mas itu saya"
"ini mbk pesanannya dan tolong tanda tangan di sini" kata kurirnya sambil menyodorkan kertas serah terima,setelah tanda tangan Nara segera masuk membawa pesanannya dan mulai menatanya di atas meja. Setelah selesai terdengar suara derap langkah,Nara segera melihat ke sumber suara dan melihat kehadiran ayah,ibu mertua dan suaminya.
"pagi Ra" sapa sang mama
"pagi ma" jawab Nara sambil tersenyum
"wah,rajin sekali menantu mama,pagi-pagi udah menyiapkan makanan,ini kamu masak sendiri" tanya sang mama
"hehehee enggak ma,maaf ya ma ,pa Nara belum bisa masak jadi tadi Nara pesan ini semua,nanti kalau Nara yang masak takut yang makan masakan Nara keracunan" kata Nara sambil nyengir kuda yang membuat semua orang di ruang makan itu tertawa mendengarnya.
"hahahaa.. Bisa aja kamu Ra,besok mama ajarin kalau kamu mau" kata sang mama sambil mengajak menantunya itu untuk duduk
"wah.. Boleh ma,Nara malah seneng kalau mama mau ajarin Nara masak" jawab nara dengan antusias
"yaudah,, besok kamu latihan masak sama mama kamu,dan sekarang kita makan,kebetulan ini yang di pesan Nara makanan kesukaan papa dan mama" kata sang papa, Nara yang mendengar itu tersenyum puas ternyata tak salah pesan makanan sedangkan Bara hanya diam tanpa mau ikut campur.
__ADS_1
'ternyata dia jujur banget jadi orang,untungnya juga dia gak sok-sokan masak,coba kalau ini semua masakan percobaan Nara bisa-bisa nyokap bokap sama gue gsk lihat matahari esok' batin Bara sambil menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya. m