
Saat bara menemani Sera membeli boneka seperti janjinya tadi,terdengan ponsel bara berdering pertanda pesan baru masuk. Bara membaca pesan itu,dan dia mendengus sebal.
'dia udah pulang, tapi dengan siapa? Kok dia gak nungguin gue sih,seharusnya berangkat bareng pulang juga bareng' batin Bara
"pesan dari siapa kak?" tanya sera penasaran
"em.. Dari temen kakak,kamu sudah selesai belanjanya?"tanya Bara
"udah kak" jawab sera
"ayo,kita bayar trus pulang" kata Bara sambil mengajak Sera ke kasir,setelah keluar dari toko ketika Bara ingin mengantar Sera,Sera menolak karena dia bersama kakaknya,dan dia di suruh menunggu di dalam mobil sang kakak.
"Beneran,loe gak pa-pa gue tinggal sendiri Ra?" tanya Bara lagi
"iya kak,tadi kak Rio udah kirim pesan Sera katanya di suruh nunggu di mobil,kak Ria dan kak Ratna udah jalan kesini" jawab Sera
"yaudah,,kakak tinggal dulu ya Ra,loe hati-hati,bye"kata Bara
"bye kak Bara" jawab Sera senang, setelah itu Bara segera melajukan kendaraanya dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai rumah,tak butuh waktu lama Bara tiba di depan rumah dan memarkirkan mobil di garansi.Setelah masuk dia melihat rumahnya telah berubah dari sebelum dia dan Nara pergi,kini terlihat rapi dan cantik dengan hiasan dan tambahan perabot rumah yang baru. Bara sampai takjum melihat hasil karya istrinya tersebut. Dia mencari Nara di ruang makan,ruang keluarga dan dapur tapi tidak ada,akhirnya Bara memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya. Saat pintu terbuka Bara melihat Nara sedang kesulitan memasang gordyn,Nara menaiki kursi dan kembali ingin memasang tapi kesulitan,Nara yang fokus tak sadar jika sedari tadi dia di di perhatikan Bara.
"ih.. Nelangsa banget hidup gue,menikah sama musuh dan di pisahin dari orang tua. Gue di suruh rapi-rapi rumah itu di batu Bara malah asik pacaran sama sarang atau apalah,sebel gue bukannya bantuin gue malah asik sendiri,sebel..sebel.."gumam Nara yang masih bisa di dengar Bara sedangkan Bara hanya senyum dan geleng-geleng kepala.
"loe kenapa tadi pulang gak nungguin gue?" tanya Bara
"emang penting dan harus" tanya Nara tanpa menoleh ke subersuara.
"penting lah,gue suami loe,dan loe pulang sama siapa?" tanya Bara
__ADS_1
"kamu nanya?? Kamu bertanya-tanya??" kata Nara
"gue serius Ra? Loe pulang sama siapa? Dan kenapa gak tungguin gue Ra?"tanya Bara mulai sebal sendiri
"gue pulang sama Vandy, dan buat apa gue nungguin orang pacaran? gak guna kali yang ada gue buang-buang waktu" kata Nara ketus
"loe tahu dari mana?" tanya Bara yang kaget Nara bicara seperti itu
"apa itu penting?" tanya Nara dengan tatapan sinisnya
"loe cemburu?" kata Bara mulai menggoda Nara yang seperti nya sewot karena dirinya bersama Sera atau Fira tadi
"gue?? Cemburu?? Sama loe?? Hahahhaahaaaa gak lucu!" kata Nara yang tadi seperti gadis punya jiwa ganda awal seperti tanya,trus tertawa seperti senang dan langsung berekspresi datar
"trus apa donk kalau gak cemburu,lihat gue sama cewek trus loe ninggalin gue,setelah pulang marah-marah" jelas Bara
' gue rasa gue emang salah,tapi dianya aja yang berlebihan,lagian salah sendiri tinggalin gue ' batin Bara tak mau di salahkan.Bara mengambil gordyn itu dan mulai memasangnya setelah selesai dia melihat Nara sedang menata aneka makanan di atas meja yang sepertinya baru beli lewat online. Saat melihat Bara turun Nara tak memperdulikan Bara yang seolah-olah tak melihat keberadaanya.
"wah rajinnya istriku" kata Bara tiba-tiba dengan maksud membuat suasana tidak secanggung ini tapi ternyata Nara tetap sibuk sendiri tanpa memperhatikan Bara dan membalas kata-katanya.
Tring..tring..
Bara melirik Nara yang tersenyum melihat ponselnya berdering,dan berlalu pergi meninggalkan Bara sendirian.
"ck.. Emang gue gak terlihat apa? Masa gue di cuekin sih,trus yang telfon tadi siapa kok kayaknya Nara seneng banget' batin Bara
Sedangkan Nara menerima telfon dari Revan,yang merupakaan sahabat barunya.
__ADS_1
"hallo,Ra"
"hallo kak"
" gimana,kok belum kirim alamat rumah barunya? Padahal kakak gak sabar pengen main" kata Revan
"em.. Maaf kak,tadi lupa soalnya masih sibuk beres-beres rumah" kata Nara
"besok kuliah pagi atau siang?" tanya Revan
"besok aku kuliah sore kak," jawab Nara
"boleh gak kakak jemput besok" kata Revan
"em.. Boleh, besok aku kirim alamatnya"
"ok,, btw kamu gi apa? Udah makan dan mandi belum?" tanya revan
"aku___" belum sempat Nara menjawab ponselnya sudah lebih dulu mati dan itu tak luput dari pantauan Bara yang sudah berdiri di pintu.
"hahahhaaaaa kasihan,yang terputus di jalan,ibarat kata gi sayang-sayange malah di tinggal,sakit .. Tapi ini gi asik ngobrol malah di putus karena ponsel mati,hahahaa" kata Bara mengejek Nara sedangkan Nara yang sudah ndongkol mengambil setan dan dia berjalan ke arah Bara.
Puk..
"Nara!!! Hah..hah..air,, air" kata Bara kepedesan karena Nara memasukkan cabe yang sudah di potong itu kemulut Bara yang masih tertawa,alhasil Bara kepedesan dan mengambil air di dispenser dan menengguk dua gelas sekaligus,dan sukses membuat Nara tertawa menang.
"rasain!" kata Nara sambil melihat Bara yang kepedesan itu,setelah itu Nara segera ke kamar untuk mandi dan ganti baju,karena sebentar lagi mertuanya akan datang.
__ADS_1