Dijodohkan Dengan Musuh

Dijodohkan Dengan Musuh
Nara anak mama bukan?


__ADS_3

Setelah di antar Revan Nara segeraasuk kedalam rumah,saat pintu terbuka dia sudah di sambut sang mama di depan pintu sambil tangannya di dada dan tatapan tajam yang mengintrogasinya.


"malam ma,, kenapa mamak lihatin Nara kaya gitu" tanya Nara yang heran dengan tingkah mamanya


" dari mana kamu?,dan di antar siapa tadi" kata sang mama


"oh.. Itu critanya panjang ma,kalau aku ceritain gak akan selesai,Nara capek mau mandi" kata Nara ingin menghindar dari pertanyaan sang mama tapi di terhenti saat melihat sang papa berjalan kearahnya dan di susul Bara di belakangnya.


'aish.. Kenapa sih hari ini sial banget,belum capeknya hilang malah siap-siap di introgasi sama dua pawang buaya' batin Nara melihat sang ayah menatapnya tajam


"malam ayah,maaf yah Nara telat pulang tadi ada insiden kecil di jalan" kata Nara menjelaskan agar terhindar dari pertanyaan sang ayah dan sang mama,saat Nara ingin berlalu dia berhenti karena mendengar suara bariton itu.


"Nara!!"


"Duduk dan jelaskan pada kami semua,kemana kamu dan pulang dengan siapa!"kata sang ayah dengan tegasnya. Nara pun kembali kebelakang dan ikut duduk di ruang tamu,dia duduk di samping sang mama dan berhadapan dengan sang ayah dan suaminya.


"Nara! kamu itu bersuami kenapa pergi tidak pamit kepada suamimu,atau nggak mengabari orang rumah biar kami tidak khawatir,dan tadi kamu di antar siapa? Apa kamu takenghormati suamimu dan orang tuamu sehingga kamu sesukamu jalan dengan pria lain" kata sang mama mengomeli Nara panjang lebar,sedangkan Nara hanya terdiam dan menundukkan kepala.


"maaf ma, tadi Nara itu pulang dari kampus tak sengaja bertemu kak Revan trus___" kata Nara menjelaskan apa saja yang di laluinya hari ini dari dia yang main di taman,di kejar preman dan anjing hingga dia harus mampir butik untuk mengganti baju karena bajunya yang kotor. Mereka yang mendengarkan cerita Nara awalnya serius tapi setelahnya mereka tersenyum menahan tawanya mendegar cerita konyol Nara,Nara yang kesalpun memberengut dan memanyunkan bibirnya.


"ih, kalian mah gitu,bukannya prihatin sama Nara tapi malah menertawakan Nara,tasi aja waktu pulang seremnya minta ampun setelah di ceritain mah tertawa" protes Nara yang tak terima di tertawakan


"habisnya kamu ada-ada aja sih Ra,trus kamukan ada uang kenapa repot-repot lari dan negosiasi tak bermanfaat sama preman segala,tinggal kasih uang secukupnya kan beres" kata sang mama


"iya tadi ayah sempat khawatir saat kamu cerita di kejar preman takut kamu kenapa-kenapa,tapi akhir cerita membengongkan hahahaa ayah jadi tidak khawatir dan sedih yang ada hanya lucu" tambah sang ayah tertawa


"ish.. Punya orang tua gak ada akhlak,anak gadis kena musibah bukannya prihatin malah tertawa" protes Nara pada orang tuanya

__ADS_1


"salah kamu sendiri sayang,ada suami kenapa gak minta tolong suami buat antar jemput" kata sang mama


"ish.. Ogah ma,mending Nara di kejar anjing " kata nara yang mendapat pelototan dari sang ayah dan mamanya.


" em.. Pa,ma, maaf Bara potong sebentar pembicaraanya, karena Bara dan Nara sudah menikah jadi Bara memutuskan untuk pindah kerumah Bara sendiri bersama istri Bara" kata Bara yang sedari tadi diam


" sono loe pindah biar hidup gue tenang" kata Nara


"kalau gue pindah berati loe juga ikut pindah " kata Bara dengan santainya


"ha,, ngapain mau pindah ajak-ajak gue,sono loe pindah sendiri,gak jelas banget"protes Nara


"nak,Bara itu suami kamu jadi kamu harus ngikutin kemana suami kamu pergi,jadi kalau Bara mau pindah kamu ikut sayang"kata sang mama memberi pengertian


"ih.. Nara anak mama bukan sih? Masa Bara yang mau pindah Nara juga di suruh pindah" kesal Nara


"gak mau pokoknya_"


"papa setuju usul Bara,karena kamu sudah menikah dengan Bara maka kamu sudah jadi tanggung jawab Bara nak,dan jika suami kamu ingin tinggal di rumahnya kamu harus ikuti dia,ingat papa tidak pernah mengajarkan anak papa untuk membangkang kamu sebagai istri harus nurut dan berbakti pada suami,jadi ayah hargai keputusan Bara untuk kalian mandiri tapi ingat sering-seringlah berkunjung kerumah papa" potong sang ayah dengan tegas yang di beri jawaban anggukan oleh Bara sedangkan Nara yang kesal dengan keputusan sang papa pun berjalan menuju kamar sambil ngedumel sepanjang jalan bahkan bibirnya sudah maju lima senti meter.


Brak!


Pintu kamar di banting kencang oleh Nara,dia segera menuju kamar mandi untuk berendam air hangat untuk menghilangkan kekesalannya dan rasa penatnya. Sedangkan Bara masih asik mengobrol di ruang keluarga bersama ayah mertuanya.


Tak berapa lama pintu kamar di ketuk dari luar,Nara yang masih di dalam kamar mandi berteriak dari dalam.


Tok..tok..

__ADS_1


"non Nara"


"masuk bi!, Nara sedang mandi" teriak Nara dari kamar mandi


Ceklek


"non makan malamnya saya taruh di meja ya, tadi nyonya suruh bibi bawa ke atas" terang sang bibi sambil berlalu


"baik bi" sahut Nara


Setelah selesai ritual mandinya Nara segera keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian dengan baju tidur motif doraemon. Narapun segera mengambil makan malamnya dan mulai melahapnya.


"huft.. Nikmati Nara besok loe udah pindah alam,sekarang loe nikmati saat-saat loe di surga besok loe pindah ke neraka" kata Nara bermonolog


.


"maksud loe apa bilang di neraka? Emang gue sekejem apa ha? Awas loe jadi istri durhaka karena ghibahin suami sendiri " kata Bara yang sudah berdiri di dekat pintu, Nara yang kaget segera menoleh ke arah sumber suara


"kampret loe,ngagetin orang aja udah kaya jalangkung datang tak di undang pulang tak di antar" kata Nara dengan sebal


"astaga.. Kenapa nasib gue gak beruntung sih,punya istri gak ada akhlak masa suami sendiri di katai kampret,disuruh ikut suami juga di bilang ke neraka,,untung gue sabar orangnya kalau enggak udah habis loe" kata Bara


"ish.. Gak jelas banget" kata Nara sambil berlalu meninggalkan Bara yang masih terdiam di tempatnya karena merasa di abaikan oleh Nara. Setelah Nara pergi barulah Bara menyadari dan ikut bergegas mengejar Nara.


"Ra"


"tunggu Ra, gue belum selesai ngomong" kata Bara mengejar Nara,sedangkan yang di panggil acuh tak acuh Nara terus berjalan tanpa perduli dengan panggilan Bara,bahkan menengok pun seakan dia enggan.

__ADS_1


__ADS_2