
Sesampainya di depan rumah Keysha, Daniel masih bungkam tidak seperti biasanya.
"Mbak aku pamit dulu," ucap Daniel cuek pada Keysha karena masih dilanda cemburu.
"Iya hati-hati,"kata Keysha. Daniel hanya diam tak merespon dan memutar motornya, tetapi sebelum Daniel melajukan motornya dikejutkan dengan suara bariton dari dalam rumah.
"Hei bocah mau kemana kamu," Terdengar suara bariton dari dalam membuat Keysha maupun Daniel di buat kaget.
"Sudah bawa anak orang tidak pamit, sekarang mau kabur hah," bentaknya penuh penekanan.
'Glekk....gawat raja api sedang marah bisa habis nih bocah,'batin Keysha.
Keysha melotot tak percaya ternyata sang ayah sedari tadi duduk di sana memperhatikan keduanya.
'Glek kenapa nyaliku menciut begini mendengar suara ayah mertua,'batin Daniel.
"Key suruh dia masuk ke dalam rumah," perintah sang Ayah tanpa bantahan, berjalan menuju ruang tamu.
Sedangkan Bunda dan Kean keduanya menguping di balik jendela.
"Bunda nasib kakak nanti bagaimana?" tanya Kean.
"Bun cowok kakak sepertinya masih seumuran Kean ya, sepertinya aku pernah melihat orang itu Bun," tanya Kean pada sang Bunda.
"Ha dimana Kean lihat" tanya Bunda mode penasaran.
"Dia itu murid sekolah elit yang di daerah xxx," kata Kean memutar otak mengigat wajah Daniel.
"Wah beruntung Keysha dapat pacar brondong tajir," jawab Bunda tanpa sadar membuat Kean geleng-geleng melihat kelakuan matre bunda.
"Bunda matre," celetuk Kean tanpa sadar membuat sang bunda marah.
"Bunda tidak matre Kean, mana ada sih orang tua yang rela anaknya menderita," jawab sang Bunda mendramatisir dengan mata berkaca-kaca membuat Kean jengah.
"Eh Bun ayo kita pergi sebelum ketahuan mereka," ajak Kean menarik tangan sang Bunda saat melihat ketiganya masuk ke dalam rumah.
****
Di sinilah mereka bertiga sekarang di ruang tamu.
"Ayah bolehkah Keysha taruh ini dulu di dapur," pinta Keysha memperlihatkan semua yang Daniel belikan.
__ADS_1
"Kamu diam duduk di sana biar nanti bunda yang ambil," perintah sang Ayah.
"Bunda siapkan minuman buat tamu kita," teriak sang Ayah dari ruang tamu. Bunda bergegas membuatkan minuman untuk ketiganya.
Susana nampak tegang membuat Daniel memilih diam menunggu perintah sang tuan rumah.
'Nih anak tumben duduk manis,'batin Keysha yang melihat Daniel.
"Hei kamu sebutkan nama dan asal usul kamu," perintah Ayah menunjuk ke arah Daniel melalui tatapan matanya.
'Serem amat nih calon mertua,'batin Daniel.
"Saya Daniel Alexander Prayoga, kekasih anak om dan kalau om mengijinkan saya ingin melamar anak om besok," jawab Daniel membuat Ayah Keysha kaget, pasalnya Keysha belum memiliki kekasih tetapi tiba-tiba ada pemuda yang mengaku menjadi kekasih sang anak.
"Benar yang pemuda ini katakan key?" tanya sang Ayah yang masih belum percaya.
'Nih bocah buat aku dalam masalah besar, hari ini karena ulahnya aku terpaksa menjadi pacarnya dan apa dia bilang barusan melamar....hiks hiks,' batin Keysha menangis merutuki bocah tengil di depannya.
Belum sempat Keysha menjawab, muncullah sang Bunda membawakan minuman dan cemilan.
'Ah untung bunda datang tepat waktu,' batin Keysha berterima kasih pada sang Bunda.
"Di minum dulu nak Daniel," kata bunda mencairkan suasana.
"Wah nak Daniel tahu saja Bunda suka opak dan sate," ucap Bunda saat melihat opak dan mencium aroma harum sate.
"Ehem " deheman Ayah membuat kita semua terdiam.
"Bunda ke dapur dulu ya taruh semua ini," kata bunda mencari aman meninggalkan tempat ini.
"Key cepat jawab pertanyaan Ayah tadi," perintah sang Ayah tegas membuat Keysha hanya bisa pasrah.
"Dengan jujur Key, karena ayah tidak menyukai kebohongan. Ayah minta kamu jujur menceritakan awal kalian berjumpa dan memutuskan berpacaran karena Ayah tidak percaya karena ayah tahu seperti apa pria kriteria kamu," ucap Ayah panjang lebar membuat Daniel takut kalau ayah gadisnya tau dia memaksa Keysha menjadi kekasihnya.
'Ha apa Ayah mertua bilang kalau aku tidak sesuai kriteria mbak cantik, apapun yang ku inginkan harus ku dapatkan termasuk cinta mbak cantik. Tidak ada dalam kamus Daniel kata menyerah,'batin Daniel penuh ambisi.
Daniel memandang Keysha dengan tatapan memohon.
Sedangkan Ayah Keysha memperhatikan gerak-gerik keduanya.
Akhirnya Keysha menceritakan awal pertemuan dirinya dengan Daniel dan hari ini telah resmi menjadi kekasih Daniel. Tetapi Keysha tidak menceritakan segala gombalan atau sifat Daniel yang suka memaksa, Keysha berbicara yang baik-baik tentang Daniel karena tahu bagaimana sifat keras sang Ayah.
__ADS_1
Daniel tersenyum senang karena Keysha tidak menceritakan keburukan dia di hadapan Ayahnya.
'Memang mbak cantik calon istri idaman, jadi ingin cepat ku halalin,' batin Daniel merasa bahagia.
"Oh jadi begitu ceritanya, hei bocah benar semua yang di katakan oleh putri saya?" tanya Ayah memastikan apakah Keysha berbohong.
"Iya Ayah...eh om," jawab Daniel keceplosan memanggil Ayah membuat Ayah melotot.
"Baru tiga kali kamu bertemu dengan putri saya sudah bilang ingin melamar," tanya Ayah Keysha memastikan.
"Iya om, saya jatuh cinta sama putri om. Saya tahu umur kita terpaut jauh tetapi saya ingin menikahinya dan saya yakin bisa membahagiakan putri om," jawab Daniel mantab.
"Hei jangan bicara terlalu jauh, sepertinya kamu masih kuliah ya," tanya Ayah Keysha melihat wajah Daniel.
"Saya baru lulus SMA om," jawaban Daniel sontak membuat Ayah Keysha terkejut.
"Key kamu yakin dengan keputusanmu," kata ayah mencoba mencari penjelasan.
"Om saya mohon, saya sangat mencintai anak om,"pinta Daniel.
"Bawa orang tua kamu ke sini tunjukkan kesungguhanmu," perintahnya pada Daniel membuat Daniel senang.
"Yah Keysha belum ingin menikah," kata Keysha yang sedari tadi binggung.
"Yah Keysha ingin mengenal Daniel lebih dekat, nanti kalau Daniel sudah lulus kuliah baru kita bicarakan lagi. Untuk berbicara pernikahan bukankah terlalu cepat, aku ingin memahami semuanya tentang Daniel," pinta Keysha memelas.
Seakan tahu kebimbangan sang putri akhirnya sebagai seorang ayah tidak berani memutuskan dengan tergesa-gesa apalagi nasib sang putri.
"Ya sudah silahkan kalian berbicara dulu, ayah mau icip sate yang kalian beli tadi," kata ayah meninggalkan mereka di ruang tamu.
"Mbak kenapa menolak ajakan saya menikah," protes Daniel.
Keysha mengengam tangan Daniel karena takut Daniel marah.
"Kamu pasti tahu alasan ku yang sesungguhnya," kata Keysha di jawab gelengan kepala Daniel.
"Setelah menikah, masa kita tinggal di rumah Ayah dan nanti bagaimana kamu mau nafkahi aku sedangkan kamu masih sekolah. Jujur aku tidak ingin kamu meminta uang kepada kedua orang tuamu, aku tidak ingin menambah beban mereka," jawab Keysha membuat Daniel merasa lega karena Keysha memikirkan nasib mereka nanti.
"Aku ingin lebih mengenalmu begitupun sebaliknya, aku tidak ingin kamu menyesal memilihku," lirih Keysha berusaha menerima kenyataan telah menjadi kekasih bocah di hadapannya.
"Aku tidak akan pernah menyesal," jawab Daniel mantab.
__ADS_1
Bersambung.....