
"Calon besan, kami semua pamit pulang dulu ya," pamit mami kepada bunda.
Keysha pun mencium tangan kedua orang tua Daniel, begitupun sebaliknya Daniel pun mencium kedua tangan orang tua Keysha.
"Keysha sayang, mami sama papi pamit dulu ya. Kapan-kapan kamu main ke rumah ya sayang," pinta mami memeluk Keysha.
Keysha pun tersenyum mengangguk, Keysha sempat berfikir kalau calon mertuanya ini akan bersikap jutek karena mereka orang kaya. Nyatanya pemikiran Keysha salah.
"Dada Mbak cantik," Daniel melambaikan tangan kepada Keysha. Di sertai ciuman jauh yang membuat semua orang tertawa melihat tingkah konyol Daniel.
"Ish mami sakit ....." Rengek Daniel. Karena malu, mami terpaksa menyeret anak semata wayangnya itu.
"Sudah mau menikah, masa kelakuan masih seperti anak kecil," ejek papi.
"Ayo," mami menyeret anaknya masuk ke dalam mobil.
"Ish mami sakit, mami itu seperti ibu tiri ....." Rengek Daniel. Mami melotot mendengar ucapan Daniel.
"Sudah.... Sudah jangan ribut, ayo pulang. Malu...." Ajak papi.
"Sudah mau menikah, masa kelakuan masih seperti anak kecil," ejek papi.
"Ayo," mami menyeret anaknya masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil, Daniel masih cemberut karena ucapannya kepada Keysha tadi belum selesai tetapi di potong oleh mami.
"Bibir kamu mau manyun sampai kapan," tanya papi.
"Pi harusnya tadi tuh acara lamarannya kayak artis-artis gitu Pi, ada lagi nya yang gini 'aku ingin mempersunting mu tuk yang pertama dan terakhir...." Belum selesai Daniel berbicara perkataan nya di potong mami.
"Haduh anak mu Pi," ucap mami pusing melihat kelakuan Daniel. Mami memijit kepalanya yang terasa pusing.
"Lagu itu cocok buat acara resepsi nanti," jelas papi.
"Eh iya ya, he he he he he....." Jawab Daniel membuat kedua orang tuanya geleng-geleng melihat nya.
"Nak kamu beruntung mendapatkan Keysha sedangkan Keysha kasihan sekali mempunyai calon suami modelan kamu," cibir mami.
"Kenapa dengan ku mi, aku ini tampan, muda, kaya. Coba siapa yang mampu menolak pesona seorang Daniel," sombong Daniel.
"Minus kelakuan seperti bocah," ejek papi.
"Diam semua.... Mami mau istirahat sebentar jangan ada yang berisik," ancam mami.
Keduanya pun langsung terdiam tak berani berbicara lagi.
***
Sedangkan di kediaman Keysha....
__ADS_1
Tetangga kanan kiri sudah pulang, tinggal lah kerabat sanak saudara dari jauh yang masih setia berada di kediaman Keysha.
"Selamat ya nak Keysha, pintar banget cari calon nya masih muda , ganteng , kaya lagi," puji Bu laras adik Ayah Keysha.
"Ah Tante bisa saja," jawab Keysha tersipu malu.
"Ya sudah Tante pamit pulang, mana Ayah sama bunda mu?"
"Paling bunda sedang di dapur, kalau ayah mungkin masih di depan menemani beberapa kerabat," jawab Keysha.
Setelah kepergian Tante Laras......
"Cie cie cie.... Bentar lagi yang mau menikah," ledek Rea kepada sahabatnya itu.
Keysha tersentak kaget tiba-tiba Rea muncul di belakang dia.
"Apaan sih," Keysha di buat tersipu malu mendengar ucapan Rea itu.
"Cie... Malu-malu mau," Rea semakin meledek sahabatnya.
"Ayo duduk sini," ajak Keysha menarik Rea untuk duduk di dekatnya.
"Terus kamu kapan, masa tunangan dah lama. Tinggal nikah nya kapan nih?" Balas Keysha.
Rea terdiam wajahnya yang tadi ceria berubah muram. Melihat itu Keysha pun merasa tiba-tiba tidak enak.
Bibir Keysha keluh tak berani mengucapkan sesuatu.
"Sudahlah jangan di pikirkan lagi, maafkan aku," bujuk Keysha memeluk sahabatnya itu dengan perasaan kasihan.
"Kenapa kamu harus minta maaf, ini bukan salah kamu, mungkin kamu yang di takdirkan menikah terlebih dahulu daripada aku," lirih Rea.
"Nak Rea, ini semua buat kedua orang tua nak Rea. Maaf seadanya," kata bunda Keysha yang tiba-tiba muncul dari ruang tengah menyerah beberapa kue maupun nasi kotak.
Rea pun mengusap sudut matanya yang sedikit berair.
"Aduh bunda, maaf ya merepotkan," kata Rea merasa tidak enak.
"Kalian lanjutkan saja ngobrol nya," kata bunda meninggalkan keduanya di ruang tamu.
"Emmm.... Bagaimana Yudha menurutmu?" Tanya Keysha hati-hati.
"Yudha temannya Daniel itu kan," kata Rea memastikan.
"Hmmm..... Menurut kamu, Yudha itu seperti apa orangnya?" Tanya Keysha mencoba mencari cela untuk Yudha.
"Menurutku sih..... Baik, cuma mulutnya suka ceplas-ceplos kalau bicara," jawab Rea.
"Ha ha ha ha ha..... Yudha menang begitu kalau ngomong suka ya suka, tidak ya tidak. Tetapi menurutmu ada kelebihan lain gak, misalnya apa gitu yang membuat kamu tertarik," kata Keysha mencoba memancing Rea.
__ADS_1
"Tunggu... Tunggu. Kenapa kamu tiba-tiba membahas tentang Yudha?" Tatapan mata real memandang ke arah Keysha dengan penuh selidik.
"Tidak apa-apa kok," elak Keysha.
"Kamu jujur saja deh, jangan coba-coba membohongi sahabat mu ini. Dati mata mu saja aku tahu kamu menyembunyikannya sesuatu," kata Rea dengan tatapan mata tajam.
"He he he he tahu saja kamu,"
"Kamu itu paling tidak bisa menyembunyikan sesuatu sama aku," jawab Rea percaya diri.
"Sebenarnya kemarin Daniel bilang kalau Yudha suka sama kamu," jawab Keysha.
Rea menghela nafas panjang.
"Sebenarnya aku sudah tahu, dari cara Yudha natap aku, tiap kali bertemu pasti dia gombalin aku. Aku berpura-pura cuek tidak mau terlalu percaya diri dan aku juga sadar kalau aku sudah bertunangan juga," jelas Rea.
Keysha terdiam, dia ingin mendengarkan semua isi hati sahabatnya itu.
"Jujur aku juga nyaman sama dia, dia itu polos apa adanya,"
"Iya aku tahu posisi kamu, aku hanya bisa berdoa siapapun nanti pasangan kamu. Aku berharap dia bisa membuat sahabat ku yang cantik ini bahagia terus," kata Keysha mengusap air mata di pipi Rea.
"Terimakasih," Rea berhambur memeluk Keysha.
Tring.... pesan masuk di ponsel Rea.
Rea membukanya, dia menghembuskan nafas kasar.
Melihat raut wajah sahabatnya tiba-tiba murung, membuat Keysha bertanya-tanya.
"Kenapa Rea?" tanyanya penasaran.
"Entahlah aku binggung, sudah beberapa hari ini aku mendapat kan pesan dari nomor tak di kenal," jawab Rea tersenyum kecut.
"Pesan apa?" tanya Keysha semakin penasaran, pesan apa yang membuat sahabat nya ini tiba-tiba murung. Kalau pesan biasa tidak mungkin raut wajah Rea langsung berubah murung.
"Kamu bisa lihat sendiri," kata Rea menyodorkan ponsel nya kepada Keysha.
Deg... Deg...
Keysha awalnya biasa saja tetapi saat Keysha melihat foto itu, Keysha di buat kaget tak percaya.
"Apa semua ini benar?" Keysha menatap Rea dengan sedih.
"Aku tidak tahu karena aku tidak melihatnya secara langsung," jawab Rea.
"Ya sudah aku pamit pulang," kata Rea melihat jam di pergelangan tangannya.
"Ya sudah hati-hati di jalan,"
__ADS_1
BERSAMBUNG....