
Dengan kesal, Daniel memakai pakaiannya. Keysha pun sudah duduk di depan meja rias menyisir rambut dan memoles tipis wajahnya. Mereka berdua memakai baju couple berwarna senada, Keysha terlihat cantik dengan baju brokat itu.
Masih ada beberapa sanak saudara dari jauh yang baru datang sehingga Keysha maupun Daniel beramah-tamah menyambut mereka.
Jangan tanyakan wajah Daniel yang terlihat sedikit masam.
"Auhhhh....." Lirih Daniel.
"Eh kenapa nak?" Tanya bunda mendengar Daniel mengaduh.
Sedangkan Daniel menatap ke arah sang istri dengan heran, kenapa dia di cubit??.. Daniel terus beralih menatap ke arah mertuanya.
"Ah tidak apa-apa bunda, ada semut gigit," elak Daniel. Karena tak mungkin dia bicara jujur kalau istri tercintanya mencubit.
Keysha melotot ke arah Daniel karena di bilang semut.
Setelah itu bunda menghampiri tamu yang lain bersama suaminya, sedangkan Kean tengah asyik menikmati berbagai macam hidangan yang masih tersisa di sana.
"Kenapa aku di cubit sih sayang?" Protes Daniel.
"Karena muka kamu jelek banget, dari tadi masam terus kan gak enak di lihat yang lain," jawab Keysha.
"Muka ku begini karena tidak dapat pelepasan, tuh gara-gara Kean ganggu saja," sungut Daniel kesal.
"Aku kenapa kak?" Tanya Kean yang baru saja muncul di tengah-tengah mereka.
"Astaghfirullah....." Teriak kaget Keysha. Kean hanya terkekeh.
"Dasar adik nakal, selalu saja muncul tanpa permisi," kesal Keysha.
"Lha tadi aku dengan kak Daniel sebut nama ku jadi aku ke sini, kali aja dapat tambahan jajan," jelas Kean dengan berbinar mengharapkan sang kakak ipar memberikan dia uang jajan.
Daniel yang mendengar nya pun hanya menggelengkan kepalanya.
Daniel merogoh kantong saku celananya, dia mengambil dompet dan menarik lembaran berwarna merah 2 lembar.
"Nih buat kamu, tetapi ada syarat nya," kata Daniel masih memegang uang di depan wajah Kean.
Kean berbinar senang.
'Lumayan buat beli Kouta internet,' batin Kean senang.
"Apa kak syarat nya?" Tanyanya berbinar, sedangkan Keysha hanya menyaksikan keduanya tak lupa menatap sang suami dengan rasa penasaran.
"Mulai nanti malam, kamu dilarang mengetuk pintu kamar kakak atau menganggu kami tidur," kata itu meluncur dari mulut Daniel membuat Keysha melotot tak percaya ucapan sang suami.
__ADS_1
"Oh.... Cuma itu saja, gampang......" Jawab Kean cerah, setelah itu dia menyambar dua lembar uang tersebut dengan wajah berbinar.
"Terimakasih kak..." Setelah Kean mengucapkan terima kasih, dia pergi meninggalkan Keysha maupun Daniel berdua.
"Ah lumayan buat beli kouta, sama nonton," guman Kean kegirangan.
Sedangkan Keysha melotot, berkacak pinggang kepada brondong di depan nya atau yang lebih tepatnya di sebut suami.
"Jangan di manjain tuh anak, nanti ngelunjak," jelas Keysha. Daniel mengangguk memilih mengalah tak ingin berdebat dengan sang istri.
Para tamu pun mulai berangsur-angsur meninggalkan kediaman Keysha.
Malam hari.......
Setelah makan malam, Daniel memilih duduk di teras menikmati suasana malam hari.
Dekorasi pelaminan masih terpajang apik di sana karena pihak wedding organizer belum membongkar nya, meskipun sederhana tetapi Daniel juga menyewa pelaminan meskipun dia duduki cuma beberapa jam untuk menyambut kedatangan teman Keysha maupun Daniel.
Daniel begitu senang kala tak melihat kehadiran sahabat laki-laki Keysha karena sedang berada di luar kota.
Daniel tersenyum, akhirnya perjuangan dia mengejar cinta mbak kesayangan nya tidak sia-sia, dia mengingat bagaimana awal pertemuan mereka, awal dia merayu Keysha dengan gombalan-gombalan mautnya.
Keysha baru selesai mencuci piring, dia menghampiri Daniel yang berada di teras, dia penasaran sedang memikirkan apa sehingga Daniel tersenyum sendiri atau Daniel.....
'Apa dia kesambet ya, senyum-senyum sendiri gak jelas atau dia menghayal macam-macam,' guman Keysha dalam hatinya.
Apalagi Keysha melihatnya dengan tatapan menyelidik.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanyanya memastikan.
"Tidak ada," jawaban Daniel justru membuat Keysha merasa aneh.
Keysha semakin bergidik ngeri takut Daniel benar-benar kesurupan.
"Ayo masuk...." Keysha menarik tangan Daniel.
"Hayo ngaku pasti sudah tidak sabar ya mau ehemm....." Tanya Daniel bersemangat.
"Ish apaan sih, ngarang saja... Mana ada bukannya aku tetapi itu mau kamu kelihatan dari muka mesum mu," protes Keysha tak terima. Muka Keysha berubah bak kepiting rebus membuat Daniel terkekeh senang.
"Ah tahu saja sayang, aku sudah tak sabar. Kalau gitu ayo kita coba yuk," bukannya membantah justru Daniel mengakui dan mengajak dirinya untuk beribadah malam.
Daniel menarik Keysha menuju kamar, sedangkan kedua orang tuanya yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepalanya. Ya.... Mereka tentu tahu apa yang akan di lakukan pengantin baru itu.
"Bun, menantu kita agresif takutnya Keysha kewalahan," bisik ayah di telinga bunda.
__ADS_1
"Ish ayah genit," jawab bunda mencubit manja tangan suami. Ayah justru terkekeh di buatnya.
"Kean kamu tidur di kamar tamu saja, jangan ganggu kakak mu," perintah sang bunda.
"Kan kamar Kean ada kenapa harus tidur di kamar tamu?" Tanya Kean penasaran.
"Sudah jangan banyak protes, turuti saja bunda," kata bunda dengan tatapan tajam membuat Kean Haris menurutinya.
Di dalam kamar Keysha.....
Setelah keduanya selesai sholat. Keysha pun bersiap untuk tidur. Sedangkan Daniel masih memutar otak liciknya untuk meminta jatahnya hari ini.
"Ah manis sekali," lirih Daniel yang sudah berada di samping Keysha menatap Keysha dengan tatapan polos. Sedangkan Keysha di landa kegugupan.
'Apa ini waktunya aku menyerahkan kepada Daniel, aduh bagaimana ini rasanya malu banget,' batin Keysha binggung memulai dari mana.
"Apa yang kamu lihat, jangan buat aku malu," lirih Keysha.
Daniel membacakan sesuatu setelah itu dia tiba-tiba mendaratkan ciuman di bibir manis Keysha dengan lembut, Keysha pun terbawa arus mengikuti setia langkah Daniel.
"Bolehkah aku mendapatkannya hari ini," pinta Daniel dengan mata sayu. Keysha hanya mengangguk.
"Apakah aku boleh menyentuh nya?" Tanya Daniel saat tangannya menyentuh bibir manis sang istri.
"Aku adalah milikmu, kamu tidak perlu bertanya," jawab Keysha.
Tanpa ba-bi-bu... Daniel menempelkan bibirnya.
Keysha semakin malu, tubuhnya sedikit gugup karena ini baru pertama kali untuk dirinya.
"Ini adalah pertama kali buat ku jadi pelan-pelan," pinta Keysha.
"Ini juga pertama kali untukku jadi aku akan lembut meskipun akan terasa sakit di awal tetapi nikmatilah," bisik Daniel mengigit manja telinga sang istri.
"Aku malu," Keysha menutup mukanya dengan kedua tangan.
"Ish jangan di tutup, wajah istriku cantik kalau merona begini," rayu Daniel.
"Manisnya istriku....." lirih Daniel menikmati wajah cantik Keysha.
"Tampan nya suamiku," puji Keysha membuat senyum Daniel semakin mengembang.
.
.
__ADS_1
B E R S A M B U N G......
Cieee.... Senyum-senyum, lanjut besok ya🤣