
Resepsi pernikahan Daniel dan Keysha akan di selenggarakan sebulan lagi.
Daniel sedang menemani sang istri mengemas barang yang akan dia bawa nanti ke rumah Daniel.
"Sayang, ayo cepat. Papi sama mami Sundah menunggu kita," kata Daniel yang sedari tadi melihat Keysha belum selesai berkemas
"Ish sabar dong," protes Keysha. Yang masih memasukkan barang nya.
"Jangan di bawa semua, nanti kita bisa beli lagi, kamu bawa barang yang penting-penting saja," protes Daniel saat melihat Keysha sudah mengosongkan lemari nya.
"Ah pemborosan, kita itu harusnya berhemat," jawab Keysha karena dia selama ini terbiasa hidup hemat.
"Ck... Lagian kalau bukan kamu yang habiskan uang ku, siapa lagi," kata Daniel berdecak kesal.
Mendengar perkataan Daniel membuat Keysha menyergit heran.
Keysha menghentikan aksi berkemas, tangannya menaruh lipatan baju yang akan dia masukkan ke koper, Keysha langsung berbalik menatap Daniel dengan perasaan yang sulit di artikan.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu, aku tahu aku ganteng tetapi jangan segitu nya juga," kata Daniel penuh percaya diri.
"Ha... Gr banget sih jadi cowok, aku cuma penasaran," protes Keysha yang melihat Daniel penuh percaya diri.
"Apa yang membuat istriku tercinta ini penasaran?" Kata Daniel menatap wajah cantik sang istri.
"Suami ku kan baru lulus sekolah SMA dan baru beberapa bulan ini kamu kuliah jadi kamu dapat uang dari mana?" Jawab Keysha membuat Daniel mendelik sebal.
"Hmmm... Jangan juga sebutin lulus SMA, kelihatannya aku seperti anak kecil saja yang tahu nya meminta," cebik Daniel kesal.
"He he he he he he..... Kan kenyataan nya kalau suami ku ini masih kecil baru lulusan SMA untung sudah boleh menikah," ledek Keysha.
__ADS_1
Daniel melotot, dia semakin mengerucut kan bibirnya kesal. Entahlah dia sering kesal kalau di sebut anak kecil oleh sang istri tercinta nya.
"Anak kecil enak saja, gini-gini aku sudah bisa buat anak ," kesal Daniel membuat Keysha meringis tak enak hati telah menggoda sang suami.
Meskipun Daniel lebih muda darinya tetapi Keysha sadar kalau sekarang Daniel adalah suaminya.
Keysha pun bangkit dan melangkah menuju ke arah sang suami. Keysha duduk manis di sebelah Daniel dan mengengam tangan nya.
"Uluh.... Uluh... Uluh.. suamiku yang tampan sedang merajuk manja," Keysha mencolek dagu Daniel dengan telunjuk nya.
"Siapa yang merajuk?" Elak Daniel cemberut.
Daniel pun memeluk Keysha, seraya merebahkan kepalanya di pundak sang istri.
"Biarkan seperti ini," awalnya Keysha mau menghindar namun niat itu di urungkan kala mendengar kata Daniel.
Daniel menghela nafas berat, dia tahu betul banyak di luaran sana berfikir demikian.
"Oh..." Keysha hanya mengangguk-angguk kepalanya mendengar jawaban dari suaminya.
"Gitu sayang, selama ini hasil dari usaha ku itu ku tabung karena papi dan mami tak memperbolehkan aku untuk menggunakan uang itu, ya mereka beralasan semua kebutuhan ku adalah tanggung jawab mereka," jelas Daniel mengingat semua perkataan orang tuanya waktu itu.
"Maaf ya sayang," kata Keysha tak enak hati, dia pun memeluk Daniel dari samping, tangan nya melingkar di pinggang Daniel.
"Maaf kenapa sayang?" Tanya Daniel memastikan karena penasaran.
"Aku dulu sempat berfikir kalau kamu hanya mengandalkan kekayaan orang tua mu saja, terus pas kamu ajak aku nikah, aku sempat ragu itu ku kira kamu setelah menikah juga minta uang dari orang tua kamu. Aku kan malu takut gak enak sama papi dan mami," jelas Keysha memandang ke arah sang suami dengan perasaan tak enak, jujur Keysha takut Daniel akan tersinggung.
"Aku ngerti kok, karena banyak orang yang berfikir begitu juga, sama dengan kamu," ucap Daniel menjeda ucapannya, dia membelai rambut Keysha dengan sayang.
__ADS_1
"Mungkin karena latar belakang keluarga ku yang berada, mereka berfikir aku anak manja karena lahir di keluarga kaya raya. Padahal mereka semua itu salah, mereka cuma menilai dari luarnya saja tanpa tahu dalamnya. Aku sejak SMA kelas 1, aku sudah terjun langsung mengurus semua usaha yang di berikan oleh nenekku. Aku belajar dengan cepat sehingga membuat Papi dan mami bahagia," jelas Daniel mengutarakan semua yang dia rasakan, bagaimana cara pandang orang lain terhadap nya.
"Iya karena kamu itu..." Ucap Keysha terhenti, dia engan melanjutkan ucapannya, dia merasa ragu-ragu.
"Ayo katakan, tenang saja suami mu ini sudah jinak," goda Daniel tersenyum mesum.
"Kamu itu cuma bocah manja yang tengil dan menjengkelkan," Keysha melanjutkan ucapannya membuat Daniel melotot kesal.
"Jadi kamu pikir aku bocah manja, tengil ya," Daniel melotot mengulangi ucapan Keysha.
"Rasakan ini," Daniel mengelitik Keysha.
"Ha ha ha ha ha ha ha ampun," teriak Keysha menahan rasa geli.
"Syukurin itu karena kamu nakal," Daniel masih mengelitik Keysha tanpa henti.
"Ampun sayang, geli," Keysha memelas dia mencoba menghentikan tangan Daniel yang terus mengelitik pinggangnya.
"fyuhhhh...." Keysha bernafas lega karena Daniel telah menghentikan tangannya itu.
"Aduh perutku kram sayang," lirih Keysha.
"Maaf ya sayang, habis aku kesal kamu bilang bocah," kata Daniel membuat Keysha menoleh ke arah nya.
"He he he he maaf ya sayang," pinta Keysha.
"Iya aku maafin asal jangan bilang aku bocah lagi, gini-gini aku sudah menjadi suami mu sayang," jelas Daniel membuat Keysha cengengesan.
B E R S A M B U N G....
__ADS_1
Biasakan LIKE setelah membaca.
Jangan lupa komen dan masukkan favorit juga ya. Terimakasih 🙏