Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Keharmonisan keluarga


__ADS_3

Ayah Keysha memilih meninggalkan keduanya untuk saling berbicara, karena sebagai seorang Ayah pasti tahu tentang anaknya meskipun si anak tidak mengatakannya.


Ayah berjalan menuju meja makan, di sana dia melihat istri dan anaknya sedang asyik makan.


"Bun bagi satenya jangan kalian habiskan," protes ayah melihat satu bungkus sate tertinggal sepuluh tusuk saja.


"Lha tadi Bunda kira Ayah tidak mau jadi kita makan, betul tidak Kean," jawab Bunda masih memakan opak yang di cocol ke sambal sate.


"He he he satenya enak Yah jadi nih mulut Kean mau nambah terus dari tadi tidak mau berhenti," kata Kean hendak mengambil nasi untuk menambah isi piringnya lagi.


"Sudah Kean jangan di habiskan nasinya, nanti kakakmu tidak kebagian," protes Bunda memukul tangan Kean.


Saat ayah hendak mengambil nasi, Bunda dengan cepat menutup tudung saji.


"Bunda kenapa di tutup, Ayah sudah lapar," protes Ayah.


"Ayah lupa, tuh jam berapa? Ayo sebentar lagi waktunya sholat jangan lupa ajak sekalian calon mantu kita sholat," kata Bunda mengingatkan suami dan anaknya.


"Belum jadi calon Bun masih tahap seleksi," grutu ayah Keysha yang masih belum sepenuhnya memberi ijin.


Bunda meninggalkan Ayah menuju dapur, menyiapkan semuanya.


"Kean kamu saja tuh suruh kakak kamu mandi ganti baju terus kita sholat, kelamaan ngobrol tuh jadi lupa," perintah Ayah pada sang anak karena masih ingin mencicipi sate tadi.


Dengan malas Kean mengangguk menuruti perintah Ayahnya, Kean terus menyudahi makannya Kean menaruh piringnya di tempat cuci piring setelah itu baru menuju ruang tamu menghampiri dua orang yang terlibat perdebatan tidak berfaedah.


"Kak di suruh ayah mandi terus sholat," kata Kean menyampaikan perintah sang Ayah.


Mendengar ucapan adik Keysha membuat Daniel beranjak dari tempat duduknya.


"Mbak aku pulang dulu ya, jangan kangen," pamit Daniel pada Keysha.


"Mimpi, PD banget sih jadi orang," jawab Keysha cemberut mendengar kata Daniel.


Kean memilih duduk melihat drama keduanya, Kean malas menegur. Kean hanya menyimak perdebatan yang tidak berfaedah keduanya.


"Ayah mana?" tanya Daniel.


"Sejak kapan Ayahku jadi ayahmu," dengus Keysha sebal.


"Sejak tadi, kan mbak cantik dengar sendiri kalau Ayah sudah merestui hubungan kita," Jawab Daniel penuh percaya diri.


"Kalian berdua berisik, kenapa kalian bisa jadi kekasih?" tanya Kean heran sejak tadi memperhatikan keduanya yang selalu berdebat apalagi kakaknya yang sewot mendengar gombalan Daniel.


Perkataan Kean membuat Keysha melotot sedangkan Daniel tersenyum seperti biasa.


"Mbak titip salam buat Ayah mertua ya," kata Daniel melangkah kakinya menuju arah pintu.


Mendengar namanya di sebut, Ayah Keysha pun ikut angkat bicara saat melihat Daniel hendak pulang.


"Eh siapa yang suruh kamu pulang," suara bariton Ayah dari ruang makan membuat Daniel binggung masih diam di tempatnya.


Ayah Keysha berjalan menuju ruang tamu.


"Key cepat mandi terus sholat," perintah Ayah tegas. Keysha langsung berjalan menuju kamarnya.


"Kean ajak Kak Daniel ke kamar kamu dan suruh mandi sekalian pinjamkan baju kamu," perintah sang ayah pada anak laki-laki nya


"Dan kamu ikut ke kamar Kean," tunjuk Ayah pada Daniel.


"Tapi Yah," protes Kean belum sempat berbicara di potong sang Ayah.


"Sudah jangan protes cepat antar Kak Daniel," perintahnya tegas.


"Yah baju Kean tidak akan cukup di badan Kak Daniel," protes Kean karena perbedaan umur mereka sekitar tiga tahun otomatis badan Kean lebih kecil.

__ADS_1


Ayah Keysha memandang ke arah Daniel, benar yang di katakan oleh Kean kalau Daniel memiliki tubuh yang tinggi dan tegap seperti pemuda matang.


Sedangkan anaknya masih terlihat seperti remaja SMP karena memang benar Kean baru SMP.


"Sebentar Ayah punya baju kokoh yang baru Ayah beli dan belum sempat Ayah pakai," kata Ayah Keysha mengingat-ingat. Ayah Keysha berjalan menuju dapur melihat sang Bunda sedang menyiapkan dan menata semuanya di meja makan.


"Bun tolong ambilkan baju dan sarung ayah yang masih baru buat Daniel," perintah sang Ayah sambil berjalan menuju ke arah musholla yang berada di halaman samping rumah.


Di dalam kamar Kean.


Tok tok tok tok


"Kean ini Bunda," kata bunda sambil berdiri dan mengetuk pintu kamar.


Ceklek


"Kenapa Bunda?" tanya Kean melihat sang bunda ada di depan pintu membawa sesuatu di bungkus plastik.


"Nak Daniel dimana Kean?" tanya bunda tidak melihat Daniel.


"Kak Daniel baru masuk ke kamar mandi," jawab Kean.


"Ini ada baju buat ganti, cepat sebentar lagi waktunya sholat," kata bunda mengingatkan.


"Kak Daniel cepat di tunggu Ayah, bajunya aku taruh di atas tempat tidur kak,"teriak Kean dari luar pintu kamar mandi.


Mendengar itu Daniel mempercepat mandinya, lima menit Daniel keluar dan benar saja dia mendapati baju atas tempat tidur.


Daniel memakai baju kokoh dan sarung itu, dia memandangi dirinya di cermin.


" Ternyata aku masih terlihat tampan ya, walaupun harus pakai baju Ayah," ucapan percaya diri.


Daniel keluar di luar pintu sudah ada Kean yang menunggunya.


Daniel mengikuti langkah kaki Kean menuju musholla, di sana sudah ada Ayah , bunda serta Keysha yang sudah siap dengan mukena.


"Ayo cepat kamu yang jadi imam," perintah Ayah Keysha membuat Daniel melotot tak percaya.


'Ha yang benar saja, aku belum pernah jadi imam,' batin Daniel.


"Ayo cepat sudah waktunya kita sholat," tegur ayah karena Daniel tak kunjung maju.


'Ayo Daniel kamu pasti bisa demi mbak cantik,'batin Daniel menyemangati dirinya sendiri.


Dengan tekad akhirnya Daniel maju menjadi imam bagi mereka semua.


Daniel memilih bacaan yang tidak terlalu sulit yang dia hafal saja.


Setelah mereka selesai sholat.


"Ayah kira kamu tidak bisa jadi imam, lumayan," kata Ayah dengan raut datar padahal dalam hati Ayah Keysha memuji Daniel.


"Jangan pulang dulu nak Daniel, ayo kita makan," ajak sang Bunda.


Daniel mengikuti semuanya menuju ke dalam rumah.


"Kean, aku pinjam kamarnya lagi buat ganti baju," pinta Daniel.


"Ok kak,"


Daniel berlalu menuju kamar Kean.


"Wah enak juga ya punya ipar umurnya beda tipis sama aku," sindir Kean pada Keysha, yang mendapat cubitan dari sang kakak.


"Ku doain kamu dapat tante-tante," grutu Keysha tanpa sadar karena sewot meninggalkan Kean yang diam mematung.

__ADS_1


"Kak mana bisa begitu," protes Kean mengejar sang kakak.


Keysha membantu mama menata piring di meja.


"Wah anak Bunda sudah siap jadi istri,"


"Iya Bun sudah cocok, apalagi kak Daniel cakep banget," celetuk Kean membuat Keysha melotot dan menunjukkan kepalan tangan pada Kean.


"He he piss kak," kaya Kean menunjukkan 2 jarinya.


Daniel dan ayah mereka sama-sama baru sampai di meja makan, ayah langsung duduk di sana sedangkan Daniel masih berdiri karena binggung mau duduk di mana. Antara duduk samping Kean atau Keysha.


Mengerti kebingungan Daniel, Ayah pun angkat bicara.


"Kamu duduk di sebelah Kean saja," perintah Ayah Keysha.


Daniel pun duduk dengan tenang, Bunda memberi kode pada Keysha supaya mengambilkan nasi buat Daniel. Dengan terpaksa Keysha melakukannya.


"Terimakasih sayangku," kata Daniel membuat Keysha melotot.


Uhukk uhukkk Ayah tersedak mendengar ucapan Daniel, bunda tersenyum sedangkan Kean cekikikan.


"Satenya enak sekali nak, beli di mana," Kata bunda mengalihkan perhatian.


"Iya kak, Kean sampai nambah," ucap Kean semangat.


"Kalau Bunda suka nanti sering-sering Daniel bawakan," kata Daniel.


"Ehemmm kalau makan dilarang berbicara," tegur ayah Keysha.


Setelah acara makan malam selesai Daniel pun pamit pulang karena hari sudah malam menunjukkan pukul tujuh malam.


"Terimakasih, masakan Bunda enak," kata Daniel.


"Alhamdulillah kalau kamu suka," jawab bunda berbinar.


"Om, bunda, Kean.... saya pamit pulang dan terimakasih semuanya," pamit Daniel mencium tangan kedua orang tua Keysha.


"Key antar Daniel sampai pagar depan," perintah sang Ayah.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu,"


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu,"


Daniel keluar menuju motornya.


"Mbak aku pulang ya," kata Daniel mengedipkan matanya.


"Iya hati-hati," kata Keysha.


"Mbak I Love You," kata Daniel di depan muka Keysha membuat Keysha terpaku karena melihat wajah Daniel dari jarak begitu dekat.


"Bay"


Daniel melajukan motornya meninggalkan kediaman Keysha dengan bahagia.


Bersambung....


Mohon dukungannya untuk cerita receh saya.


Like, rate komen maupun vote.


Jangan lupa mampir ke novel saya yang lainnya.


Terimakasih banyak buat kalian yang sudah mendukung karya saya🙏.

__ADS_1


__ADS_2