Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Kata yang tak di duga


__ADS_3

Keysha pun tanpa sadar meneteskan air matanya, dia begitu terharu akan semua ini.


"Nak kenapa kamu menangis, bukankah kita semua sudah selamat," kata sang Bunda.


"Iya nak jangan sedih, Ayah sama Bunda dalam keadaan baik-baik saja," saut sang Ayah yang tak tega melihat putri kesayangannya menangis.


"Iya Yah, Keysha cuma menangis karena senang akhirnya kita semua selamat. Aku tak menyangka Pak Rico atasanku tega berlaku seperti itu," lirih Keysha.


"Nak hati manusia tidak ada yang tahu, karena ambisi untuk menikah dengan mu membuat dia tak bisa berfikir jernih dan menghalalkan segala cara meskipun itu semua merugikan dia dan kita. Sudah jangan di pikirkan lagi yang penting kita semua bisa berkumpul," jelas sang Ayah memberikan semangat kepada sang putri kesayangannya.


Ayah mana yang tak sedih melihat anaknya di perlakukan seperti ini, meskipun atas dasar cinta yang buta dan merugikan untuk orang lain.


'Untung saja nak Daniel bisa menyelamatkan putriku, kalau tidak mungkin hidup Keysha akan menderita menikah dengan orang yang tidak dia cintai,' batin sang Ayah.


"Om......Bunda! Saya pamit mau ke kamar dulu," pamit Daniel karena dirinya merasa lelah ingin beristirahat, dia tak ingin menganggu ketiganya kekasih nya yang sedang melupakan kerinduannya.


"Iya nak, terimakasih atas bantuannya," jawab Ayah Keysha tak lupa mengucapkan rasa terima kasih nya kepada pemuda remaja itu.


Daniel pun membalas dengan anggukkan.


Daniel pun bergegas menuju tangga meninggalkan ketiganya di ruang tamu.


Di ruang tamu.....


Keysha pun menuntun ke dua orang tuanya untuk duduk.


"Bunda di mana kean?" tanyanya kepada sang Bunda karena sedari tadi tak melihat sang adik tercinta.


Bunda dan Ayah saling berpandangan dan tersenyum kepada putri kesayangannya, keduanya tahu betapa Keysha menyayangi sang adiknya.


"Alhamdulillah kean baik-baik saja, dia tadi berpamitan main ke rumah temannya," jelas sang bunda.


"Ya sudah kamu ganti baju dulu, jujur Ayah merasa risih kamu memakai baju itu," perintah sang Ayah karena kebaya itu mengingatkan tentang tragedi penculikan terhadap putrinya. Ayah mana yang ikhlas sang anak di perlakukan seperti itu, meskipun mulut berbicara memaafkan tetapi hati masih terasa sakit.


Keysha memandang ke arah baju yang dia pakai, Keysha menepuk dahi nya karena dirinya sampai melupakan hal itu.


"He he he he he siap Ayah," jawab Keysha mengangkat salah satu tangan nya memberi hormat kepada sang Ayah sambil terkekeh.


Sedangkan sang Bunda geleng-geleng melihat kelakuan anaknya yang masih seperti anak kecil, berbeda dengan Ayah melihat itu pun tersenyum karena melihat anaknya yang periang sudah kembali lagi tak lupa dia mencubit gemas hidung sang anak.

__ADS_1


"Ish Ayah, kebiasaan deh... Sakit Yah, nanti putus bagaimana," kata Keysha mencebikkan bibirnya kesal.


"Ayo ganti baju dulu di kamar, biar Bunda bantu kamu melepas semuanya," ajak sang Bunda karena kasihan melihat sang anak yang tak nyaman memakai kebaya itu.


Keysha pun berjalan menuju ke arah kamar bersama sang Bunda, keduanya berjalan beriringan.


"Iya Bun, nih kebaya kekecilan jadi susah buat jalan," grutu Keysha yang sedari tadi tak leluasa bergerak.


"Bukan bajunya yang kekecilan tetapi kamu nya yang gendut," ledek sang Bunda.


Keysha membulat kan matanya tak terima ucapan bundanya. Karena hal yang paling sensitif bagi Keysha adalah di bilang gendut, dia teringat kalau sewaktu kecil dia sering jadi sasaran cubitan di pipi oleh para kerabat Ayah dan Bunda nya karena gemas.


"Ishhhh Bunda," protes Keysha merengek karena dia tak terima di bilang gendut.


Sejak saat itulah waktu SMP Keysha berusaha mengurangi berat badannya menjadi ideal.


"Ha ha ha ha ha bercanda sayang, anak Bunda paling cantik dan langsing," jawab sang Bunda sambil tertawa melihat rengekan putrinya.


Sampailah di depan pintu kamar, Keysha dan sang Bunda pun masuk untuk menganti baju kebaya itu, tadi Daniel sempat meminta beberapa asisten rumah tangga nya untuk memberikan baju untuk kedua wanita cantik itu.


Sang bunda pun membantu sang anak untuk mengurai hiasan yang ada di rambut sang anak.


"Jangan salahkan bunda sayang, lha ini nikah paksa saja dandanannya ngalahin nikah beneran," grutu sang bunda karena rambut sang anak sulit di kembalikan seperti semula.


"Pelan-pelan Bun, ya mana Keysha mau semua ini kan terpaksa," grutu Keysha yang sebal.


Setelah semua selesai di lepas....


"Kok jadi begini sih Bun," protes Keysha saat melihat rambutnya.


Keysha sedari tadi menggerutu gara-gara dandanan itu rambutnya seperti singa.


"Ha ha ha ha ha sayang kamu lucu," kata bunda tertawa terbahak-bahak.


"Ish Bunda, benar kan kata aku nih lihat rambutku," Rajuk Keysha dengan manja.


Inilah yang Bunda rindukan, kemanjaan sang putri.


"Ya sudah cepat mandi, keramas pakai sampo yang banyak," perintah sang bunda setelah Keysha selesai melepas kebaya nya.

__ADS_1


"Hmmm....." Jawab Keysha dengan malas


"Iya Bunda pergi ke bawah dulu," pamit sang bunda saat melihat sang anak sudah berada di depan pintu kamar mandi.


Setengah jam berlalu.....


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Keysha pun turun ke bawah karena mendengar tawa dari ruang tamu.


Benar saja di sana sudah ada Ayah, Bunda, Kean dan Daniel. Keempat orang itu langsung menoleh ketika mendengar langkah kaki dari Keysha.


"Eh anak Bunda sudah cantik," sapa sang bunda.


"Sini kak duduk di samping Kean," pinta sang adik.


Keysha pun duduk di sebelah sang adik, Keysha menatap ke semua orang yang tiba-tiba diam.


"Oh ya nak dari tadi, kita tak lihat ke dua orang tua nak Daniel!" tanya sang Bunda penasaran.


"Kedua orang tua saya sedang ada di luar negeri, mungkin bulan depan mereka akan pulang," jawab Daniel.


Semua orang manggut-manggut mendengar jawaban dari Daniel.


"Ehemmmm ......" Deheman Daniel membuat semua menoleh ke arahnya.


"Om, Tante..... Saya ingin melamar mbak Keysha untuk saya jadikan pendamping hidup saya selamanya di saat suka duka, tetapi tenang saja om anak om tidak akan menderita terapi saya akan membuatnya bahagia terus. Kedua orang tua saya sudah setuju, mungkin bukan depan mereka akan melamar secara resmi," pinta Daniel dengan serius.


Ke empat orang di depannya langsung terdiam, ke tiga oran itu langsung memandang ke arah Keysha.


'Glekkk...... nih anak beneran ngelamar aku,' batin Keysha belum percaya.


"Bagaimana om?" tanya Daniel memastikan.


'Wah keren nih kak Daniel,' batin Kean.


"Ehemmmm ...... Kalau om sih terserah Keysha saja karena yang menjalani itu bukan om melainkan Keysha ," jawab Ayah Keysha.


Semua memandang ke arah Keysha menunggu jawaban.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2