
Suasana sudah nampak sepi, banyak kerabat Keysha yang sudah memilih pulang, mereka berencana akan hadir lagi di resepsi pernikahan yang akan mereka gelar secara mewah nanti sesuai keinginan dari kedua orang tua Daniel.
Kalau Daniel menyerahkan semuanya kepada kedua orang tuanya, karena bagi Daniel yang terpenting dia bisa segera menikah dengan pujaan hatinya.
Daniel tersenyum begitu manis memandangi wajah Keysha yang sudah resmi menjadi istrinya, ah rasanya Daniel masih belum percaya semua ini.
"Ayo sayang kita ke kamar," ajak Daniel mengerlingkan mata nya genit.
Keysha melotot melihat senyum mesum sang suami. Keysha mencubit pinggang Daniel kesal, Keysha melirik ke arah kedua orang tua nya.
"Ajak suami mu ke kamar, pasti dia lelah," kata Ayah Keysha menyuruh anaknya.
"Terimakasih, Ayah mertua memang terbaik," ucap Daniel mengangkat 2 jempol nya tanda terima kasih.
"Maaf ya besan, maklum anak saya masih bocah," kata mami kepada bunda Keysha tak lupa meledek ke arah anaknya.
Keysha menunduk karena malu.
"Tuh mantu mami sampai malu lihat kelakuan mu yang masih seperti bocah," sungut mami kesal.
"Ayo sayang, jangan dengarkan omongan mami," Daniel menarik tangan Keysha pergi.
"Eh....." Keysha tertarik, dia pun bangkit dari tempat duduknya mengikuti langkah Daniel.
Keysha begitu kesusahan mengikuti langkah lebar Daniel, kebaya nya membuatnya sedikit harus menarik jarik yang di pakaiannya ke atas agar memudahkan dia berjalan. Melihat sang istri tercinta ke susahan berjalan, Daniel pun berinisiatif untuk mengendong sang istri.
"Eh...." Keysha tersentak kaget, kala tubuhnya seperti diangkat. Keysha mendongak menatap ke arah sang suami yang tersenyum manis semanis gula.
Keysha pun terpaksa mengalungkan tangannya ke leher sang suami, dia menyembunyikan wajahnya ke dada Daniel. Keysha begitu malu kepada orang tua nya dan mertuanya. Wajahnya bak kepiting rebus.
Semuanya pun tersenyum mengeleng kan kepalanya melihat kelakuan Daniel, sedangkan mami maupun papi malu melihat kelakuan anaknya itu.
"Ha ha ha ha ha.... Ternyata menantuku sudah tak sabar," tawa dari sang Ayah yang paham kelakuan menantunya itu.
Kedua besan itu pun melanjutkan obrolan mereka, untuk mengakrabkan diri.
__ADS_1
****
Daniel melangkah kan kakinya dengan semangat menuju kamar Keysha. Bibirnya tersenyum manis.
"Akhirnya bisa berduaan juga dengan mbak cantik," kata Daniel menatap wajah cantik Keysha.
Daniel sungguh terhipnotis dengan wajah cantik milik Keysha. Ah rasanya Daniel ingin segera melahap bibir merah menggoda milik Keysha.
Duuukkk.....
"Aaaaaah......" Aduh Keysha.
Daniel pun melotot, dia merasa bersalah karena kelalaiannya.
"Aduh sakit....." Keysha merengek memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Aduh maaf sayang, nih keset si*lan nih buat aku terpeleset," kata Daniel berusaha meminta maaf kepada sang istri.
Ya karena Daniel terlalu terpesona memandang wajah cantik sang istri, membuat langkah kaki nya terlepeleset keset di depan pintu kamar.
Daniel pun berdiri mencoba membantu Keysha, karena masih kesal Keysha pun menepis tangan Daniel yang hendak membantu nya.
Daniel memasang wajah memelas, mengiba kepada istri cantik nya.
'Bisa-bisa nya momen romantis gagal gara-gara kesel, aduh bagaimana ini. Apa yang harus ku lakukan?? Bagaimana cara aku membujuk mbak cantik, bisa gagal nih aku belah duren,' batin Daniel ketar-ketir.
Daniel benar-benar merutuki dirinya sendiri, bisa-bisa dia teledor dan mengakibatkan istrinya mengalami kejadian itu.
Keysha pun memasuki kamar, dia langsung berdiri di depan meja rias. Dengan pelan Keysha melepaskan semua hiasan yang menghiasi rambutnya.
Keysha benar-benar kesal, mod dia pun langsung hilang seketika. Keysha memasang muka masam nya.
"Sayang.... Maafin aku ya...." Daniel merengek bak anak kecil kehilangan mainannya.
'Gawat nih, rencana buat nyicip cium bibir Mbak cantik gagal deh gara-gara kejedot tadi,' batin Daniel.
__ADS_1
'Ayo Daniel.... Mikir apa gitu buat rayu mbak cantik,' batin Daniel.
"Sana.... Hus hus hus hus hus hus hus hus.... Jauh-jauh. Kepalaku masih sakit," kesal Keysha mengusir sang suami pergi.
"Sayang..... Please...." Daniel tak pantang menyerah membujuk sang istri.
"Lihat nih, benjol kan ...." Cebik Keysha kesal menunjukkan keningnya yang langsung benjol.
"Sini... Aku tiupin biar cepat sembuh," rayu Daniel membuat Keysha mendelik sebal.
Mana bisa dengan di tiup benjol ini hilang.
"Masa pengantin keningnya benjol, kan gak lucu," grutu Keysha membuat Daniel semakin menunduk bersalah.
"Ish... Tuh ambilkan minyak di sebelah meja," perintah Keysha kepada suami.
Daniel pun menurut karena dia merasa bersalah.
Tap tap tap tap tap tap..... Mendengar langkah kaki menuju mana, membuat Keysha pun mendongak binggung menatap punggung suami nya yang meninggal kan kamar.
"Mas mau kemana? Mana minyaknya," lirih Keysha melihat sang suami pergi meninggalkan dirinya di kamar sendirian.
'Apa dia marah atau tersinggung, harusnya aku yang ngambek bukan dia,' batin Keysha bertanya-tanya.
Daniel pun berhenti karena omongan Keysha, dia menoleh menatap Keysha dengan mengerutkan keningnya binggung.
"Bukan nya tadi nyuruh ambil minyak?" Tanya Daniel memastikan.
Keysha melongo, dia menepuk dahi nya karena tak percaya apa baru saja di katakan suaminya.
"Minyak kayu putih nya di sana," tunjuk Keysha.
Daniel menatap tempat yang di tunjuk Keysha.
"Tadi mau ambil minyak apa? Minyak goreng?" Tanya Keysha.
__ADS_1
Daniel menyengir karena yang di katakan oleh Keysha itu memang benar.
B E R S A M B U N G ......