Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Akhir perjuangan


__ADS_3

Hubungan Rea maupun Yudha berlangsung lancar, meskipun Rea harus menghadapi semua keusilan dari Yudha yang membuat hari-hari nya selalu berwarna. Meskipun masa lalu terkadang menghampiri Rea tanpa di duga. Rea tak habis pikir dengan mantan tunangannya itu, meskipun dia sudah ketahuan selingkuh tetapi dengan kukuh dia tak mau mengakui dan selalu bilang tak ingin memutuskan hubungannya dengan Rea.


Berbeda dengan Rea yang sedang di landa kekesalan karena ulah sang mantan, yang selalu mengusik hubungannya dengan Yudha. Sedangkan Keysha dan Daniel sedang dilanda kebahagiaan.


****


Hari pernikahan Daniel dan Keysha.....


Hari ini adalah hari terindah untuk Daniel, perjuangan menaklukkan hati sang pujaan terbayar dengan kata sah yang akan dia dengar satu jam yang akan datang.


Dengan perasaan bahagia, Daniel duduk di depan penghulu di dampingi oleh sang Papi dan ayah Keysha, Daniel tak henti-hentinya mengusap keringat yang tiba-tiba muncul di wajahnya.


Di dalam kamar....


Keysha sudah cantik dengan kebaya berwarna putih yang terlihat begitu menawan dan begitu pas di tubuh ramping Keysha.


Bunda memandang wajah anaknya dengan tangis kebahagiaan, putri kesayangannya akan segera menjadi milik orang lain, bunda bersyukur Keysha menikah dengan orang yang di cintai nya, bunda berharap semoga putri nya itu selalu bahagia nantinya.


Setelah selesai, perias pun keluar membiarkan ibu dan anak itu untuk saling berbicara.


Bunda pun mendekati sang putri yang tengah memandang wajahnya takjub.


"MasyaAllah putri bunda, cantik sekali. Pasti nak Daniel pangling lihat wajah kamu sayang!" puji sang bunda di selingi keisengan menggoda sang putri.


"Bunda, kenapa aku gugup begini," tanya Keysha mengengam tangan sang bunda untuk meminta kekuatan.


"Wah menantu mami cantik sekali," puji mami Daniel.


"Mami bisa saja," jawab Keysha malu-malu.


Sedangkan di halaman rumah Keysha yang sudah di sulap cantik dengan berbagai macam dekorasi hiasan bunga, acara pernikahan ini sengaja mereka lakukan di kediaman mempelai wanita sedangkan untuk resepsi pernikahan nanti akan di lanjutkan di hotel mewah.


Seorang ustadz memimpin acara pernikahan ini. Doa untuk pengantin dipanjatkan oleh orang-orang yang menghadirinya acara pernikahan Daniel dan Keysha, para Orang Tua, Kerabat dan Para Ulama dan Orang-orang Saleh semua berdoa untuk kebaikan Daniel maupun Keysha nanti.


Doa dari Rasulullah SAW,


dalam hadis sahih dan diriwayatkan Abu Hurairah berbunyi:


“Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.”


Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.


Ustadz membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara merdunya sehingga mampu menyejukkan hati bagi siapapun yang mendengarnya. Setelah itu di lanjut acara Khutbah Nikah.


Daniel menunggu dengan cemas, tangannya begitu dingin.


Akhirnya acara yang di tunggu-tunggu pun tiba yakni acara inti yaitu acara ijab qobul.

__ADS_1


Ayah Keysha menjabat tangan Daniel di saksikan beberapa saksi dan penghulu.


Sedangkan Keysha menunggu di kamar dengan harap-harap cemas, Keysha mondar-mandir di kamar.


"Nak kamu kenapa?" Tanya bunda penasaran.


"Bunda, aku gugup," jawab Keysha.


"Nak tenang lah nanti riasan wajah mu berantakan lg, kamu duduk manis dulu sayang sampai selesai ijab kabul selesai," pinta bunda Keysha.


"Saaaaah,"


" Sah bos," seru para sahabat Daniel, dengan suara cukup keras mengundang gelengan dari yang lain.


Daniel pun melotot menatap horor para sahabatnya. Di balas cengengesan dari sahabatnya itu.


Terdengar suara lantang sampai ke dalam kamar. Keysha terharu, dirinya sudah menjadi seorang istri dari Daniel.


"Alhamdulillah," terdengar kata serempak dari para Ayah, papi , saksi dan para tamu yang ikut menyaksikan semuanya.


Sedangkan di kamar Keysha... Bunda pun bersyukur semua berjalan dengan lancar.


"Alhamdulillah nak," kata bunda memeluk anaknya.


"Ayo nak kita rapikan dulu kebaya mu ini," kata Bunda.


Pintu terbuka, muncullah Rea dan mami Daniel dengan senyum mengembang di wajah keduanya.


"Cie yang sudah jadi istri," goda Rea membuat Keysha bersemu merah.


"Sttt.... Jangan godain menantu mami,"


"Cieee di bela mertua," Rea tak henti-hentinya menggoda sahabatnya itu.


"Alhamdulillah sayang, mami bahagia sekali," kata mami memeluk Keysha sebentar.


"Selamat ya sahabatku, akhirnya kamu laku juga," kata Rea mencairkan suasana. Sedangkan Keysha melotot ke arah sahabatnya itu. Bunda maupun mami mengelengkan kepala melihat kedua sahabat itu.


"Sudah... Sudah, ayo kita turun, kasihan nak Daniel menunggu lama," kata bunda mengandeng tangan kanan Keysha sedangkan mami mengandeng tangan satu nya.


Dengan anggun Keysha berjalan diapit bunda dan mami. Keysha menunduk malu karena semua mata tertuju kepadanya. Apalagi pandangan Daniel membuatnya semakin gugup.


Daniel terkesima melihat kecantikan istrinya hari ini, ya istri yang baru saja namanya dia ucapkan tadi.


Sedangkan Yudha maupun Bima saling senggol melihat Daniel yang tak berkedip memandangi Keysha.


"Sabar bos, kedip dulu biar gak copot tuh bola mata," ejek Yudha di telinga Daniel.

__ADS_1


Daniel menatap horor ke arah Yudha.


Keysha pun di bawa duduk di sebelah Daniel. Pandangan mata Daniel tak lepas dari wajah ayu Keysha.


"Ehemmm....." Deheman papi membuat Daniel kikuk karena ketahuan memandangi wajah istrinya.


"Fokus nak, jangan buat malu. Nanti bisa lihat wajah menantuku sepuasnya," bisik papi di telinga Daniel.


Setelah itu ustadz membaca doa-doa nikah dan di lanjut dengan penandatanganan buku nikah.


Daniel menyematkan cincin nikah di jari manis sang istri. Setelah selesai acara tukar cincin, beberapa orang membawa mahar dan hantaran pernikahan untuk Keysha.


Daniel pun menyodorkan tangannya untuk di cium Keysha sedangkan tangan satunya Daniel meletakkannya di ubun-ubun Keysha sambil melafalkan doa ba'da nikah.


"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”


Artinya:


ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.


Setelah semua selesai, Daniel maupun Keysha pun naik ke atas pelaminan untuk di lanjut dengan acara sungkeman. Bunda menangis melihat putrinya yang sudah menjadi seorang istri, sedangkan Ayah pun ikut menitikkan air mata nya melihat putri kesayangannya resmi menjadi milik orang lain.


Kedua orang tua Daniel pun ikut terharu, menyaksikan anaknya itu resmi menjadi suami. Mereka ikut senang akhirnya anaknya itu bahagia.


Setelah itu acara makan dan berfoto-foto bersama pengantin, beberapa orang naik ke pelaminan memberikan ucapan selamat serta doa untuk Daniel dan Keysha.


Sampailah para sahabat Daniel maupun Keysha ke atas pelaminan.


"Ciee yang sudah jadi suami, Selamat bos akhirnya perjuangan mengejar cinta mbak Keysha tidak sia-sia," ejek Bimo.


Daniel melotot, dia berusaha mengontrol dirinya karena ini hari istimewa nya.


"Selamat bos semoga jadi keluarga sakinah mawadah warahmah, awas loh kalau bikin kak Keysha sedih" Kata Jefri.


"Hemm minggir semua gantian, emang kalian aja yang mau ngasih ucapan, pacar ku juga mau ngucapin sama bos," seru Yudha.


"Selamat ya bestie, samawa doakan cepat nyusul," kata Rea melirik ke arah Yudha.


Ha ha ha ha ha.... Semua ikut tertawa.


Setelah mengucapkan selamat, semuanya pun pulang.


"Semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan yang Sakinah, Mawaddah dan Warahmah serta dilindungi oleh Allah langgeng sampai tua. Nak Ayah titip anak Ayah, tolong bahagiakan dia kalau nak Daniel sudah tidak mencintainya, tidak sanggup menjaga nya tolong kembalikan dengan sebaik mungkin, jangan pernah sakiti atau buat anak Ayah menangis," kata Ayah Keysha saat semua tamu sudah pulang.


Akhirnya semua kerabat Keysha maupun Daniel pulang tinggallah Daniel dan kedua orang tua nya.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf ya kalau ada kesalahan atau yang tidak sesuai...


__ADS_2