
Daniel pun mengajak Keysha keluar, dia sudah mempersiapkan semua nya. Setelah berkemas Daniel maupun Keysha pun menyeret koper besar nya itu di ikuti keduanya meminta doa agar sampai di rumah baru Keysha saat ini.
Daniel memasukkan koper milik Keysha ke dalam bagasi mobil dan Daniel pun masih setia menunggu Keysha berpamitan dengan keluarga nya.
"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks.... Bunda sedih karena putri kesayangannya bunda harus pergi tetapi bunda senang karena kamu sudah menemukan suami yang baik seperti nak Daniel. Nak jadi istri yang baik, nurut suami ya," kata bunda sambil memeluk sang anak.
"Nanti bunda sering main ke rumah Keysha, hiks hiks hiks hiks hiks.... Pasti Keysha sedih tidak ada bunda yang selalu marahin Keysha karena bangun siang, maafin Keysha ya bunda kalau selama ini Keysha selalu buat bunda repot, " pinta Keysha sambil berurai air mata.
Kedua nya pun saling berpelukan sambil menangis.
"Ck kalian seperti mau pindah jauh saja, lha pindah dekat saja lebay, paling juga setengah jam sudah sampai," kata Kean kesal melihat drama di depan nya.
Plak.... Ayah memukul pundak Kean dengan kesal.
"Jangan bicara, kamu harus tahu kalau bunda itu tidak pernah jauh dengan kakak kamu," jawab ayah melotot ke arah sang anak.
"Marahin saja Kean, dasar adik durhaka..." kesal Keysha saat melepas pelukannya dengan sang bunda.
Sedangkan Ayah maupun Bunda melihat perdebatan keduanya pun ikut terharu, mungkin mereka akan jarang melihatnya karena Keysha sudah menikah dan mengikuti sang suami.
Keysha bergantian memeluk sang Ayah.
"Ayah maafin Keysha selalu membuat ayah repot, ayah titip bunda. Jangan lupa jaga kesehatan dan sering-sering main ke rumah Keysha," pinta Keysha.
Setelah itu Keysha berganti dengan memeluk sang adik yang selalu membuatnya kesal.
"Titip bunda dan ayah, jaga ayah dan bunda baik-baik jangan nakal. Sering-seringlah main ke rumah kakak," kata Keysha kepada sang adik membuat sang adik meneteskan air mata nya tanpa di duga.
"Jaga diri kakak baik-baik dan jangan lupa hubungi kami," lirih Kean.
Setelah itu Keysha melangkah menuju mobil.
"Ayah , bunda, Kean.... Kami pamit," kata Daniel tak lupa mencium tangan kedua orang tua Keysha.
"Titip anak Ayah, jangan pernah sakiti dia kalau kamu ada masalah bicarakan baik-baik. Kalau kamu sudah tak cinta dengan anak ayah kembalikan lah dengan baik-baik jangan pernah lukai perasaannya," pinta seorang Ayah kepada sang menantu.
__ADS_1
"Pasti ayah, saya akan jaga Keysha dengan sepenuh hati saya," jawab Daniel.
Mobil pun melaju meninggalkan rumah sederhana itu.
Perjalanan cukup ramai, perjalanan yang harusnya di tempuh setengah jam harus di tempuh hampir satu jam karena macet.
Sesampainya di depan gerbang rumah mewah milik Daniel.
Keysha di buat ternganga karena baru pertama kali melihat rumah mewah milik Daniel itu.
"Ayo masuk..." ajak Daniel.
Dengan ragu Keysha pun mengikuti Daniel masuk ke dalam rumah.
"Ahhh selamat datang menantu kesayangan mami," teriak mami Daniel heboh merentangkan kedua tangannya ke arah Keysha.
Keysha di buat kaget tak menyangka dirinya di sambut hangat dari mami dan papi Daniel.
Keysha pun memeluk mami Daniel dan tak lupa mencium tangan sang papi dengan hormat.
"Ayo sayang, mami tunjukkan kamar kamu," ajak mami mengandeng tangan sang menantu.
"Ha ha ha ha ha... Masa kamu cemburu sama Keysha, mami tuh dari dulu ingin anak perempuan.... Eeh yang muncul kamu jadi ya sabar," kata papi.
"Bulan begitu pi, tetapi nanti pasti mami sering ganggu aku berduaan dengan Keysha," Rajuk Daniel.
Beberapa hari pun berlalu.....
Disinilah mereka semuanya berada, ya Daniel, Yudha, Bimo dan Jefri sedangkan teman yang lain nya memilih melanjutkan kuliah di luar kota maupun luar negeri.
Yudha mengajak Bimo untuk bermain basket di lapangan sedangkan Jefri sedang galau karena dari pagi sang pacar merajuk padanya sedari pagi mengacuhkan dirinya, bahkan pesan maupun telepon tak diangkat.
"Pusing, dasar perempuan kalau marah suka bikin pusing," guman Jefri masih di dengar oleh Daniel.
"Kenapa sih Ariana merajuk?" tanya Daniel memastikan.
__ADS_1
Jefri mendengus kesal, semua ini cuma salah paham itulah alasannya, tetapi Ariana menuduhnya selingkuh karena melihat dia pergi mengantar teman perempuan satu jurusan dengan nya. Jefri memiliki alasan membuat dia harus mengantar Reni temannya itu karena ban motor nya bocor.
"Eh kalau cemburu berarti dia memang cinta padaku," guman Jefri tanpa sadar dan kebetulan di dengar oleh Bimo yang baru saja datang setelah lelah bermain basket dengan Yudha.
"Siapa yang cemburu," tanya Bimo yang baru datang dari arah belakang, tatapan matanya penuh selidik ke arah Jefri seakan menerkam dirinya bulat-bulat. Ya Bimo tanpa sengaja mendengar Jefri berbicara kepada Daniel.
Membuat Jefri kaget, melihat temannya bengong karena kaget secara pelan, Daniel menepuk pundak Jefri.
"Siapa yang kamu maksud?" ulang Bimo penuh tanda tanya.
"Eh temanku...iya temanku kemarin curhat masalah kekasihnya, jadi kebawa sampai sekarang, karena aku kasihan dengan dia padahal semua itu cuma salah paham saja," elak Jefri dengan cepat karena tidak mungkin Jefri berbicara sebenarnya, malah akan menambah runyam hubungannya dengan Ariana, karena Jefri tahu seperti apa mulut Bimo terkadang suka seperti emak-emak bawel.
Meskipun tidak yakin dengan jawaban dari Jefri tetapi Bimo tidak ambil pusing.
"Ayo kita ke kantin tadi Yudha sudah menunggu di sana," ajak Bimo pada Jefri dan Daniel.
"Lho bukannya kamu tadi main basket ya?" tanya Jefri kepada Bimo.
Sedangkan Daniel cuek tak menanggapi keduanya, ya Daniel tengah sibuk bertukar pesan dengan sang istri tercinta.
Daniel pun pergi kuliah padahal tadi dia ingin bolos dan menemani sang istri seharian, tetapi Keysha justru menceramahi dirinya panjang lebar.
"He he he he he he he..... Sebenarnya tadi sebelum ke toilet aku sudah janjian sama Yudha mau traktir dia makan bakso, tahu sendiri kan tuh anak kalau di janjikan sesuatu pasti di tagih. Ya sudah ayo tidak usah banyak mikir kita ke kantin mumpung aku mau traktir kamu juga nih," ajak Bimo dengan santai.
"Makan-makan siapa juga yang menolak," jawab Jefri sumringah sejenak melupakan kegalauan yang dia rasakan.
Jefri pun beranjak dari duduknya mengikuti langkah Bimo menunju ke arah kantin.
Tap tap tap tap tap tap tap....
Ketiga pria tampan itu berjalan dengan gaya yang membuat semua mahasiswi terbuai dengan pesona nya.
Karena merasa tak enak menolak ajakan bimo terpaksa Daniel pun ikut kedua temannya ke kantin.
B E R S A M B U N G....
__ADS_1
Ayo sua like ya setelah membaca buat dukung karyaku tuh naik rating.
LIKE , KOMEN, FAVORIT, GIFT/VOTE JUGA.