
Bimo berjalan beriringan dengan Jefri menuju ke arah kantin di ikuti oleh Daniel di belakang mereka.
Banyak mahasiswi yang memperhatikan gerak-gerik ketiganya, terutama sosok Daniel yang mencuri perhatian para cewek-cewek yang ada di sana.
Daniel cuek dirinya masih sibuk dengan ponselnya.
"Ck lihatin ponsel terus, tenang istri bos aman di rumah," sindir Bimo. Mendengar perkataan Bimo membuat Daniel mendelik menatap tajam ke arah Bimo.
"He he he he he he ampun bos," kata Bimo memelas takut tatapan mata Daniel tadi.
"Ck cepat jalan mu jangan lelet, aku risih jadi tatapan cewek-cewek itu," kata Daniel pelan tetapi ekor matanya melirik ke arah segerombolan cewek berkumpul.
Bimo maupun Jefri mengangguk, mereka pun mempercepat jalannya karena tahu kebiasaan Daniel yang paling anti dengan cewek centil.
Sampailah mereka bertiga di kantin.
Bimo dan Jefri clingak-clinguk mencari keberadaan Yudha sedangkan Daniel cuek menyenderkan tubuhnya di tembok.
"Heeeiii...." Teriak Yudha kepada sahabatnya, Yudha duduk di salah satu bangku kosong yang sengaja dia pilih.
"Nah tuh dia," tunjuk Jefri kearah Yudha.
Trink.... Bunyi pesan dari ponsel Daniel.
Daniel membuka pesan, dan ternyata dari mami yang menyuruhnya ke butik untuk mengukur baju yang akan dia kenakan nanti nya.
Bimo maupun Jefri memandang ke arah Daniel.
"Aku pergi dulu ya, kalian tidak apa-apa kan ku tinggal," kata Daniel kepada keduanya.
"Ok santai saja bos," jawab Bimo.
"Bos mau kemana?" Tanya jefri penasaran.
"Biasa mami nyuruh ke butik," jawab Daniel setelah itu dia berlari kecil menuju arah parkiran.
Setelah kepergian Daniel....
"Ayo kita ke sana, tuh lihat Yudha sudah pesan banyak makanan," ajak Bimo.
Tap tap tap tap tap tap tap.....
Keduanya pun sampai ke meja yang di duduki oleh Yudha.
"Eh mana si bos?" Tanya Yudha tak melihat Daniel di sana.
__ADS_1
"Ke butik, mungkin ngulur baju buat resepsi nanti," jawab Bimo.
"Mana punyaku?" Tanya Jefri saat melihat ada mie ayam, batagor, bakso yang sudah terhidang di sana dan yang membuat keduanya binggung karena cuma ada satu minuman di atas meja.
"Ck pesan sendiri," jawab Yudha membuat keduanya menyergit heran.
"Lha ini buat siapa??" Tanya Bimo memastikan.
"Ya buat aku lah," jawab Yudha santai sambil memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.
"Apa??" Teriak keduanya kaget.
Keduanya pun geleng-geleng kepala melihat kelakuanku Yudha.
'Ck nyesel aku traktir nih bocah, mana makan nya banyak banget lagi,' batin Bimo.
Sedangkan Jefri terkekeh lucu melihat muka Bimo ya kecut.
"Plakkk...." Jefri menepuk pundak Bimo pelan membuat Bimo menoleh ke arah nya.
"Ha ha ha ha ha ha.... Tuh muka biasa saja, nanti ku bayarin separuh," kata Jefri membuat bibir masam itu tersenyum mengembang.
"Thanks bro," kata Bimo.
"Ayo pesan yang banyak mumpung ada yang traktir," kata Yudha enteng membuat kedua temannya mendelik ke arahnya.
'Nasib punya teman Maruk amat,' batin Bimo.
'Nih bocah seperti tidak makan 3 hari, kelihatan rakus banget,' batin Jefri.
"Jangan menghina aku, aku tahu pasti kalian kesal lihat aku makan banyak," kata Yudha menatap kedua nya cuek.
"Tuh tahu...." Jawab Bimo.
"Syukur kalau sadar," sela Jefri.
"Ha ha ha ha ha ha... Maklum tadi habis berantem sama mantan mbak Rea, masa dia cegat aku di jalan pake bawa teman lagi," sungut Yudha kesal mengingat kejadian tadi pagi.
"Wah cari masalah dia sama kita," Bimo pun ikut kesal mendengar temannya di keroyok.
"Tetapi kamu baik-baik saja kan," tanya Jefri khawatir.
"Kecil, badan mereka saja yang gede tetapi skill berantem seperti bocah," jawab Yudha enteng, dia makan begitu rakus.
"Ck kamu makan rakus banget, malu tuh di lihatin yang lain," kata Jefri sedikit malu kelakuan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Halahhhhh.... Cuek saja toh kita tidak ganggu mereka," jawab Yudha.
Yudha adalah tipikal cowok cuek, tetapi kalau sudah ada yang mengusik dia pasti tidak akan ada ampun buat orang itu.
Trink....
ponsel Yudha berbunyi, dengan cepat Yudha mengambilnya dan ternyata itu pesan dari Rea.
Yudha tersenyum membaca isi pesan itu, membuat keduanya memandang ke arah Yudha.
"Ck pasti dari kak Rea," ucap Jefri melihat gelagat dari Yudha.
"Sok tahu," kata Bimo menimpali.
"Ya tahu lah, kelihatan senyum nya bikin ngeri," jawab Jefri melirik ke arah Yudha yang masih tersenyum tak jelas memandangi ponsel sambil menciumi ponselnya.
"Ha..." Bimo masih belum mengerti.
"Tuh masa ponsel di cium tak jelas," tunjuk Jefri ke arah Yudha.
Bimo pun geleng-geleng kepala melihat kelakuan Yudha.
"Eh aku cabut dulu ya, ayang beb nyariin," kata Yudha berpamitan kepada kedua temannya.
"Eitsss.... Tunggu, terus yang habiskan makanan ini semua siapa?" tanya Bimo.
"Ya kalian lah," jawab Yudha membuat Jefri maupun Bimo melonggo tak jelas.
Yudha pun berlari meninggalkan keduanya.
"Ck dasar teman durhaka," sungut Bimo kesal.
"Mana pesan banyak banget," kesal Bimo.
Sedangkan Jefri memilih pergi.
"Eh aku ada kelas, aku masuk dulu," kata Jefri kabur dari sana.
Jefri pun berlari meninggalkan Bimo sendirian.
"Kalian benar-benar ya, durhaka semua," Bimo semakin kesal, mengusap wajahnya kasar.
B E R S A M B U N G....
Ayo sua like ya setelah membaca buat dukung karyaku tuh naik rating.
__ADS_1
LIKE , KOMEN, FAVORIT, GIFT/VOTE JUGA.