Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Kedatangan sahabat Daniel


__ADS_3

Setelah lamaran Daniel di terima kemarin, keluarga Keysha pun kembali ke kediaman mereka dengan aman, karena untuk masalah Rico sudah di urus oleh pengacara keluarga Daniel.


Rencananya dua hari ke depan keluarga Daniel akan mengadakan lamaran secara resmi, meski awalnya sang papa menentang keputusan Daniel yang ingin menikah muda tetapi sang papa pasrah kepada keputusan sang anak.


Di kediaman Daniel.....


Tok tok tok tok tok....


Daniel yang sedang menikmati sarapan pun terganggu, dengan malas dia berjalan menuju pintu depan.


Ceklek.....


"Ya elah kalian pagi-pagi sudah muncul di sini, ngapain?" kata Daniel sinis.


"Ya elah bos, kita kan kangen bos," jawab Yudha.


Daniel yang mendengar itupun mendelik tajam.


"Sorry ya gue masih normal," jawab Daniel berlalu meninggalkan mereka menuju meja makan melanjutkan makannya.


Ke empat sahabat itu pun tanpa di suruh masuk tetapi dengan seenak nya mereka masuk seperti rumah itu milik mereka.


Yudha langsung menuju ke arah kulkas, mengabsen semua isi di dalamnya.


"Wah enak nih," kata Yudha tanpa sungkan mengambil beberapa kue maupun minuman dingin.


Yudha pun ikut duduk di meja makan bersama sepiring kue dan minuman dingin yang tadi diambilnya.


Daniel menghela nafas panjang, kalau sudah begini bisa gagal rencana dia untuk bersantai di rumah seharian akibat kedatangan mereka semua.


Sedangkan Bimo langsung menghidupkan tv, dia mengajak Jefri untuk bermain PS.


"Kalian ke sini mau ngapain sih, pagi-pagi sudah buat rusuh," kata Daniel kesal.


Sedangkan semuanya dengan cuek menanggapi ucapan Daniel, mereka tak memasukkan ke dalam hati ucapan Daniel itu.


"Kami gabut bos makanya ke sini he he he he he," jawab Haris yang duduk di depan Daniel dengan gaya cengengesan.


"Eh Iqbal mana, tumben gak lihat tuh anak," tanya Daniel kepada Haris.

__ADS_1


"Oh tuh anak mah sudah ikut orang tuanya pindah keluar kota sekalian kuliah di sana," jawab Haris sambil mencomot kue yang ada di piring Yudha.


"Eh seenaknya aja Lo comot kue punyaku," kata Yudha sewot pasalnya Haris mencomot kue tanpa permisi.


"Dih itu kue punya bos, bos saja tak keberatan,"


"Iya kan bos," Kata Haris memastikannya.


Daniel memijit kepalanya tiba-tiba menjadi pusing karena ulah sahabat absurd nya.


"He kalian berdua urusan kue saja berisik, tuh ambil di kulkas masih banyak kalau perlu bawa pulang sekalian sama kulkasnya," jawab Daniel kesal.


Haris maupun Yudha langsung terdiam takut kemarahan Daniel.


Sedangkan di ruang tengah....


"Kenapa tuh ribut-ribut," tanya Bimo yang mendengar suara berisik dari arah meja makan.


"Biasalah pasti Yudha buat ulah, kayak kagak tahu saja sifat Yudha," jawab Jefri santai.


"Untung tadi aku gak ngajak tuh anak main PS," jawab Bimo setelah itu melanjutkan permainan PS dengan Jefri tak menghiraukan kejadian di sebelah.


Di meja makan.....


"Bos dengar-dengar mau menikah ya," tanya Haris memastikan.


Daniel menghentikan makannya memandang ke arah Haris.


"Kalian tahu dari mana?" tanya Daniel penasaran, karena Daniel belum sempat memberitakan rencananya itu ke pada para sahabatnya.


"Itu mah kecil, kita kan anak buah bos jadi mata-mata kita banyak," jawab Yudha keceplosan.


Haris menoleh ke arah Yudha menatap tajam, sedangkan Yudha yang merasa telah kelepasan berbicara dengan cepat menutup mulutnya, dia merutuki mulutnya yang tak bisa di rem.


"Kita selalu menempatkan anak buah kita di sisi bos sesuai permintaan papa bos untuk menjaga di manapun berada," jawab Haris.


"Iya bos jangan marah, kemarin tuh orang suruhan kita tidak sengaja mendengar pembicaraan itu dan katanya lamaran bos Daniel di terima," kata Yudha mencoba mencari pembelaan.


Daniel tak menghiraukan keduanya, dia melahap tiga sendok nasi yang tersisa di piringnya.

__ADS_1


"Iya kalian sudah mengetahui kalau aku akan segera menikah jadi aku tidak perlu bilang lagi ke kalian semua, nanti tunggu undangan dari ku saja," jawab Daniel.


"Terus nasib kita bagaimana kalau bos menikah," tanya Yudha yang takut Daniel tak akan aktif lagi menjadi ketua mereka.


"Tenang aku tahu apa yang ada di pikiranmu, semua akan tetap berjalan seperti biasanya tidak akan berubah. Cuma kalian kalau ke sini harus ijin dulu jangan nyelonong lagi, karena sebentar lagi setelah menikah mbak cantik akan ku ajak tinggal di sini," jelas Daniel.


Yudha memasang wajah kecewanya.


"Nanti aku tidak bisa makan sepuasnya lagi di sini, hiks hiks hiks hiks hiks," ucap Yudha lebay.


"Sudah jangan lebay, jijay aku lihat nya," kata Haris sambil tertawa, menertawakan kesedihan Yudha.


"Bos kita semua sudah di terima di kampus xxx," kata Haris.


"Bagus jadi kita semua bisa sama-sama lagi, cuma Iqbal saja yang tidak lagi bisa bersama kita," kata Daniel.


"Hmm....." Yudha maupun Haris mengangguk.


"Iqbal perlu gue kasih pelajaran, masa dia pergi tidak pamit, seenggaknya sungkem dulu tuh anak," kata Daniel .


"Ya elah bos, kita aja tidak tahu tuh anak berangkat, kita tahunya dari art nya, tetapi dengar-dengar tuh anak mau di jodohkan dengan anak teman bisnis ayahnya," jelas Yudha.


"Kasihan nasib tuh anak," ceplos Haris.


"Kenapa kasihan, kalau tuh cewek cantik sih dia pasti mau," jawab Yudha.


"Kalian kok jadi yang ribut, kalau kalian berdebat lagi ku hukum kalian buat kuras tuh kolam renang. Mau tidak....." kata Daniel kepada dua orang di depannya.


"He he he he he jangan bos, kami tidak akan adu mulut lagi kok," kata Haris memelas. Haris tak bisa bayangkan bisa berapa hari tuh kolam renang bisa dia kuras.


"Ampun bos, bisa seminggu tuh kolam baru kelar kalau bos nyuruh nguras," ceplos Yudha.


"Ya sudah, kalian duduk manis di sini. Aku mau ambil ponsel di atas sebentar," perintah Daniel sebelum meninggalkan dua sahabatnya itu.


Bersambung.....


JANGAN LUPA GOYANG JEMPOLNYA, TINGGALKAN JEJAK BERUPA LIKE , RATE BINTANG LIMA YA😅 , KOMEN MAUPUN VOTE BIAR SEMANGAT UPDATE.


FAVORITKAN JUGA YA.

__ADS_1


MAMPIR JUGA KE CERITA KU YANG LAIN.


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA


__ADS_2