
Keesokan harinya.....
Rumah Keysha sudah cantik berhias bunga-bunga dan berbagai macam dekorasi. Semuanya di kerjakan oleh orang suruhan Daniel.
Bunda maupun Ayah Keysha bersyukur, meskipun acara lamaran ini serba dadakan tetapi mereka tidak begitu repot. Karena Daniel sudah menyiapkan semuanya, cuma untuk makanan keluarga Keysha masih sanggup untuk menyiapkan nya, di bantu para tetangga ikut memasak.
Di sana terdapat juga foto Keysha dan daniel bergandengan tangan.
Keysha tak bisa bayangkan, kapan foto itu diambil tetapi Keysha yakin semua ini pasti ulah sang kekasih brondongnya itu.
Keysha sekarang tengah duduk manis di kamarnya, dia sedang di ruas wajahnya.
Selesai di rias, Keysha harus berganti baju. Berkali-kali Keysha takjub saat melihat dirinya di cermin.
"Wah mbak Keysha cantik sekali, pasti calon nya pangling saat melihat Mbak Keysha," goda perias tadi.
'Apakah benar ini aku,' batin Keysha melihat pantulan dirinya di cermin.
"Ternyata anak bunda cantiknya bukan main," puji bunda yang baru saja muncul.
"Ayo bunda, cepat kak Daniel beserta keluarganya sudah da......" Teriak Kean menampakkan kepalanya di balik pintu. Kean tidak melanjutkan ucapannya, mulutnya menganga lebar tak percaya apa yang di lihatnya.
"Benar ini kak Keysha, wah cantik banget kalau bukan kakak ku... Sudah ku lamar sendiri," ceplos Kean.
Plakkk..... Pukulan keras di tangan Kean menyadarkan nya.
"Ish Bunda sakittt......, suka banget sih kdrt," Kean mencebikkan bibirnya kesal.
"Salah sendiri punya mulut tetapi lupa di saring," kesal bunda karena anak laki-laki nya ini sering sekali membuat nya marah.
Keysha mengelengkan kepala melihat itu semua, Keysha sedih semuanya akan hilang setelah dirinya menikah dengan Daniel. Dia tidak akan bisa setiap hari bercanda dan bertengkar dengan Kean.
"Bunda......" Keysha berlari memeluk bunda nya.
"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks......"
"Sudah jangan sedih, nanti riasan jelek. Jujur bunda sangat bahagia akhirnya anak bunda menikah meskipun nak Daniel masih muda, kamu harus memperlakukan dia dengan baik," bujuk bunda.
"Ayo Bun, cepat ....." Kean menarik tangan sang Bunda.
"Kalian tolong perbaiki riasan Keysha," pinta bunda kepada perias tadi yang menunggu di luar kamar.
Bunda pun berjalan menuju depan, di sana sudah menunggu Ayah dan semua kerabat, sanak saudara dari jauh
Setelah satu jam perjalanan akhirnya rombongan keluarga Daniel telah tiba di kediaman Keysha.
Mereka di sambut hangat oleh keluarga Keysha. Daniel tak lelah mengembangkan senyumnya.
"Jangan senyum terus sayang, mami malu nanti di kira kamu kesambet senyum-senyum tak jelas," bisik momy di telinga Daniel di sertai cubitan kecil di pinggang sang anak.
__ADS_1
"Wajar lah mom, kalau anaknya bahagia. Momy saja yang sirik," cebik Daniel.
"Maaf ya jeng, kamu terlambat. Maklum Daniel...." Belum sempai mami Daniel melanjutkan ucapannya di sela sang suami.
"Macet.... Iya kan Nil," sela papi Daniel.
"Silahkan masuk...." Ayah mempersilahkan calon menantunya itu masuk.
Daniel duduk dengan gelisah, mencari keberadaan Keysha yang tak kunjung kelihatan.
"Daniel kamu kenapa sih dari tadi gelisah?" Tanya papi Daniel.
"Tidak apa-apa Pi," jawab Daniel.
"Duduk manis, jangan seperti cacing kepanasan. Malu di lihat orang," kata papi memperingatkan anaknya.
Akhirnya papi dan mami Daniel mengutarakan maksud kedatangannya. Lamaran dari pihak Daniel pun di sambut dengan baik.
"Bunda cepat bawa Keysha keluar," bisik ayah. Dengan patuh bunda berdiri untuk menjemput anaknya.
Keysha datang di apit oleh bunda dan Rea.
"Rea, aku gugup banget," kata Keysha dengan suara kecil.
"Sudah jangan gugup, di lihatin banyak orang," jawab Rea.
"Iya nak diam saja kalau kamu gugup," kata bunda.
"Pi calon mantu kira cantik banget ya, pantas anak kira klepek-klepek di buatnya," bisik mami di telinga papi.
Sedangkan Daniel begitu terpaku melihat penampilan Keysha hari ini yang terlihat anggun dengan kebaya tersebut.
"Ah rasanya, aku ingin menikah hari ini juga," guman Daniel dengan suara kecil.
Papi maupun mami melotot ke arah Daniel.
"He he he he bercanda Pi," kata Daniel kikuk.
"Bos tutup mulut nya biar tidak kemasukan lalat," sindir Yudha yang duduk di belakang Daniel.
Daniel melotot ke arah Yudha dibalas senyuman khas usil dari Yudha menampakkan deretan gigi putihnya.
Keysha di tuntut bunda untuk duduk di samping Ayah sedangkan Rea duduk di samping Kean.
Sedangkan Daniel tak henti-hentinya memandang ke arah Keysha.
Keysha hanya menunduk karena malu.
Pembawa acara pun memulai acara lamaran ini.
__ADS_1
Rangkaian acara pun berlangsung dengan khidmat dengan senyum bahagia dari semua orang di sana. Bunda dan Ayah meneteskan air matanya karena putri kesayangannya mereka sebentar lagi akan segera menjadi istri orang lain.
Tibalah pada acara tukar cincin. Daniel pun membuka kotak kecil berisi cincin cantik bertuliskan nama keduanya.
Daniel menyematkan cincin cantik itu di jari manis Keysha dan sebaliknya.
Prok prok prok prok prok....
Mereka semua bertepuk tangan menyaksikan kebahagiaan sepasang kekasih itu.
"Pi mereka berdua serasi ya, satu cantik yang satu ganteng pasti cucu kita nanti rupawan,," bisik mami di telinga papi.
Seluruh barang seserahan juga di bawa masuk.
Kedua keluarga sepakat kalau acara pernikahan Daniel dan Keysha akan dilaksanakan lima bulan lagi.
"Yang mereka serasi ya," kata Rea di dekat sang kekasih.
Seluruh acara berlangsung lancar, setelah semua tamu mencicipi jamuan yang telah di persiapkan oleh tuan rumah.
"Mbak cantik banget sih," kata Daniel saat keduanya duduk bersama.
"Jangan dekat-dekat, malu di lihat orang," jawab Keysha.
Keysha terus bergeser sedangkan Daniel terus mendekati Keysha, pandangan itu tak luput dari mami dan papi.
Sedangkan papi dan mami sedang memilih makanan yang akan dia coba.
" Pi lihat tuh anak kamu, agresif banget," bisik mami di telinga papi.
"Kita percepat saja mi, tuh anak mu sepertinya sudah tak sabar," usul papi.
"Ya sudah, ayo kita temui calon besan kita," ajak mami.
Papi Daniel pun mengutarakan niatnya untuk mempercepat pernikahan mereka dengan alasan mereka harus kembali ke luar negeri.
Setelah acara makan-makan, di lanjutkan dengan pengumuman tanggal pernikahan yang di sepakati kedua belah pihak keluarga.
Mendengar pernikahan mereka yang akan di selenggarakan sebulan lagi membuat Keysha kaget, sedangkan Daniel begitu gembira.
Tibalah saat acara penutup yang di akhiri dengan doa yang dipimpin oleh pemuka agama di sana.
Rombongan keluarga Daniel pun bersiap untuk pulang, mereka berpamitan kepada keluarga Keysha.
"Sayang jangan lupa hubungi aku ya, emuuah..." Kata Daniel tersenyum genit ke arah Keysha.
"Ayo pulang," ajak mami menjewer telinga anaknya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
MAMPIR KE CERITA KU YANG LAIN Ya🙏