Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Penagih hutang


__ADS_3

Yudha dengan wajah sumringah menemui sang kekasih.


Yudha memacu kuda besinya menuju kantor Rea.


Brummmm....Ckittt ..


Yudha memakirkan motornya di tempat parkiran.


"Oh ya pak,mbak Rea sudah keluar apa belum?" Tanya Yudha ke sosok lelaki berkulit hitam bertubuh besar yang tak satpam di kantor ini.


"Emmm... Kalau tidak salah mbak Rea sudah keluar, tadi saya lihat dia bertemu seseorang, terus mereka berdua pergi ke arah sana," jelas pak satpam menunjukkan arah Rea pergi.


Yudha pun berjalan menuju ke arah yang di tunjukkan oleh pak satpam tadi.


Yudha menyergit kala melihat Rea berbicara dengan seorang pria berbadan besar dan garang.


"Siapa orang itu, apa yang sedang mereka bicarakan?" Guman Yudha mengamati gerak-gerik Rea.


Yudha masih bersembunyi di balik pohon menguping pembicaraan mereka.


"Apa yang mereka bicarakan, kenapa tuh orang marah-marah," guman Yudha mengamati Rea.


Sedangkan Rea dan lelaki itu masih berdebat.


"Hei aku tidak mau tahu, Reza hutang padaku dan dia kasih alamat rumah dan foto kamu sebagai jaminan, kalau dia tak bisa bayar suruh tagih ke kamu," bentak lelaki bertubuh kekar itu.


"Tidak... Enak saja, dia kan yang hutang. Kenapa kalian malah nagih ke aku, dasar aneh," jawab Rea bersungut-sungut kesal.


Brakk... Brak... Pria itu menendang tong sampah yang ada di dekat nya.

__ADS_1


"Aku tidak mau tahu. Kamu yang harus bayar saat ini," kata pria itu membentak Rea karena dia tidak mau tahu, yang penting tugasnya selesai untuk menagih utang.


Setelah itu pria penagih hutang itu mencengkeram erat tangan Rea membuat Rea mengaduh kesakitan.


"Aaah... Lepaskan aku, tolong... Tolong ... Tolong," teriak Rea meminta tolong.


Rea tak mungkin mengahadapi nya sendiri.


"Hei lepaskan kekasih saya," teriak Yudha lantang membuat pria itu pun menoleh.


Melihat Yudha yang masih muda membuat pria garang itu memandang remeh Yudha.


"Pergi sana, bocah ingusan mau sok jadi pahlawan kesiangan," kata pria itu memandang Yudha dengan remeh.


Yudha menyeringai, wajah dingin nan arogan pun terlihat.


Bruk .... Pria itu melepas kan tangannya, dia mendorong tubuh Rea sampai terjatuh di trotoar. Membuat Yudha gelap mata.


Buk ... Yudha melayangkan pukulan mengenai wajahnya.


Pria itu memegang sudut bibirnya, dia meludah saat melihat sudut bibirnya berdarah.


"Ck...." Pria itu pun berbalik menyerang Yudha.


Bag ... Bukkk


Buk... Buk... Buk.....


Perkelahian pun terjadi antara keduanya.

__ADS_1


"Hos hos hos hos hos hos.... Siapa sih nih bocah, berantem jago banget," kata preman itu pelan sambil menyeka sudut bibirnya.


"Ayo maju lawan aku lagi," kata Yudha memprovokasi, dia melambaikan tangan nya seolah mengejek.


Buk.... Brak .....


Pria itu pun jatuh terkapar di trotoar.


"Pergi kamu, atau ku buat gigi kamu copot," bentak Yudha.


Pria itu pun bangkit, dia berlari menjauhi Yudha.


Dia membalikkan badannya. " Hei tunggu pembalasan ku," teriak nya berlari kabur dari Yudha.


"Hiks hiks hiks hiks hiks... Terimakasih sayang," Rea berhambur memeluk Yudha.


"Sttt... Sudah jangan nangis, kamu gak apa-apa kan sayang?" tanya Yudha memastikan kondisi Rea.


"Dia siapa?" tanya Yudha penasaran.


"Reza yang punya hutang, nah dia pakai nama ku buat jaminan... Hiks hiks hiks hiks hiks... Aku takut sayang," lirih Rea masih memeluk Yudha.


Yudha membelai rambut Rea dengan sayang.


'Awas kamu Reza, tunggu pembalasanku,' batin Yudha mengepalkan tangan nya.


B E R S A M B U N G.....


Vote, Like , Mawar , Komen 🙏

__ADS_1


__ADS_2