Dikejar Cinta ABG Tengil

Dikejar Cinta ABG Tengil
Di mana ini?


__ADS_3

Dirinya bergegas berganti pakaian dengan cepat, Daniel turun ke bawah dengan tergesa-gesa.


Saat berada di bawah Daniel di kejutkan dengan kehadiran Jefri dan kawan-kawan.


"Kalian semua jangan mengganggu, hari ini aku ada urusan penting yang harus ku selesaikan, mingiirrrr....." bentak Daniel karena dirinya sedang terburu-buru apalagi Daniel keadaan cemas bercampur takut, Daniel berlari menuju garasi motor.


"Justru kami ingin membantu bos, kami kemari karena mendengar kalau kekasih bos di culik," kata Yudha membuat Daniel menghentikan laju kakinya.


"Kami sudah bersiap dengan anak buah kita masing-masing, mereka sedang menunggu aba-aba dari kita," sela Iqbal.


Ke empat sahabat itu mengangguk menunggu keputusan dari Daniel.


"Terimakasih kalian memang sahabat terbaikku, ayo kalian semua ikut aku," titah nya.


"Aku sudah tidak sabar meremukkan tulang mereka," ceplos Yudha membuat mereka semua tersenyum smrik.


"Kalian urus anak buahnya saja sedangkan orang itu harus hancur di tanganku karena dia telah berani mengusik hidupku," kata Daniel dengan sorot mata tajam. Siapapun yang melihatnya pasti akan takut, ya inilah Daniel yang sebenarnya.


Daniel pun bergegas menaiki motor kesayangannya.


Mereka semua mengikuti Daniel dari kejauhan, semua bersiap dengan posisinya masing-masing.


Di sisi lain....


Keysha terbangun dari tidurnya, dengan mata yang masih buram karena efek bangun dari tidurnya, dia samar-samar melihat ruangan bernuansa putih yang terawat dan di sisi ranjang terdapat kebaya berwarna putih yang nampak simpel namun elegan sedang menggantung.

__ADS_1


Keysha pun memegang kepalanya yang masih terasa pusing, Keysha memaksakan untuk turun dari ranjang itu.


Keysha meraba pakaiannya ternyata dia masih dalam keadaan utuh tanpa ada satu kancing pun yang terlepas. Melihat itu membuat Keysha bernafas lega.


Dengan kepala yang masih terasa pusing Keysha mencoba membuka pintu kamar yang masih tertutup.


Keysha memandang ke arah jendela yang berada di dalam kamar itu.


Keysha mencoba membukanya.


Brakk....


Jendela itu terbuka, Keysha mengintip dari atas ternyata dia berada di sebuah rumah berlantai dua dengan banyak penjaga yang mengelilingi tempat itu.


'Sebenarnya aku berada di mana?' batin Keysha bertanya-tanya karena menurutnya ini adalah tempat yang asing baginya.


Pelayan yang lainnya membawakan baju ganti.


Keysha memandang ke arah dia pelayan itu dengan raut muka penuh curiga.


"Untuk apa kalian menculik aku?" tanyanya kepada dua pelayanan itu.


Kedua pelayan itu binggung harus menjawab apa karena di sini mereka hanya di tugaskan untuk melayani Keysha.


"Maaf non, kamu tidak tahu karena tugas kami hanya melayani nona saja," jawab keduanya serempak.

__ADS_1


Keysha menghela nafas berat dirinya binggung kenapa penculik itu memperlakukan dia dengan baik, kamar yang bagus, makan dan baju ganti. Entah alasan apa yang membuat penculik itu menculik dirinya.


Keysha memandang ke arah makanan itu dirinya bimbang takut ada racun yang di taruh di makanan itu atau obat tertentu.


Melihat wanita itu engan memakan makanannya membuat kedua pelayan itu mengerti arah pikir Keysha.


"Tenang saja non, ini semua aman," jelas pelayan itu tetapi tak menyurutkan keraguan dalam hati Keysha.


"Apa buktinya kalau makanan ini aman, kalian bisa saja memberiku obat tidur, obat perangsang atau racun. Itu semua bisa saja kan jadi tidak ada alasan saya untuk bisa percaya kalian, aku juga belum tahu apa motif kalian menculik ku," ucap Keysha mengutarakan semua yang ada di benaknya.


Kedua pelayan itu saling menyenggol, berbisik untuk mencari jawaban yang tepat.


"Kamu saja yang ke bos bilang cewek ini tidak mau makan," bisik pelayanan 1


"Bos sedang di luar bagaimana ini, atau kamu cicipin aja tuh makanannya biar non Keysha percaya," bisik pelayan 2.


"Lha gak mau nanti tidak sopan terus non Keysha marah bagaimana?"


Keduanya berdebat dengan suara kecil supaya Keysha tidak mendengar perkataan keduanya.


"Em nona mau bukti apa?" tanyanya ragu-ragu.


"Ya sudah kalian cicipi makanan ini," perintah Keysha tegas.


Keduanya pun menuruti perintah Keysha.

__ADS_1


Wajar saja Keysha melakukan semua ini karena dirinya tiba-tiba terbangun di tempat asing, jadi Keysha harus benar-benar waspada.


Bersambung.....


__ADS_2