
"Nih sayang, pasti haus," kata Yudha menyodorkan minuman yang tak lain es kelapa muda ke arah Rea.
Rea menerima itu dengan senang hati karena kebetulan dia sedang kehausan, tanpa memperdulikan panggilan sayang dari Yudha.
Yudha tersenyum bahagia.
Keduanya pun duduk di bawah pohon kelapa mengusir teriknya panas. Rea memandang lurus ke arah birunya laut.
"Aku tak mengira, kalau orang yang selama ini ku anggap tulus mencintaiku, lelaki yang bertanggung jawab terhadap keluarganya tak akan berani menyakiti wanita. Ternyata penilaian ku selama ini salah, kurang baik apa lagi aku terhadap dua sampai dia tega perlakukan aku seperti ini. Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks...... Aku yang selalu ada dan bantu dia saat dia susah, bahkan selama ini aku aku tak ragu meminjamkan dia uang tanpa perlu memikirkan cara mengembalikan nya," Rea mengeluarkan semua uneg-uneg yang selama ini dia rasakan saat bersama mantan nya.
Yudha melotot mendengar semua cerita Rea, tangan nya terkepal kuat.
'He he he kamu sudah berani membuat wanita yang ku cintai menderita selama ini, tunggu pembalasan dari ku, kamu akan memohon ampun sampai takut mendengar nama Rea,' batin Yudha dengan emosi. Yudha sungguh bertekad membalas kan dendam kepada pria itu.
"Sudah jangan sedih ada aku yang akan membahagiakanmu, melindungi mu jadi buang semua kenangan pahit mu itu ke tong sampah seperti kamu membuang mantan mu, ngapain pertahankan hubungan toxit itu," kata Yudha mencoba mengengam tangan Rea dengan tulus.
"Terimakasih...." Kata Rea.
"Mbak Rea juga berhak bahagia, tetapi jangan bodoh karena cinta," sambung Yudha.
"Maksud kamu aku bodoh," sungut Reza kesal.
"Bu-bukan begitu maksudku, intinya mbak Rea jangan pernah mikirin lelaki breng*ek itu," kata Yudha.
"Tidak bisa melupakan sosok yang pernah kita cintai semudah itu, apalagi kita bersama cukup lama," jawab Rea memandang hamparan laut yang begitu luas.
Melihat Rea yang masih termenung memikirkan lelaki itu, membuat Yudha di landa cemburu, karena bagi Yudha... Rea adalah miliknya sejak rea memutuskan lelaki itu.
Rea menoleh ke arah Yudha karena pria muda di samping nya itu tidak merespon ucapannya seperti tadi.
Rea kaget, membolakan mata nya karena tak percaya apa dia alami saat ini.
Cup.... Ciuman lembut itu mampu menghipnotis Rea, Yudha memejamkan mata menikmati manisnya bibir Rea.
Rea pun tersadar langsung mendorong tubuh Yudha menjauh.
"Maaf...."cicit Yudha merasa bersalah.
Sedangkan Rea memalingkan wajahnya yang masih bersemu merah, wajahnya memanas karena malu.
Yudha yang merasa bersalah pun tiba-tiba bersimpuh di depan Rea membuat Rea kaget.
"Maafkan aku, ijinkan aku mengobati semua luka di hatimu. Ijinkan aku membalutnya dengan cinta tulusku," kata Yudha memegang tangan Rea dan mengecup nya.
"Tetapi......" Rea ragu melanjutkan ucapannya.
"Aku tahu mbak Rea ragu dengan ku, apa karena umurku yang masih muda? Atau karena aku dari keluarga miskin," kata Yudha.
__ADS_1
Rea masih membisu.... Hanyut dalam pemikirannya.
Setelah itu Yudha sadar, dia berdiri memutar badannya untuk pergi menjauh dari Rea.
Rea menyadari apa yang akan Yudha lakukan, dengan cepat dia.....
Greppp.....
Tangan Yudha di tarik oleh Rea, tanpa di duga oleh Yudha ternyata Rea memeluk nya dengan erat. Yudha pun membalas pelukan itu.
"Mbak maksudnya semua ini apa?" Tanya Yudha memastikan.
"Ish masa kamu masih tidak paham juga sih," Rajuk manja.
"Takutnya aku saja yang baper sendiri," goda Yudha.
"Iya kamu boleh obati hatiku," kata Rea malu-malu.
"Aku kan bukan dokter," jawab Yudha tersenyum menggodanya.
"Ish ish...." Cebik Rea mencubit pinggang Yudha gemas.
"Auh sayang sakit," aduh Yudha.
Rea justru berlari menjauhi Yudha, Rea menjulurkan lidahnya meledek Yudha.
"Awas ya, mulai nakal nih," kata Yudha ikut berlari mengejar Rea.
Keduanya berlari saling mengejar di sertai tawa dan senyum kebahagiaan. Yudha dengan cepat merengkuh tubuh ramping itu dalam pelukannya.
"Kena...." Kata Yudha memutar badan Rea.
Ha ha ha ha ha ha ha ha....
Rea tertawa begitu senang. "Ayo kita main air," ajak Yudha.
"Tetapi aku tidak bawa baju," protes Rea.
"Gampang nanti kita beli saja," jawab Yudha enteng.
"Tetapi kamu punya uang," tanya Rea hati-hati takut menyinggung perasaan Yudha, pasalnya Yudha baru saja lulus SMA dan belum bekerja.
"Gampang kita nanti hutang dulu," jawab Yudha asal, tangan nya menarik Rea menuju bibir pantai.
"Gak mau, masa hutang. Malu tahu....." Tolak Rea.
"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha.... Lucu banget sih pacar ku ini," gemas Yudha mencubit pipi Rea.
__ADS_1
"Ish sakit..." Protes Rea me.gusap kedua pipinya.
Cup.... Cup...
"Sakit nya hilang kan," kata Yudha, sedangkan Rea kaget bercampur malu. Wajahnya merona.
"Ayo kita main air, tenang aku punya uang kok," kata Yudha tetapi Rea masih terdiam memandang Yudha.
'Bagaimana Yudha memiliki uang, sedangkan dia belum pernah ku lihat bekerja bahkan tiap ku lihat dia hanya bermain game itupun yang di katakan Keysha,' batin Rea.
"Aku kerja mbak tetapi jangan khawatir halal kok dan tenang saja semua nya cukup kok buat biaya kuliah dan kebutuhan ku, bahkan untuk menghidupi mbak Rea juga cukup kok," jelas Yudha kepada Rea.
Rea menelisik wajah Yudha.
Yudha pun menarik tangan Rea menuju pantai, Yudha membasahi baju Rea dengan sedikit air. Keduanya pun asyik bermain air melupakan semua masalah. Terlebih lagi Rea begitu bahagia karena Yudha.
Rea memandang ke arah Yudha, remaja yang selalu usil menganggu nya, remaja yang ceplas-ceplos itu yang setiap hari muncul di depan nya ternyata Yudha bisa terlihat begitu dewasa.
Rea tak mengira dia bisa di buat jatuh cinta dengan pemuda remaja ini.
Cinta itu aneh pikir Rea, berlabuh di mana pun tanpa memandang usia.
Benar kata orang kita harus menemukan cinta yang salah dulu sebelum menemukan cinta sejati.
Rea bersyukur kala dirinya merasa terpuruk muncullah Yudha dengan sabarnya menghibur dirinya.
Merasa di perhatikan oleh Rea, Yudha pun tersenyum berniat menjahili wanita cantik yang sudah resmi menjadi kekasih nya mulai hari ini.
"Aku tahu, aku tampan tetapi jangan di pandangi terus nanti ketampanan ku luntur," kata Yudha menggoda Rea.
"Memang bisa luntur ya, coba sini aku guyur pakai air," kata Rea membawa air di dalam tangan nya untuk di siramkan si wajah Yudha.
Yudha mencoba berlari menghindari Rea.
"Ha ha ha ha ha jangan kabur, tunggu aku," kata Rea yang masih mengejar Yudha.
"Tangkap aku sayang," ledek Yudha.
"Berhenti sayang....." ceplos Rea.
"Cie... Sayang," goda Yudha, membuat Rea Seketika malu.
Dengan kesal Rea pun mengejar Yudha, keduanya larut dalam kebahagiaan.
B E R S A M B U N G.....
Sudah update nih jangan lupa like komen ya.
__ADS_1
Terimakasih